Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Keinginan Ibu Hamil


__ADS_3

...~ Happy reading ~...


Mata Zia mulai berkaca-kaca,menatap Zain yang seperti nya enggan memenuhi keinginan nya.


"Sayang, jangan menangis! " Zain menghampiri Zia yang duduk bersandar di kepala ranjang.


"Mas akan masak sekarang, kamu tunggu di sini aja ya! " bujuk nya lembut, mengusap pipi Zia yang basah oleh air mata.


"Tidak perlu! udah ngak selera. " Tolak nya memalingkan wajah nya enggan menatap wajah Zain membuat nya semakin kesal.


Zain menghela nafas berat, bingung menghadapi mood Zia.


"Mas minta maaf, Mas janji akan menuruti keinginan kamu! Mas masak sekarang ya? " usul nya lembut menatap Zia dengan tatapan sendu. Mendengar perkataan Zain, perlahan kepala Zia berputar menatap wajah sang suami, sebuah ide muncul dalam otak nya untuk mengerjai Zain.


"Serius? " tanya nya dengan senyum lebar.


Dengan ragu Zain menganggukkan kepalanya, perasaan Zain mendadak cemas melihat senyum Zia yang terasa mengerikan.


"Oke, Zia akan memaafkan kalau Mas mau membelikan bunga mawar tiga warna. " Pinta nya berbinar, tanpa memikirkan perasaan Zain yang berubah mendung.


Lutut Zain menjadi lemas mendengar keinginan Zia yang di luar nalar menurut nya.


"Harus itu ya Sayang? kata nya tadi lapar, ngak mau beli makanan gitu? bunga mawar kan ngak bisa di makan! cuma buat hiasan doang, " bujuk nya selembut mungkin berharap Zia mau merubah keinginan nya.


"Ngak mau! kalau mas ngak mau menuruti yang Zia inginkan, malam ini tidur di luar! " sungut nya seraya menunjuk pintu kamar mengusir Zain.


Zain gelagapan bingung harus menjawab apa, yang pasti dia tidak ingin tidur di luar.


"Iya, eh jangan dong sayang. Mas akan cari bunga nya sekarang! kamu tidur dulu ya, nanti kalau mas sudah pulang, Mas bangunin. " Jawab nya spontan. Dengan langkah seribu, Zain keluar dari kamar setelah mengambil dompet dan jaket nya.


Zain mengendarai mobil nya hampir dua jam, melirik kiri kanan memperhatikan apakah ada toko bunga yang buka tengah malam begini.


"Sial banget nasib gue, baru juga baikan udah dapat musibah aja! untung tadi udah bercocok tanam dulu baru Zia berulah." Gerutu Zain tanpa menghentikan laju mobil nya.


"Telpon Mami aja ah! siapa tau dia ada kenalan orang yang jual bunga dekat kuburan yang buka 24 jam. " Kelakar nya, kemudian merogoh ponsel nya mencari kontak sang Mami.


Sementara di seberang sana, Mami menggeliat merasa tidur nya terganggu oleh suara ponsel nya yang berdering sedari tadi.

__ADS_1


"Halo, Mi. " sapa Zain saat panggilan terhubung. Mami menurunkan ponsel nya kemudian menatap layar ponsel memastikan kalau pendengaran nya tidak salah dengar.


"Zain, " gumam nya.


"Ada apa Zain? " tanya Mami kemudian, setelah memastikan siapa yang menghubungi nya.


"Mami ada kenalan yang jualan bunga yang buka 24 jam ngak? " tanya Zain, membuat Mami terkejut.


"Jual bunga? 24 jam? " balas Mami bertanya.


"Iya, Mi. " Sahut Zain memarkirkan mobil nya di pinggir jalan saat melihat pedagang kaki lima yang jualan bakso.


"Emang nya kamu butuh bunga buat apa? " lagi-lagi Mami bertanya, Zain menghela napas panjang saat bayangan wajah sendu melintas di kepala nya.


"Buat Zia, Mi! dia minta di belikan bunga mawar 3 warna. " Beritahu nya lesu. Mami terbahak mendengar penderitaan anaknya.


"Kok Mami malah ketawa? ngak punya perasaan, bahagia di atas penderitaan anak nya. " Gerutu nya, berniat memutuskan panggilan nya tapi tertahan karena mendengar ucapan sang Mami.


"Itu artinya Zia ngidam, harus di turutin kalau ngak anak kamu bakal ileran! " terang Mami setelah menghentikan tawa nya.


"Kalau ngak salah di rumah Jo ada taman bunga mawar di samping rumah nya. " Beritahu nya, yang teringat saat dulu ke rumah Jo melihat taman bunga mawar yang yang berbagai warna.


"Bakso dulu lah baru ke rumah Jo! " gumam nya, sangat menginginkan saat hidungnya mencium aroma bakso yang terbawa angin.


Setelah perut nya terisi penuh, dengan senyum mengembang Zain melajukan mobil menuju rumah Jo.


"Jo! " panggil Jo berteriak saat panggilan nya di jawab.


"Lo kebangetan Zain, ngak usah teriak. " Bentak nya, telinga nya terasa sakit mendengar teriakan Zain.


"Buka pintu lo! gue di depan sekarang, " ucap nya, Jo beranjak dari pembaringan membuka gorden kamar nya. Dan benar saja, mobil Zain terparkir di halaman rumah nya.


"Ada kepentingan apa yang membawa mu ke sini Tuan muda Adhitama? " Kelakar Jo seraya terkekeh.


Zain mendengus, menarik tangan Jo menuju taman sesuai yang di katakan Mami nya.


"Lo mau bawa gue kemana? " tanya Jo menatap heran pada Zain.

__ADS_1


"Taman bunga Ibu, Lo! " jawab Zain tanpa menghentikan langkah kaki nya.


"Mau ngapain? " lagi-lagi Jo bertanya, Zain mendelik tajam saat Jo menghempaskan tangan nya.


"Istri gue pengen bunga mawar 3 warna.Kata Mami, Ibu lo punya taman bunga di samping rumah. "Terang Zain, baru lah Jo mengangguk paham, mendahului langkah Zain menuju taman bunga tersebut.


Senyum Zain merekah saat menemukan bunga yang dia cari berjam-jam lama nya.


Tanpa bertanya lebih dulu, Zain langsung mengangkat pot bunga mawar dan merah.


Jo mengernyit kening nya memperhatikan apa yang di lakukan Zain.


" Lo mau bawa bunga nya kemana? " Tanya nya sudah mulai curiga.


"Bawa pulang lah! kan gue udah bilang Zia minta bunga mawar 3 warna. Nah, lo angkat yang satu warna putih itu! " jawab nya santai tanpa merasa bersalah. Menunjuk pada pot bunga mawar putih yang masih terletak di tanah.


"Apa? " pekik nya.


"Kalau mau bawa pohon nya minta izin dulu sama Ibu gue! " timpal nya lagi, Zain mendengus kemudian menatap Jo dengan tatapan aneh.


"Lo kan anak nya, gue izin sama lo. Lagian ini masih dini hari, ngak enak gangguin Ibu! siapa tau lagi bikin adek baru buat lo. " Ucap Zain becanda, yang langsung dapat tamparan di pundaknya dari Jo.


"Sialan lo! " umpat Jo kesal, meninggalkan Zain sendirian di taman.


"Hati-hati Bos! di situ ada penunggu nya. " Ucap Jo berteriak, memperingatkan Zain sebelum menutup pintu rumah.


Zain mengusap tengkuk nya yang terasa merinding, suasana mencekam seperti kuburan. Zain berlari menuju mobil


dengan membawa bunga di tangan nya, kemudian menyimpan di bagasi mobil.


"Zaiiinnn..... " Baru saja pintu bagasi tertutup, suara aneh memanggilnya dari belakang.


Dengan badan gemetar serta keringat dingin membasahi pelipis nya, Zain membalikkan badan nya dengan hati-hati.


***


Jangan lupa like ya💞

__ADS_1


Tbc


__ADS_2