
UNTUK PEMBACA NOVEL TERJEBAK CINTA 2 PEWARIS YANG SETIA DARI AWAL, LANJUTAN EPISODE KALIAN ADA DI EPISODE COMPLICATED 3 .
KARENA SAYA MENGUBAH JUDUL NOVEL SAYA HARUS MERUBAH AWALAN DAN MENAMBAH BAB BARU DI AWAL NOVEL JUGA.
INI BUKAN MENGULANG BAB TAPI BAB NYA MUNDUR KARENA SAYA MENAMBAH EPISODE ATAU MENAMBAH BAB DI AWAL.
***
Malam yang dingin untuk Nindya dan juga Dino. Mereka saling menemani hati yang luka satu sama lain meski hanya melalui saluran telfon dan saling pandang dari jarak yang cukup jauh, membuat Nindya lebih tenang, membuat perasaan Dino pun juga lebih ringan, mereka saling mengobrol sepanjang malam dan pada tengah malam Dino berpamitan untuk pulang dengan mengatakan bahwa ia akan selalu merindukan Nindya.
Saat itu Nindya belum benar-benar menyadari bahwa Dino lah yang ternyata begitu berarti baginya dan ketika Nindya menyadarinya sekarang, semua sudah terlambat.
Sejak awal pertemuan mereka di cafe, Nindya sudah memiliki sesuatu yang bergetar di dadanya, namun fikiran dan akal sehatnya yang tidak ingin kerja kerasnya sia-sia hanya karena kisah percintaan remaja, ia memilih untuk segera menepis jauh perasaannya pada Dino apalagi kabar yang Farah berikan Dino adalah playboy.
Sekarang keadaanya sudah tidak memungkinkan lagi baginya, hati nya ingin berlari berlabuh pada Dino namun raganya terpenjara di sebuah istana megah yang sunyi dan sepi, lagi pula mana mungkin Dino akan mencintainya dalam keadaan yang sudah tidak suci lagi dan dengan cepat Nindya harus menepis pikiran itu kembali pada kehidupan nyata.
"Tuan Dirga belum pulang, apa malam ini dia tidak pulang?" Kata Nindya yang masih duduk di sofa lantai bawah.
"Nona masuk saja tidur di kamar, nanti kalau Tuan Dirga pulang biar saya yang buka pintu, ada suami saya juga yang masih jaga di depan." Kata Mbok Winarsih.
"Tidak apa-apa mbok, biar saya tunggu di sini sampai Tuan Dirga pulang." Kata Nindya.
Nindya ingin sekali bersikap acuh pada pria itu, namun entah kenapa itu semua bukan lah sifat Nindya, dia tidak tega meski setiap hari Dirga hanya menekan perasaannya dengan kalimat-kalimat kasar suaminya.
Hingga akhirnya Nindya pun tertidur di atas sofa, tanpa ia sadari ayam milik Pak Purbo sudah berkokok, matahari sudah sedikit menyembulkan secercah sinarnya meski masih bersembunyi di balik bukit dan embun masih sangat tebal.
"Semalaman Nyonya tidur di sini?" Tanya Mbok Winarsih yang tergopoh menghampiri Nindya.
__ADS_1
"Saya ketiduran Mbok... Tuan Dirga belum pulang mbok?" Tanya Nindya melihat ke arah luar dan tak ada mobil milik Dirga yang biasanya di parkir.
"Belum Nyonya... Mungkin masih sibuk, Felix pun beberapa hari juga tidak pulang..." Kata Mbok Winarsih menenangkan Nindya.
***
Pagi yang muram bagi orang tua Nindya, Tri Ningsih duduk di ruang tamu memakai kaca mata nya, tidak seperti biasanya, wanita berumur itu sudah beberapa hari tidak semangat untuk bekerja, entah ini adalah yang ke berapa kali baginya membuka surat dari Nindya.
Setiap membaca surat dari putrinya, matanya selalu berair dan tak jarang ia hanya sampai pada pertengahan dan tak sanggup lagi membacanya.
Assalamu'alaikum Emak...
Bagaimana kabar Emak? Nindya harap Emak baik-baik saja.
Mak... Nindya ingin menyampaikan sesuatu, bahwa Nindya dalam keadaan baik-baik saja dan sehat. Nindya harap Emak juga begitu.
Mak maafkanlah segala kesalahan-kesalahan Nindya jika selama Nindya hidup bersama emak dan bapak belum pernah bisa berbakti dan membalas segala apa yang telah emak dan bapak berikan pada Nindya. Banyak sekali hal yang telah emak dan bapak berikan untuk Nindya, dan Nindya tahu, tidak akan pernah bisa membalas semua kasih sayang dan perhatian emak serta bapak sekalipun dengan uang yang tidak terbatas.
Mak sudah memalui banyak jalan terjal dan berliku, dan Nindya sebagai anak belum bisa membahagiakan emak dan bapak. Diusia Nindya yang sudah dewasa dan emak yang tak lagi muda seharusnya Nindya bisa menopang keluarga.
Lingkaran hitam di mata emak, kaki yang mulai rapuh dan kurus, lalu panas terik matahari yang selalu membakar kulit amak, peluh keringat selalu mengucur membuat Nindya semakin marah pada diri Nindya.
Apalagi wajah cantik emakku kini mulai tergores garis keriput, rambut yang beruban dan tubuh yang kian mulai sering merasa lelah membuat Nindya benar-benar menyesal belum dapat memberikan kenyamanan apapun untuk emak dan bapak.
Atas segala peluh, air mata, perjuangan serta kasih sayang emak untuk Nindya selama ini, dan perjuangan emak melahirkan Nindya dengan mempertaruhkan nyawa membuat Nindya semakin dalam terjerumus dalam rasa penyesalan.
Apa yang telah Nindya lakukan pada emak dan bapak?
__ADS_1
Dengan santainya dan bangganya Nindya melanggar janji atas larangan kalian.
Dan tanpa sadar, bahwa selama ini yang telah Nindya beri hanyalah duka dan air mata.
Bukan perjuangan serta kebahagiaan seperti yang kalian berikan pada Nindya.
Mak... Di sisa waktu yang kita miliki saat ini dan melalui secarik kertas dan goresan tinta, Nindya berterimakasih pada emak dan bapak dan izinkan Nindya berucap maaf untuk menyesali ribuan tusukan belati yang telah Nindya torehkan pada hati emak dan membuat emak di penuhi rasa kekecewaan serta penyesalan yang telah memiliki anak seperti Nindya.
Meski Nindya tahu apa yang Nindya katakan tak bisa sepenuhnya menghapus luka itu, lalu izinkan Nindya mengubah pribadi Nindya menjadi sosok mulia seperti emak. Engkaulah sosok mulia di balik duka.
Semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan untuk emak dan bapak meski itu bukan karena Nindya atau dari Nindya, dan semoga kesehatan selalu tercurah pada emak dan bapak.
Nindya sayang emak dan bapak, maaf amak Nindya tidak bisa lagi memberikan uang bulanan dan hanya ini sisa tabungan dari Nindya setelah bertahun-tahun bekerja. Uang 8juta ini semoga bisa memberikan manfaat untuk emak dan bapak. Lalu ada kalung yang Nindya simpan di almari, emak dan apak bisa memakainya juga saat keadaan terdesak.
Maafkan Nindya yang tidak berbakti dan justru menorehkan rasa kecewa serta rasa sakit di hati emak dan bapak. Maafkan Nindya yang sudah tidak dapat membantu meringankan hutang-piutang emak dan bapak lagi, semoga ada jalan dan kemudahan bagi kalian dapat naik dari kubangan lintah darat.
Nindya beribu ribu memohon maaf pada emak dan bapak. Nindya sayang kalian.
Tri Ningsih menangis dengan tersedu mendekap surat dari anaknya. Rambut putihnya yang belum ia sisir menambah nelangsa sosok nya yang semakin menua.
Terlihat pula sebuah amplop pemberian dari Pak Dirga masih ada, kemudian Tri Ningsih membuka amplop milik Pak Dirga lagi, di dalam nya terdapat 5 cek uang dengan masing-masing memiliki nominal 20juta.
"Udah mak... Jangan di sesali, Nindya bilang dia bahagia." Sahut Wagiman.
"Itu cuma dari mulutnya pak, seorang ibu bisa merasakan bagaimana keadaannya yang sebenarnya." Kata Tri Ningsih sembari mengelap ingus dan air matanya.
"Lagian, kita ini memang miskin dan butuh uang, tapi hati ku sakit melihat cek-cek uang ini, seolah-olah mengatakan bahwa Nindya sudah di beli."
__ADS_1
"Yowes to mak... Kita doakan yang terbaik buat anak kita, semoga Nindya benar-benar bahagia." Jawab Wagiman menenangkan istrinya.
\~bersambung\~