
Beberapa tahun kemudian....
Di sebuah gedung yang mewah dan sudah di dekor dengan banyak bunga warna-warni, sepasang pengantin yang telah usai melakukan akad nikah menggelar pesta yang sangat meriah. Mereka adalah Dino dan Nindya.
"Papa... Papa..." Zidan berlari ke arah Dirga.
Saat itu Dirga baru saja tiba dari Singapura, pria itu menjalani serangkaian perawatan panjang yang tidak sebentar bersama Felix.
FLASHBACK ON
Kejadian kecelakaan yang di alami Dirga, membuat kondisi Dirga tidak dapat menggerakkan kakinya.
Setelah sekian banyak bukti di kumpulkan oleh Felix dan Nuel, kemudian Dino pun menjebloskan Maryam Husein ke penjara.
Hakim mengetok palu dan memutuskan bahwa Maryam Husein terbukti bersalah dan di jatuhi hukuman mati karena telah melakukan percobaan pembunuhan berencana.
Namun bulan demi bulan berlalu dan, masalah tidak sampai di sana Dirga harus terpuruk dalam kondisi dimana kakinya tidak dapat di gerak kan namun kondisi tubuh Dirga perlahan semakin membaik meski mental dan perasaanya hancur ketika kedua kakinya tidak lagi bisa berjalan.
Setelah banyak bulan di lalui Dirga di rumah sakit, akhirnya pria itu bisa kembali pulang. Saat itu semua orang sudah berkumpul di Mansion Utama, makan malam bersama dan mengobrol dengan di selingi candaan.
Dirga berangsur mulai bisa menerima kenyataan apa yang sudah ia alami, dan ia percaya semua ini di berikan padanya karena tuhan sedang menghapus segalanya dosannya di masa lalu.
"Aku ingin kalian menikah. Itu permintaanku, dan aku tidak ingin ada penolakan, aku tahu kalian saling mencintai." Kata Dirga kemudian.
Hartono menepuk bahu Dirga, serta Yasmine membelai lengan kiri Dirga.
"Apa yang kamu bicarakan Dirga." Kata Nindya.
"Dengan berkumpul seperti ini dan aku melihat Zidan tumbuh sehat dan bahagia, itu semua sudah cukup bagiku, sekarang saatnya kamu mendapatkan cintamu Nindya. Apalagi aku tahu bagaimana Dino sangat mencintaimu. Berbahagialah untuk kalian." Kata Dirga.
"Dirga kamu tidak perlu melakukan ini jika hanya karena menyesal, aku pun siap jika kamu ingin bersama dengan Nindya lagi..." Kata Dino.
"Tidak Dino, sudah cukup bagiku memisahkan kalian, dari awal semua hanyalah salah paham yang terlanjur menjadi penyakit, dan aku sudah bahagia sekarang, aku akan merasa lega dan sangat bahagia jika kalian mau bersatu." Kata Dirga lagi.
Yasmine memeluk Dirga dari samping.
"Aku tahu kau pria hebat Dirga. Mama menyayangimu." Kata Yasmine.
"Dan untuk kalian berdua aku ingin kalian meresmikan pernikahan kalian juga, Maryam Husein telah menerima ganjarannya, tidak ada lagi penghalang diantara kalian." Kata Dirga pada orang tuanya.
Hartono mengangguk pelan dan menepuk lagi punggung anak laki-lakinya.
"Aku akan pergi ke singapura menjalani pengobatan. Aku akan bersama Felix." Sahut Dirga.
"Kapan kamu pergi?" Tanya Dino.
"Besok aku akan pergi."
"Secepat itu?"
"Lebih cepat lebih baik, aku ingin melihat kalian menikah." kata Dirga.
FLASHBACK OFF
__ADS_1
Berbulan-bulan lamanya di singapura akhirnya Dirga pulang ke Indonesia dan menghadiri pesta pernikahan Dino serta Nindya.
Dirga masih duduk menggunakan kursi roda sedang Felix masih dengan setia mendorong kursi roda tersebut.
"Anakku sudah besar, berapa tahun papa tidak melihatmu." Kata Dirga mencium Zidan.
"Papa aku senang melihat papa pulang, selama ini aku cuma melihat papa dari layar ponsel mama." Kata Zidan.
"Anak pintar, berapa sekarang umur mu?"
Kemudian Zidan menunjukkan angka menggunakan jari-jarinya.
"Wow... 6 Tahun? Kau sangat pintar sekarang." Kata Dirga.
Dino serta Nindya pun hendak menghampiri Dirga yang masih duduk di kursi roda.
"Tidak... Tidak... Tetap tunggu di sana." Kata Dirga memperingatkan.
"Aku yang akan kesana. Tunggu... Kalian tidak boleh turun dari altar pengantin." Kata Dirga.
Kemudian Dirga pelan-pelan berdiri dengan kedua kakinya, ia meletakkan selimutnya di atas kursi rodanya.
"Papa... Papa.. Papaku bisa berjalan!!!" Teriak Zidan girang dan tertawa hingga melonjat-lonjat.
Dirga tertawa dan kemudian merentangkan tangan.
"Kamu mau papa gendong?"
"Zidan sayang papa..." Zidan mencium pipi papanya.
"Papa juga sangat menyayangimu."
Suara khas anak kecil yang sedikit celat dan sangat renyah di teling membuat Dirga semakin menyayangi Zidan.
Kemudian Dirga menuju naik ke altar.
"Aku tidak membawa kado, tapi apa membawa diriku sendiri sebagai kado sudah cukup?" Kata Dirga kemudian menurunkan Zidan.
Saat itu Nindya yang tampil dengan gaun putih terlihat sangat cantik dan juga sangat anggun, wajahnya seperti malaikat.
Kemudian Nindya memeluk Dirga sembari menangis.
"Aku ingin kamu bahagia, kamu tidak boleh menangis di hari spesial seperti ini." Kata Dirga membelai kepala Nindya.
Kemudian Nindya melepaskan pelukannya.
"Ini adalah kado yang sangat luar biasa, aku sangat bersyukur kamu bisa berjalan kembali, aku sangat bahagia." Kata Nindya masih menangis.
Dirga hanya bisa tersenyum sembari membelai kepala Nindya.
"Hai my brother..." Dirga dan Dino saling menyapa.
"Akhirnya aku melihat mu dan juga Nindya bahagia." Kata Dirga.
__ADS_1
"Butuh waktu yang tidak sebentar dan perjuangan yang sangat kuat untuk mendapatkan kepercayaannya." Sahut Dino melirik Nindya, sembari mengedipkan msebelah matanya.
Sedangkan Nindya hanya tersenyum.
"Dia pernah kecewa denganku, dia pasti tidak ingin kekecewaan dalam pernikahannya terulang kembali, tapi aku pastikan kalian akan selalu bahagia." Kata Dirga.
*****
Hawai....
Nindya dan Dino sampai di sebuah hotel mewah di hawai, kedatangan mereka langsung di sambut oleh para karyawan hotel dengan memberikan kalung bunga di leher mereka.
Kemudian Dino mengangkat tubuh Nindya, menggendongnya menuju kamar hotel.
"Aaagh Dino!!" Pekik Nindya.
Kemudian Nindya spontan mengalungkan tangannya di leher Dino, untuk meraih pegangan.
"Aku malu akan banyak orang memandangi kita." Sahut Nindya.
"Tidak akan, ini hal biasa di sini." Kata Dino menaiki tangga dan kemudian masuk ke dalam lift.
Tak berapa lama lift terbuka dan Dino membuka pintu kamar hotel mereka.
"Ini mewah sekali." Kata Nindya yang masih dalam gendongan Dino.
"Aku akan betah di sini, apalagi pemandangannya sangat indah." Sahut Nindya lagi.
Kamar itu memiliki pemandangan yang langsung menuju pada pantai di Hawai.
Dino merebahkan tubuh Nindya dan kemudian mencium bibir Nindya dengan penuh kelembutan dan kesabaran.
Dino sudah sangat lama menahannya, bahkan bertahun-tahun lamanya. Akhirnya kini hasrat serta impiannya tersalurkan.
"Semoga ini bukan hanya sekedar mimpi." Kata Dino pada Nindya.
Nindya kemudian mencubit pipi Dino, membuat pria itu mengernyit.
"Aku bersyukur ini bukan mimpi." Kata Dino dan menggigit pelan hidung Nindya.
"Aaahkk... Dino!!!" Teriak Nindya.
"Aku bahagia sekali." Kata Nindya.
"Aku pun juga."
"Aku merasa sangat lega."
"Begitupun aku." Sahut Dino lagi.
Kemudian Dino mulai mencium leher Nindya, menyesapnya pelan, membuat Nindya menutup matanya, dan merangkulkan tangannya di leher Dino
~bersambung~
__ADS_1