
Di ruang tamu Zain juga banyak diam, pikiran nya jadi campur aduk, sedih,bahagia jadi satu.
'Seandainya Papi disini ikut menyaksikan kebahagian kami'batinnya.
"Terima kasih untuk keluarga mempelai Pria yang sudah menyampaikan keinginan nya. Sekarang sama-sama kita dengarkan kembali jawaban dari pihak mempelai wanita. " Suara MC kembali membacakan susunan acara berikut nya.
"kepada Bapak Samanta Nugraha selaku orang tua dari pihak mempelai wanita,kami persilahkan memberikan jawabannya kepada keluarga Adhitama! "Jesika mundur ke belakang,sebelum nya sudah menyerah kan mic pada Pak Samanta.
" Terima kasih saya tutur kan pada anak kita Jesika, yang sudah berkenan memandu jalannya acara ini. " Pak samanta mulai buka suara.
"Pertama-tama kami panjatkan puji syukur ke pada Allah SWT, yang telah memberi kita nikmat kesempatan dan kesehatan,sehingga kita bisa sama-sama menyaksikan hari bahagia anak-anak kita.
Pada kesempatan yang baik ini,izinkan saya atas nama keluarga besar Nugraha menyampaikan selamat datang dikediaman kami.
Pertama, kami menyambut baik dengan tangan terbuka kedatangan keluarga besar Adhitama, semoga dengan bersilaturahmi ini bisa menjadi wasilah mendapat kan reski yang barokah dan berumur panjang dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Kedua, terkait dengan permintaan untuk melamar anak kami Ziandra Nugraha, kami sebagai orang tua tidak dapat menjawab permintaan tersebut. Kami akan tanya kan langsung pada anak nya, apakah dia berkenan menerima lamaran Ananda Zain Putra Adhitama. " Tutur Pak Samanta panjang lebar.
"Ma,tolong panggil kan putri kita, " Mama Jeni mengangguk sebelum berlalu menjemput Zia.
Zia di apit oleh kedua sahabatnya yang berjalan di belakang sang Mama.
Semua mata tertuju pada Zia yang memakai kebaya mewah,yang di desain khusus untuk acara lamaran Zia.Senada dengan batik yang di pakai oleh Zain terlihat sangat serasi.
Make up natural,bibir dipoles dengan lipstik nude, rambut disanggul rapi dengan anak rambut menjuntai di kedua sisi telinga nya,terlihat sangat anggun.
"Awas bang liur nya netes," Ameera meledek Zain yang tidak berkedip melihat Zia.
__ADS_1
"Mana ada," Hayalan Zain jadi buyar gara-gara Ameera.
" Sabar Bang,dihalalkan cepat biar bisa di kekep 24 jam. " Ameera memukul pelan lengan Zain memberi semangat.
"Mau nya sih iya, malam ini pun kalau Zia mau di ajak nikah Abang mah ayuk," ingin rasa nya Ameera tertawa keras mendengar Zain ngebet nikah.
"Sayang, kesini berdiri disamping papa! " Zia melangkah naik ke panggung di tuntun sang Mama.
"Nak, Zain dan keluarga nya datang untuk meminang mu,kami semua mengharap kan Jawaban terbaik. Bagaimana Nak? apa kamu menerima lamaran Zain Putra Adhitama? " Zia menatap Papa dan Mama nya bergantian.
Suasana mendadak hening,menantikan jawaban yang akan diberikan Zia. Zia menghela nafas dalam sebelum berkata. "Bismillahir rahmaanir rahiim, Dengan menyebut nama Allah saya Ziandra Nugraha Menerima lamaran dari Zain Putra Adhitama."
Jawaban tulus Zia membuat semua orang bernafas lega.
"Alhamdulillah."
"Dimohon untuk Saudara Zain Putra Adhitama untuk naik ke atas panggung.Kita lanjut ke acara bertukar cincin, " Instruksi dari MC kembali terdengar.
Sebelum bertukar cincin mereka lebih dulu menyerah kan beberapa seserahan diantara nya berisi perlengkapan ibadah, pakaian, satu set perhiasan, make up, tas dan sepatu,dan terakhir buah-buahan.
Senyum tidak pernah surut dari bibir Zain, melangkah teratur menaiki panggung berdiri disamping Zia.
"Zain, kamu duluan yang pasang kan cincin nya pada menantu Mami! " Zain mengangguk patuh. Zain dan Zia berdiri saling berhadapan, Zain menarik lembut tangan kiri gadis nya, kemudian mulai memasang kan cincin berlian asli di jari manis Zia. Begitupun sebalik nya Mama Jeni menyerah kan sebuah cincin pada Zia untuk di pasang kan di jari manis Zain. Senyum menghiasi bibir keduanya,Zain tak menyangka kalau perjuangan nya berhasil sampai dititik ini.
Acara dilanjut kan dengan Sesi pemotretan, seluruh anggota keluarga yang hadir ikut berfoto dengan pasangan fenonemal mereka malam ini. Terakhir Zain dan Zia berfoto mengabdikan momen spesial cinta mereka. Banyak foto Zia dan Zain berbagai pose hasil jepretan fotografer yang sengaja di sewa.
"Kamu suka cincin nya? " Zia memandang cincin yang melingkar dijari manis tangan kirinya.
__ADS_1
"Suka, suka banget malah. Cincin nya cantik, bagus kan di tangan Zia? " Zia memperlihat cincin nya pada Zain.
"Bagus, tapi orang yang memakai nya lebih segala-galanya nya di banding apa pun." Zain mencium punggung tangan Zia.
"Manis sekali, pacar siapa sih ini? " Zia mencubit pipi Zain gemas.
"Sakit Sayang, jangan di cubit nanti Mas cium mau? " Zia merona mendengar panggilan Mas yang disematkan Zain untuk dirinya sendiri.
"Sekarang panggil Mas sayang, kan udah calon suami. Masa manggil calon suami sama kayak manggil Kak Jo, Kak Juna, Kak leo,Mas ngak suka Sayang, " wajah Zia makin memerah mendengar kata calon suami.
"Iya Mas. "Sahut Zia malu-malu. Zain yang mendengar panggilan mesra Zia pada nya, seketika senyum merekah menghiasi di bibir Zain.
" Makan sekarang Sayang?"Zain menggenggam erat tangan Zia berjalan ke meja teman-teman nya yang lain termasuk Ameera.
" Terima kasih ya Kak Zia udah mau jadi calon istri Abang, yang sabar ya menghadapi sikap Abang, Abang nyebelin, bawel, cerewet dan sekarang tambah bucin. "Zain mendengus kesal mendengar hinaan Ameera padanya. Ameera nyengir kuda bergelayut manja di lengan Zia mencari perlindungan dari kemarahan Zain.
" Oke Ameera, sekarang Ame juga adik nya kak Zia dong ya? " tanya Zia melihat ke Ameera."Kita bersatu melawan Kak Zain, " kedua nya bertos ria. Zain mendengus kesal merasa terpojok.
"Kamu mau punya adik yang suka bikin onar seperti Ameera ? " Zain menunjuk Ameera yang berdiri disebelah Zia.
" Tuh kan Abang jahat kak,ngatain Ame tukang bikin onar. "Adu nya sok tertindas.
Waktu pun kian berjalan, sebelum keluarga besar Adhitama pulang mereka lebih dulu membahas acara pernikahan mereka. Hasil kesepakatan bersama pernikahan Zain dan Zia akan dilaksanakan 2 bulan ke depan di salah satu hotel keluarga Adhitama.
Pak Samanta sebagai orang tua dari mempelai wanita pun menyetujui usulan keluarga Zain.
Sekian dulu ya readers ku, kita ketemu lagi di bab berikut nya.Cerita nya sengaja Author bikin santai biar terasa kesan manisnya.
__ADS_1
Mari mampir tinggalkan jejak kalian,kasih like, komen, dan vote nya, rate bintang 5 ya sayang ku.