
...~Happy reading~...
"Kata nya Mas mau kasih tau hal penting, hal penting apa? " Tanya nya ketus.
Zain menghela napas berat, menatap Zia dengan tatapan terluka.
"Sabar Sayang, Mas tau kamu masih marah. Tapi tolong di sini dulu sebentar! Mas masih rindu sama kamu. Kita hampir sebulan berpisah, apa tidak ada sedikitpun rasa rindu untuk Mas? Mas sadar, karena terlalu lengah masalah ini bisa terjadi, tapi percaya lah! ini hanya akal busuk seseorang untuk merusak rumah tangga kita. " Zain menggenggam tangan Zia yang ada di atas meja, Menatap sendu mata istrinya.
"Aku juga merindukan Mas, tapi ogah buat mengakuinya! aku masih marah sama kamu, " gumam nya dalam hati.
Zain merogoh kantong celana dan mengambil ponsel, kemudian menyodorkan ke hadapan Zia.
"Coba dengarkan! ini rekaman asli suara Demian ayah perempuan itu yang menjebak ku. Kalau kamu kurang percaya, kamu boleh bawa rekaman ini ke tim IT untuk di uji keaslian nya. " ucap nya menatap penuh harap pada Zia.
Tangan Zia terulur mengambil ponsel milik sang suami, memutar rekaman yang Zain kata kan.
Zia tertegun mendengar percakapan mereka, kalau memang Zain di kasih obat tidur, Zia berasumsi malam itu tidak terjadi sesuatu di antara mereka, apalagi berdasarkan kesaksian Jo, kalau malam itu sempat melihat Zain di bawa dalam keadaan tidak sadar kan diri. Tanpa sadar, Zia menghembuskan nafas lega, meskipun ini hanya rekaman suara, tapi bagi Zia ini merupakan titik terang dari prasangka buruk nya pada sang suami.
"Kamu dapat ini dari mana Mas? " tanya nya kembali memberikan ponsel Zain.
"Dari orang suruhan Jo, dan ya! Mas mau kasih tau kamu, kalau besok kami akan ke sana lagi menuntaskan masalah ini, Mas mau masalah ini secepatnya selesai. Mas ngak sanggup seperti ini terus! apalagi papa mau memisahkan kita. " kata nya putus asa.
"Humm.. " Zia mengangguk membenarkan perkataan suami nya.
"Zia pamit pulang ya Mas, soal nya Zia izin sama Papa ke supermarket. " kata nya berniat pergi, Zain berdecak melihat Zia seperti menjauhinya.
" Hadeehh.. Gini amat ketemu sama istri udah kayak ketemu selingkuhan. " Keluh nya dalam hati.
" Ngak makan dulu ? " tanya Zain lembut berusaha menahan Zia.
"Zia pengen makan siomay Mas, di sini ngak ada. " ucap nya berubah murung, Zain tersenyum smirk, sebuah ide licik muncul dalam otak nya.
"Mas temani ke pasar kuliner tempat favorit kamu, mau? " Wajah Zia berbinar, tanpa pikir panjang, Zia mengangguk dengan senyum sumringah di wajahnya.
Zain bersorak dalam hati, menggandeng tangan Zia membawa nya keluar dari kafe.
Sebelum pergi, Zain sengaja memberikan beberapa lembar uang bewarna merah pada supir Zia, katakanlah sebagai uang tutup mulut.
__ADS_1
"Ayo Pak! jalan. ingat! jangan ember sama mertua saya." Meskipun suara Zain biasa saja, nada ancaman nya tetap terasa. Pak supir hanya menangguk, kemudian melajukan mobil.
******
"Ziaaa! " Mata nya memicing menatap aneh pada Zia yang berjalan seraya bersenandung ria menuju kamar nya.
"Ya Ma, " jawab nya tersenyum, berjalan menghampiri Mama nya yang memanggil.
"Ini ada martabak manis buat Mama. " menyerahkan sekotak martabak yang di belikan Zain tadi.
"Bahagia banget kayak nya, habis menang lotre? " tanya mama menatap lekat mata anak nya.
"Ah eh, anu Ma. Bukan menang lotre, ini lebih dari itu. " ucap nya membuat Mama tambah penasaran.
"Apa? " Zia mendekat dan berbisik.
"Rahasia. " celetuk nya kemudian terbahak menatap wajah kesal sang mama. Kemudian beranjak melangkah naik ke kamarnya.
Sedangkan di luar negri,
"Semua investor kita menarik saham nya, Tuan! Kalau dalam waktu dekat kita tidak mendapatkan investor baru, perusahaan kita akan bangkrut. " ucap nya takut-takut menyampaikan kondisi perusahaan saat ini.
Drett.. Drrrrttt..
"Markas kita di kepung ratusan polisi Tuan! " Informasi dari seberang sana membuat Demian semakin marah.
Bukh,
Ponsel mahal itu mendarat sempurna di lantai.
"Sial sial.. Kalau begini cara nya tidak hanya perusahaan yang bangkrut, aku juga akan terpenjara. " ucap nya frustasi.
"Cepat selidiki semua nya, brengsek! " teriak nya pada kacung nya itu. Tanpa menjawab asisten nya memilih keluar.
"Dari pada aku terseret ke dalam masalah ini, lebih baik aku datang sendiri pada Tuan Zain, sebelum hal yang serupa terjadi pada ku, " tekad nya dalam hati.
"Gimana ? apa pelayan itu mengaku ? " tanya Zain menginjakkan kaki nya masuk ke dalam markas tempat penyekapan.
__ADS_1
"Sudah Tuan, dan semua kesaksian nya langsung kami simpan di sini. " beritahu nya, menyerahkan sesuatu pada Zain.
Setelah menyelesaikan urusan nya di sana, Zain langsung menuju perusahaan Demian, dan yang pasti di temani oleh Alex dan antek-antek nya.
Prok prok prok.
Zain bejalan masuk ke dalam ruangan Zain sambil bertepuk tangan, menatap sinis wajah pria tua di hadapan nya.
"Bagaimana? " tanya nya santai tersenyum miring menatap remeh pada Demian.
Alis nya terangkat menatap bingung tidak mengerti maksud pembicaraan Zain.
"Jangan bilang semua ini ulah kamu! " Tuding nya menunjuk wajah Zain.
"Tepat sekali! itu balasan atas perbuatan anda dan putri anda yang sudah berani mengusik saya. " jawab nya seraya tersenyum mengerikan, menjentikkan jari di depan mata Demian, kemudian tertawa mengelilingi tubuh Demian yang mulai ketakutan, apalagi menatap wajah sangar Zain yang baru kali ini ia lihat.
"Perusahaan anda tidak mungkin bisa di selamatkan! dan mungkin sebentar lagi polisi juga datang untuk menangkap anda, Tuan! " kata nya sengaja mengancam.
"Saya tidak melakukan apa pun, justru di sini kami yang di rugikan, setelah merampas kesucian putri saya dan pergi seenak nya tanpa mau bertanggung jawab. Dan sekarang malah menghancurkan bisnis ku! " teriak nya menyanggah tuduhan Zain pada nya.
"Ck ckckck..Dalam keadaan genting seperti ini, anda masih berusaha membela diri? hebat! Keberanian anda patut di acungi jempol. " Zain berbalik mengambil sesuatu di tangan Jo,
"Disini ! " Zain sengaja menjeda ucapan nya, berjalan mendekat dan meletakkan map dengan kasar di dada Demian.
"Semua bukti kejahatan anda selama ini ada di dalam nya. "
"Bagaimana bisa? " tanya nya gelagapan, wajah nya pucat pasi saat melihat isi map di tangan nya.
"Tentu bisa! bahkan yang tidak bisa anda lakukan, bisa saya lakukan. " Ucap nya angkuh.
"Apa mau mu? " menatap tajam pada Zain yang tersenyum licik pada nya.
"Saya akan menyelamatkan perusahaan anda, tapi dengan satu syarat! "
****
Ckckck Demian.. Kena kan.
__ADS_1
Jangan lupa like ya💞 dan tap love nya Say.