TERJEBAK CINTA 2 PEWARIS

TERJEBAK CINTA 2 PEWARIS
Asal Usul Dirga & Dino


__ADS_3

...JANGAN DI SKIP YA TAKUT BINGUNG.🙏...


..."FLASHBACK ON"...


Dalam keadaan marah Hartono mengambil keputusan bahwa ia yakin dirinya tidaklah mandul.


Hartono masuk dengan mantap di sebuah club malam VIP dan memesan beberapa minuman serta beberapa wanita untuk menemaninya.


Seorang pengawal pun hanya menunggu di depan pintu ruangan Hartono Jaelani.


Sang manager menghadirkan beberapa wanita dan berbaris tepat di depan Hartono Jaelani. Kemudian pria mapan yang sukses itu memilih dan memperhatikan setiap wanita yang berdiri di hadapannya.


Wanita-wanita itu memang cantik dan menggoda, serta ada pula yang merayunya. Namun Hartono lebih memilih wanita berambut panjang yang berada di bagian ujung, berulang kali wanita itu terlihat tidak nyaman dengan pakaian seksinya.


"Aku pilih dia, sisanya suruh pergi." Kata Hartono Jaelani.


Malam itu Hartono di temani seorang gadis yang bekerja di club malam, itu adalah pertama kalinya ia menginjakkan kaki di club malam dan pertama kalinya pula sang gadis malam itu bekerja di bar.


"Siapa namamu..." Tanya Hartono.


"Yas... Yasmine..." Kata gadis itu malu.


Hartono lalu tenggelam dalam alkohol, ia meminum setiap teguk gelas yang di berikan Yasmine. Pria itu memang sengaja membuat dirinya mabuk hingga ia tidak akan merasakan berdosa atau merasa bersalah pada dirinya sendiri.


"Lepaskan pakaianmu..." Kata Hartono, yang kesadarannya kini mulai di bawah pengaruh alkohol.


"Di... Di sini?" Tanya Yasmine.


"Mau dimana lagi?" Kata Hartono.


"Ba... Baik..." Yasmine hanya menurut, jemarinya siap menurunkan risleting gaun ketatnya yang berwarna merah menyala.

__ADS_1


"Hmm.... Stop!" Hartono meraih tangan Yasmine untuk berhenti.


"Kita pergi ke suatu tempat." Bisik Hartono Jaelani pada Yasmine.


Akhirnya Hartono Jaelani mengajak Yasmine ke sebuah hotel berbintang yang mewah, sang pengawal serta Yasmine membantu Hartono Jaelani berjalan, mereka memapah tubuh Hartono Jaelani.


Berulang kali pria itu mengatakan sesuatu kalimat rancau yang tidak jelas karena pengaruh alkohol.


Saat berada di dalam kamar hotel Hartono Jaelani dan Yasmine hanya saling memandang, pria itu duduk di tepi ranjang sedang Yasmine masih berdiri.


"Sebelum melepaskan semua pakaianmu, sebaiknya kamu bersihkan badut itu dari mukamu." Kata Hartono Jaelani menyengir dan mengekspresikan tangannya pada wajahnya sendiri.


Setelah Yasmine selesai membersihkan wajahnya, kini terlihatlah bagaimana wajah asli Yasmine yang cantik dan lugu, bahkan wajah seorang gadis yang terlihat sangat polos tanpa riasan.


"Cantik juga... Hahaha... Aku akan membayarmu mahal, apalagi jika kamu bisa hamil, aku akan memberikan 1 perusahaanku padamu." Kata Hartono Jaelani sembari tertawa terbahak-bahak menunjuk pada Yasmine.


Yasmine kemudian menurunkan gaunnya, gadis itu tidak menganggap serius perkataan Hartono Jaelani apalagi pria itu sedang mabuk berat.


Hartono Jaelani dengan cepat menarik tubuh Yasmine ke hadapannya, Yasmine yang masih dalam keadaan berdiri tubuhnya menjadi sekaku baja tatkala wajah Hartono Jaelani terbenam dalam 2 gunung miliknya.


Hingga pagi pun datang Hartono sudah bersiap dengan baju nya yang rapi dimana pengawal pribadinya membawakan semua perlengkapan untuknya sedangkan Yasmine masih dalam keadaan tidur, Hartono memberikan sepucuk surat di atas meja sebelum ia pergi.


"Kita akan bertemu lagi untuk melakukannya lagi, dan jika kamu hamil aku akan berikan 1 perusahaanku untukmu. Tinggallah di sebuah rumah yang ku berikan padamu."


Hartono menaruh sebuah kartu namanya, paltinum card, uang cash dan sebuah kunci rumah di atas surat catatan tersebut.


Kartu kredit platinum merupakan kartu kredit dengan tingkatan paling tinggi.


"Dan aku bisa memberikanmu black card jika kamu bisa melahirkan seorang anak." Kata Hartono Jaelani lirih.


Kemudian Hartono pergi meninggalkan Yasmine. Namun di sisi lain, ketika Yasmine bangun ia justru memilih untuk tidak mengambilnya. Yasmine hanya mengambil uang cash sebesar 500ribu dan barang-barang lainnya di berikan pada seorang pengawal yang menjaganya di pintu luar hotel.

__ADS_1


Hartono yang mendengar itu justru terkejut, bagaimana ada seorang wanita yang tidak menyukai uang? Jelas-jelas ia juga memberikannya sebuah rumah. Namun kenapa ia tidak mau mengambilnya.


Mulai dari sanalah, Hartono tertarik dengan sifat dan kepribadian Yasmine.


Setelah pertemuan itu pun Yasmine memilih untuk hidup seperti biasanya, di sebuah kos yang berukuran kecil dan di pinggiran bantaran sungai.


Yasmine hidup dengan sangat berat setelah kepergian orang tuanya, rumah nya pun di desa tidak berdiri di atas tanah mereka sendiri melainkan tanah milik balai desa dan akan ada penggusuran.


Yasmine memilih merantau ke kota, dengan iming-iming menjadi karyawan toko, dan dengan mudahnya Yasmine mempercayai tetangganya, namun setelah sampai di kota ternyata Yasmine di jadikan wanita penghibur di club malam.


Saat itu, pertama kalinya Yasmine memakai pakaian yang bahkan tidak bisa menutupi lutut dan pahaya, bagian atasnya pun tidak bisa sepenuhnya menutupi dadanya. Yasmine sangat tersiksa namun sebuah kontrak sudah terlanjur ia tanda tangani, jika putus di tengah jalan ia akan mendapatkan sanksi pinalti.


Dan malam itu, Hartono Jaelani lah pelanggan pertamanya.


Pada akhirnya, hari demi hari Hartono tetap rutin menemui Yasmine namun bagi Yasmine hubungan itu tidak lebih dari sekedar bisnis yang saling menguntungkan. Yasmine memberikan pelayanan dan ia di bayar untuk itu.


Berulang kali Hartono menawarkan beberapa rumah yang bagus untuk di tinggali atau kartu-kartu, Yasmine tetap menolaknya secara halus.


"Ada banyak sekali rumah mewah yang sudah ku perlihatkan, kamu tidak tertarik dan tetap menolak, kartu-kartu ini juga idaman semua wanita, kamu juga menolaknya, lalu apa mau kamu Yasmine, katakanlah aku pasti akan memberikannya." Ujar Hartono yang sedang memeluk Yasmine di atas ranjang putih.


"Aku tidak mau menjadi manusia yang bergantung padamu, membuat sifat mandiri serta sifat kuat yang aku miliki hingga hari ini menjadi runtuh, itu hanya sebagai sikap pertahanan diriku, bagaimana jika suatu saat nanti aku tidak bisa menggunakan fasilitas-fasilitas itu lagi, dan aku sudah terlanjur merasakan enaknya." Kata Yasmine menolak pemberian Hartono dengan sifat dan prinsip teguhnya. Yasmine kembali menaruh kartu-kartu itu kembali pada tuannya.


Hartono pun tidak dapat berbuat apapun dengan keputusan kuat Yasmine.


****


Singkat cerita, minggu demi minggu pun berlalu. Hubungan yang semakin dekat, hubungan yang bahkan lebih dekat dari nadi, hubungan yang selalu bergairah, desahh nafas yang selalu bersahutan, serta ciuman mesra yang sudah semakin tidak asing untuk Yasmine dan juga Hartono membuat Yasmine akhirnya memilih untuk pergi dari kehidupan Hartono Jaelani, ia mulai merasa jalan yang selama ini ia tempuh adalah kesalahan dan dosa besar.


Yasmine membayar pinalti kontraknya dengan menggunakan perhiasan yang Hartono hadiahkan padanya, dan sisanya di jual untuk mencari tempat tinggal yang jauh.


Yasmine tetaplah memiliki hati nurani, ia tetap merasa tidak akan adil untuk Maryam Husein, dia adalah wanita yang sah di samping Hartono Jaelani.

__ADS_1


Yasmine memutuskan untuk pergi dan hidup sendiri di sebuah pondok yang jauh dari kota, ketika ia pergi pun sudah dalam keadaan hamil kemudian melahirkan seorang anak laki-laki yang lucu, di bantu oleh seorang dukun bayi.


~bersambung~


__ADS_2