Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Hukuman Daren


__ADS_3

Keesokan hari nya Zain datang mengunjungi Daren di rumah sakit setelah memastikan keadaan Zia ke rumah nya.Zain datang ditemani oleh Jo asisten sekaligus sahabat nya itu.


Tok tok tok.


Ceklek,


Zain masuk ke salah satu kamar VIP rumah sakit keluarga Sanjaya, di sana terlihat kedua orang tua Daren dan juga seorang wanita hamil yang Zain duga istri Daren.


"Gimana keadaan nya? " Tanya Zain dingin dan datar.Tanpa ditanya pun Zain pasti bisa menilai keadaan Daren yang masih belum sadarkan diri.


"Masih punya nyali kamu datang kesini setelah membuat anak saya sekarat, hah? "Sambutan Ibu Daren menatap Zain nyalang.Ayah Daren yang tau anak nya bersalah hanya diam mengusap lengan istri nya berusaha menenangkan.


" Saya tidak takut Nyonya,anak anda jelas bersalah. Saya datang ke sini hanya untuk memberitahukan hukum tetap berjalan setelah Daren sembuh, "Suara tegas Zain menggema dalam ruang perawatan itu.


" Apa anda tidak punya hati?bahkan anak saya hampir mati ditangan anda dan sekarang anda kekeh ingin menuntut Daren? "masih Ibu Daren yang berbicara. " Ck, apa begini sifat pewaris Adhitama yang disanjung orang-orang? sangat disayangkan. "sambung nya lagi tersenyum remeh pada Zain.


" Justru itu Nyonya, itu lah akibat nya berani mengusik keluarga Adhitama. Saya ingatkan lagi, jangan berani mengusik singa yang tertidur Nyonya,"Setelah mengatakan itu Zain pergi dari sana, tapi baru juga satu langkah suara ayah Daren kembali menghentikan Zain.


"Tuan Zain saya mohon jangan tuntut Daren, kasihan putra saya Tuan, istrinya juga sedang hamil, " Ucap Ayah Daren mengiba. Zain bergeming sampai Ayah Daren kembali bicara. "Tolong maafkan kesalahan Daren,Tuan." Rasanya Zain ingin tertawa berguling-guling merasa lucu mendengar ucapan Tuan Sanjaya.


"Memaafkan?" tanya Zain tertawa menatap Tuan Sanjaya tajam.


"Setelah semua yang dilakukan putra anda kepada Zia, bahkan Daren hampir memperkosa nya jika saya terlambat sedikit saja. Dan sekarang Zia mengalami trauma berat, dan itu semua ulah Daren. "Ucap Zain meninggikan suaranya menunjuk Daren." Sekarang kalian meminta ku memaafkan perbuatan Daren. Saya tidak sebaik itu Tuan, "


"Saya mohon, Tuan ."Ayah Daren tiba-tiba berlutut di kaki Zain, keputusan Zain tidak akan goyah meskipun mereka bersujud sekali pun.


" Saya tetap akan menuntut nya, "Setelah mengatakan itu Zain dan Jo keluar dari ruangan.


*****

__ADS_1


Hari ini Daren sudah diperbolehkan pulang setelah satu minggu dirawat, keadaan nya pun sudah membaik.


" Kamu istirahat dulu, "Ucap Celine mendorong kursi roda suami nya ke kamar, tapi bunyi bel rumah membuat langkah Celine terhenti.


" Sebentar, aku buka pintu dulu, " Celine melangkah menuju pintu utama.


Ceklek,


"Apakah ini rumah saudara Daren Sanjaya? " tanya pihak kepolisian.


"Maaf Pak, ada perlu apa sama suami Saya? " Tanya Celine cemas mendengar polisi mencari suaminya.Belum sempat polisi menjawab suara Daren terdengar menyusul Celine melihat siapa tamu nya.


"Siapa yang datang Celine? " Tanya Daren menjalan kan kursi rodanya.


Deg, 'Polisi'gumam Daren terkejut.


"Kami datang kesini menjemput saudara Daren atas tuduhan penculikan dan juga pelecehan kepada saudari Ziandra Nugraha."


"Itu tidak bisa menjadi alasan Nyonya. Kami tetap akan membawa saudara Daren, untuk selanjut nya kita tunggu keputusan pengadilan, " Polisi segera membawa Daren.


"Tolong sampai kan pada ayah dan Ibu Celine, aku pergi. " ucap Daren sebelum polisi menjalankan mobil nya. Celine menangis melihat mobil polisi yang membawa pergi Daren.


"Jo,Daren udah di tahan? " tanya Zain melihat Jo.


"Seharusnya sudah Zain, mungkin sekarang Daren sudah di kantor polisi, "Jawab Jo kembali fokus ke setir mobil.


" Bagus, tuntut Daren seberat-beratnya Jo, kalau perlu sewa pengacara terbaik.Gue akan balas setiap air mata Zia yang keluar ulah Daren. " ucap Zain dingin. Rahang nya mengeras mengingat setiap kali Zia histeris ketakutan.


"Pasti Zain, biar mereka berfikir ulang untuk mengusik keluarga Adhitama ke depan nya, " Ucap Jo menyetujui apa yang dikatakan Zain.

__ADS_1


Mobil Zain sampai di halaman rumah Zia, terlihat gadis pujaan hati nya duduk dibangku taman sambil membaca buku. Jo memilih menunggu di mobil dari pada jadi obat nyamuk antara Zain dan Zia.


"Sayang, " Panggil Zain menyentuh pundak Zia.


"Ahh, Jangan. " Zia spontan memekik terkejut karena sentuhan Zain.


"Sayang, hei! kamu tenang ya. " Zain langsung memeluk Zia mengusap punggungnya lembut. Zia yang mendengar suara Zain perlahan tersadar dari ketakutan nya. "Mas, " panggil Zia mendongak melihat Zain yang tersenyum padanya.


"Iya Sayang, ini Mas bukan orang lain. "Sahut Zain mencium kening Zia. " Ini Mas belikan makanan kesukaan kamu, "ucap Zain menyerah kan sebuah paper bag pada Zia.


" Mas baru pulang? "tanya Zia melihat Zain yang masih memakai setelan kantor.


" Iya Sayang, Mas langsung kesini dari kantor, "Jawab Zain memain kan rambut Zia yang masih dipeluk nya.


"Mas pulang dulu ya, " Pamit Zain mencium lembut kening Zia. Setelah cukup lama menemani Zia mengobrol, Zain pamit pulang ke rumahnya.


"Iya Mas,hati-hati dijalan. " Jawab Zia mempersembahkan senyum manis pada Zain.


"Jangan lupa besok kita ke Dokter lagi ya, Mas yang akan jemput kamu, "Ucap Zain lembut mengacak rambut Zia. kemudian melenggang pergi menuju mobil nya.


Setelah melakukan sidang beberapa kali. Hari ini sidang putusan hukuman Daren atas kejahatan nya pada Zia. Zia hanya sekali menghadiri sidang utuk kesaksiannya sebagai korban,ini kali kedua Zia datang untuk mendengarkan putusan hakim.


Selama persidangan berlangsung berulang kali Daren mencuri pandang pada Zia,Daren sebenarnya menyesal menyakiti Zia tapi karena putus asa membuat Daren kalap.


" Zia.. "Panggil Daren sebelum polisi membawanya keluar dari ruang sidang." Pak, izinkan saya bicara sama Zia sebentar, "pinta Daren yang disetujui oleh pihak kepolisian.


" Zia, maafkan aku. Maaf,aku menyakitimu untuk kedua kali nya.Semoga kamu bahagia bersama Zain, dia laki-laki yang baik yang sangat mencintaimu. Aku menyesal Zia, " Ucap Daren bersimpuh di kaki Zia.


"Berdiri Kak! aku memaafkan mu, semoga kedepannya kamu menjadi lebih baik lagi untuk keluarga kecil mu." Zia membantu Daren berdiri dan hal itu sukses membuat Zain terbakar api cemburu.

__ADS_1


Terima kasih untuk readers ku yang udah mampir,bagi yang belum mampir monggo mampir jangan lupa tinggal kan jejak kalian. Kasih like, komen, hadiah nya juga ya 🙏.


__ADS_2