
Setelah puas bercerita bersama kedua orang tua nya, Zia menyusul Zain yang sudah lebih dulu masuk kamar. Tanpa mengetuk pintu Zia langsung masuk ke dalam kamar, terlihat Zain tertidur dengan ponsel masih menyala di tangan nya.
"Tentang kehamilan? " Zia membaca artikel di layar ponsel Zain,sebuah senyuman terbit di bibir mungil nya. Zia Menyimpan ponsel Zain,lalu memperbaiki posisi tidur suami nya dan memperbaiki selimut Zain. Setelah membersihkan diri, Zia pun ikut masuk kedalam selimut yang sama dengan suami nya.
Pagi menjelang,mentari pun telah naik bersinar semakin terang. Namun kedua insan itu masih terpejam, saling mendekap memberi kehangatan, kenyamanan terasa berat di usai kan.
"Mmmm.. Mas" Zia melenguh merenggangkan pelukan nya pada tubuh kekar sang suami, dengan mata nya masih enggan terbuka. Bukan nya ikut bangun, Zain pun malah semakin erat memeluk Zia.Suara ketukan pintu malah mengusik kedua nya.
Tok tok tok..
"Zia.. Bangun Nak! "Suara mama terdengar dari balik pintu.Zain yang mendengar suara mertua nya, seketika menyadari kalau saat ini mereka sedang menginap di rumah Zia.
" Jangan sampai mereka ilfil punya menantu seperti ku! " gumam Zain dalam hati.
Cup
"Morning kiss sayang! " Zain mencium bibir istri nya. Kemudian beranjak menuju kamar mandi, tapi langkah kaki nya tertahan oleh tangan Zia yang memeluk nya dari belakang.
"Mau mandi bareng! " Ujar Zia yang sudah naik ke punggung Zain.
"Kita lagi di tungguin di bawah sayang, ntar telat, ngak enak sama mama dan papa! " Ucap Zain menolak ajakan Zia. Kalau sudah mandi berdua akan memakan waktu lama, karena Zain tidak akan tahan melihat tubuh polos Zia di anggurin.
"Justru mandi berdua lebih hemat waktu Mas! " Ujar nya sengaja ingin mengerjai Zain.
"Jangan salahkan Mas jika sesuatu terjadi! " Ucap Zain tersenyum penuh arti, berjalan seraya menggendong Zia di punggung nya.
Setelah menyelesaikan kegiatan mandi plus plus nya, Zain dan Zia segera turun menuju ruang makan dengan Zia yang terus bergelayut di lengan Zain.
"Pagi Ma, Pa! " Sapa Zain kikuk karena membuat mertua nya menunggu lama.
__ADS_1
"Pagi... Kenapa lama sekali turun nya? kasian Zain kelaparan! " Ujar Mama menatap pada Zia yang cengengesan.
"Belum terlalu lapar Ma! " karena udah sarapan dalam kamar mandi, sambung Zain dalam hati.
*****
"Mas, Zia ikut ke kantor kamu ya! " Zia sedari tadi merengek minta ikut ke kantor Zain.
"Lain kali aja ya Sayang, Mas hari ini harus ke lapangan meninjau pembangunan hotel di Lembang, " Sahut Zain mengelus pipi Zia lembut.
"Kalau gitu Zia ikut Mas aja! " Ujar nya lagi menatap Zain penuh harap. Zain menghela napas panjang,menghadapi ibu hamil butuh kesabaran ekstra, itulah yang masih Zain ingat saat membaca artikel tentang kehamilan.
"Ngak bisa sayang, kamu lupa apa kata dokter?ngak boleh kecapean. Kasihan dedek bayi nya kalau kamu kelelahan. " Tolak Zain tegas, Zain mencoba membujuk Zia dengan alasan bayi mereka.Zia menekuk muka nya kesal karena harus berpisah dari Zain.
Hari ini Zain dan Zia kembali bekerja setelah libur selama 2 hari untuk pemulihan Zia, selain itu, Zain dan Zia ingin menghabiskan waktu bersama keluarga Zia.
"Janji ya! ngak lama. " Ucap Zia merubah posisi duduk nya menghadap Zain.
"Iya Sayang, " sahut Zain tersenyum, mengacak-acak pelan rambut istri nya.
Sesampai nya di lobby kantor, Zia sudah di tunggu oleh sang Papa. Zia mengerinyit bingung melihat papa nya yang datang ke kantor, karena semenjak Zia menikah baru kali ini papa nya masuk kantor kembali.
"Papa ke kantor? "Tanya Zia saat di hadapan pria paruh baya yang masih gagah itu.
" Iya, Mulai hari ini papa akan kembali ke kantor membantu kamu, Papa ngak mau kamu kelelahan, kasihan cucu papa. "Ujar nya membuat Zia merasa terharu, mata nya mulai berkaca-kaca.
" Zia sayang Papa! " Suara Zia bergetar memeluk papa nya.
"Jangan nangis, ibu hamil ngak boleh sedih! " Zain mengusap lembut punggung Zia yang sedang memeluk papa.
__ADS_1
"Zia semakin sensitif Pa, menurut yang Zain baca kata nya faktor kehamilan. " Zain memberitahu mertua nya yang menatap bingung.Yang di balas anggukan oleh Papa.
"Zain titip Zia ya Pa! " Ucap Zain sebelum pergi, mencium tangan mertua nya tanda bakti seorang anak pada ayah. Kemudian mencium seluruh wajah istri nya, tanpa malu Zain berlutut sejajar dengan perut Zia.
"Jaga Mama ya, jangan rewel. " Ucap Zain seolah-olah mengajak anak nya berbicara,terakhir mencium perut datar Zia.
Papa hanya geleng-geleng kepala melihat anak dan menantu nya yang suka sekali mengumbar kemesraan di depan umum. Kalau biasa nya Zain lah yang suka tidak tahu tempat, sekarang Zia malah ikut-ikutan. Zia melambaikan tangan saat Zain mulai melajukan mobil nya.
Sesuai yang di rencanakan, Zain dan Jo berangkat ke lapangan untuk meninjau perkembangan pembangunan hotel milik Adhitama. Pembangunan nya yang sudah 80 persen, Zain tersenyum puas menatap gedung yang menjulang tinggi di depan nya. Sebuah hotel bintang lima yang sudah hampir selesai, bahkan jauh sebelum waktu yang di target kan.
"Kerja yang bagus Jo, kali ini hotel kita akan rampung dalam waktu yang singkat. " Ucap Zain tersenyum tipis menatap Jo.
"Lo benar Zain, " Sahut Jo yang juga merasa puas dengan pencapaian mereka. Ditengah ke keasikan mereka, ponsel Zain berdering.
"Katakan! " Ucap Zain langsung tidak sabaran.
"Saya sudah meretas cctv yang ada di depan kafe, berdasarkan waktu dan tempat kejadian, hasil penyelidikan mobil tersebut tercatat atas nama Daren Sanjaya. " Ucap seseorang dari seberang sana. Zain meremas kuat ponsel di tangan nya, rahang nya mengeras mendengar informasi dari orang suruhan nya.
"Daren! " Teriak Zain geram menendang ban mobil yang ada di dekat nya.
"Kek nya ngak mungkin Daren Zain, " Jo ikut bersuara, rasa nya ada yang janggal, bukan kah Daren masih di penjara pikir nya.
"Ngak ada yang ngak mungkin Jo, bisa jadi Daren menyuruh seseorang mencelakai Zia. Dia tidak rela melihat Zia bahagia dengan ku! " Ucap Zain lagi, masuk kedalam mobil. Jo pun segera mengikuti Zain masuk mobil, sebelum ia menjadi pelampiasan emosi Tuan nya.
"Kita ke kantor polisi! " ucap Zain dingin, Jo pun dengan patuh membelokkan mobil melaju ke kantor polisi.
💫✨✨💫
Komen dong Say, kasih masukan ide nya, author udah mumet ini. ...
__ADS_1