TERJEBAK CINTA 2 PEWARIS

TERJEBAK CINTA 2 PEWARIS
Complicated 2


__ADS_3

UNTUK PEMBACA NOVEL TERJEBAK CINTA 2 PEWARIS YANG SETIA DARI AWAL, LANJUTAN EPISODE KALIAN ADA DI EPISODE COMPLICATED 3 .


KARENA SAYA MENGUBAH JUDUL NOVEL SAYA HARUS MERUBAH AWALAN DAN MENAMBAH BAB BARU DI AWAL NOVEL JUGA.


INI BUKAN MENGULANG BAB TAPI BAB NYA MUNDUR KARENA SAYA MENAMBAH EPISODE ATAU MENAMBAH BAB DI AWAL.


Halo semua... Sekedar pemberitahuan untuk para Readers yang tidak tahan dengan konflik kekerasan dan adegan panas bisa memilah dan memilih bacaan ya...


Pemberitahuan yang satu lagi adalah, NOVEL INI AKAN DI REVISI secara menyeluruh tentang pemakaian bahasa saat percakapan. Untuk ALUR CERITA akan tetap sama jadi jika di kemudian hari bahasa percakapan berbeda jangan kaget . Terimakasih.


***


Hari ini Dino tidak berselera berangkat ke pabrik, dia memilih duduk dan menonton temannya membalap. Pria itu memilih untuk duduk di luar ruangan VIP dan tanpa pengawalan seperti biasanya, karena setiap ia berada di ruang VIP itu, otaknya hanya akan mengingatkannya pada kejadian saat pertama kalinya ia bertemu dengan Nindya setelah bertahun-tahun lamanya. Saat Nindya bekerja di Sirkuit balap.


Sinar matahari cukup terik dan memancarkan ketampanan Dino yang memiliki kulit putih bersih.


Putaran hanya tinggal 1 kali dan kali ini Yongki memimpin di depan.


Saat ini Dino memakai topi berwarna putih, serta kaos berkerah berwarna putih pula yang sepadan dengan kulit tubuhnya. Pria itu merasa gugup dan menghentak-hentakkan kakinya, pasalnya lawan Yongki kian mendekat dan siap menyalip.


Tak berapa lama, seorang wanita yang cukup cantik mendatangi Dino dengan membawa 2 gelas cola dingin di tangannya yang kemudian ia tawarkan 1 pada Dino.


Dino melirik sekilas tak mau ketinggalan momentum pertandingan, kemudian ia menunjukkan botol air nya, yang artinya bahwa ia sudah punya air minum sendiri.


Wanita itu menaruh 1 cola nya di kursi dan menyedott cola miliknya, pakaiannya cukup terbuka dengan tangtop dan jaket yang di buka serta hanya memakai hotpants.


"Aku Farah teman Nindya..." Katanya cukup keras.


Sirkuit memang cukup berisik, dengan suara para penonton di tambah lagi suara motor.


"Hmm..." Balas Dino.


"Aku teman sekolah kamu juga, dulu aku Osis."


Dino masih tak menunjukkan ketertarikan atau merespon Farah. Pria itu masih sibuk memperhatikan motor yang berlalu lalang sedang membalap.


Farah pun menggigit dan memainkan bibirnya, bingung harus mencari topik apa.


"Aku dapat tiket ini dan bisa duduk di samping kamu berkat bantuan dari Yongki, aku sudah lama banget pengen ketemu dan ngobrol sama kamu..." Kata Farah dengan berani.


"YES!" Teriak Dino sembari berdiri.


Farah yang menunduk menggunakan topi, kemudian menengadah melihat Dino mengeluarkan suaranya. Namun bukan untuk Farah pria itu tetap acuh dan tidak menggubris apa yang Farah katakan.


Dino turun menghampiri Yongki yang memenangkan balapan, lalu memberikan selamat dan pelukan. Farah pun ikut turun, mengekor di belakang Dino.

__ADS_1


"Kamu memang yang terbaik!" Ucap Dino memberikan selamat.


"Tidak akan sebaik kemampuanmu, aku yakin kalau kamu ikut balap aku akan kalah telak." Puji Yongki pada Dino.


Dino hanya tersenyum dan menepuk punggung Yongki.


Farah yang masih berharap memberikan kodenya pada Yongki.


"Eh, kalian sudah saling kenal kan?" Tanya Yongki.


Dino hanya melirik Farah ketika Yongki menunjuk pada Farah.


"Aku ada urusan dengan Team, kalian tunggu aku dan ngobrol dulu." Kata Yongki kemudian meninggalkan mereka.


Sembari menunggu Yongki yang masih punya urusan setelah memenangkan balap, dengan segala sesi wawancara koran lokal Dino dan Farah duduk di sebuah restoran yang masih satu lokasi dengan sirkuit balap.


"Bagaimana kabar Nindya..." Tanya Farah mencari topik.


Farah bingung bagaimana menarik perhatian Dino, jalan satu-satunya ia hanya menggunakan nama Nindya.


"Katanya kamu temannya, kenapa justru tanya... Seharusnya kamu lebih tahu keadaannya di bandingkan aku." Balas Dino tanpa menatap Farah dan masih asik dengan hape nya.


"Iya sih, aku sudah tidak pernah komunikasi lagi dengan Nindya, setelah dia pindah ke luar kota." Kata Farah.


"Hm?" Dino seolah sedang memastikan kalimat yang sudah di lontarkan oleh farah.


"Terus..." Tanya Dino lagi.


"Ya... Terus menurut aku, dia itu aneh dari dulu katanya paling tidak suka dengan sesuatu yang tanpa kejelasan atau paling benci dengan sesuatu yang tidak pasti, tapi dia sendiri justru mau dinikahi siri, secara kalau nikah siri tidak akan mendapatkan hak apapun, dan nanti jika punya anak tidak bisa nuntut apapun juga..." Ejek Farah.


"Kamu yakin dia cerita begitu?" Tanya Dino.


"Yakin! Malah, katanya kan sebelum nikah siri dia kepergok sama orang desa duluan kalau mereka melakukan hal yang senonoh... Alias zina." Bisik Farah dengan mantap.


"Oh, dia sendiri yang cerita?" Tanya Dino memastikan.


"Iya dia sendiri..." Kata Farah.


"Ngomong-ngomong...Kamu benar temannya Nindya kan?" Tanya Dino.


"Iya aku sama Nindya teman sebangku waktu SMA." Farah tersenyum.


"Kalau dulu aku tahu Nindya punya teman seperti kamu, aku pasti orang paling pertama yang melarangnya untuk berteman dengan kamu." Dino berdiri dengan kasar hingga kursi nya terpental dan meninggalkan Farah yang terkejut sembari bingung.


Farah berniat menjatuhkan Nindya di depan Dino, membuka aib Nindya agar Dino membenci Nindya namun caranya justru di hantam balik oleh Dino.

__ADS_1


"Aku berniat baik, memberi tahu dia yang sebenarnya kok dia malah sewot sama aku sih! Lagian ini kan berita fix yang aku dapet dari Om ku yang baru pindah ke desa nya Nindya!"


Farah kesal melihat Dino yang justru memarahinya, sedangkan Dino juga tak kalah kesal dan memilih pergi dari Sirkuit balap mengendarai motornya.


***


Di tempat lain, tepatnya di rumah kediaman Dirga, Nindya tertidur karena kelelahan namun tiba-tiba ia tersentak dan terkejut, nafasnya sesak dan tersengol manakala wajahnya di bekap dengan bantal, membuatnya mendadak bangun dan mendorong orang yang membekapnya.


"Nyonya besar..." Kata Nindya memaksa nyawanya berkumpul karena ketakutan setengah mati.


Terlihat Maryam Husein sudah berdiri di depan Nindya dengan mata melotot dan rambut panjang yang tergerai.


"Astaghfirullah..." Nindya menyapu wajahnya dengan kedua telapak tangan, menenangkan diri, ia juga meringis merasakan dadanya semakin perih.


"Enak sekali ya kamu, kerjanya cuma tidur aja!!!" Teriak Maryam.


"Saya hanya istirahat sebentar Nyonya..." Sahut Nindya.


"Berani menjawab kamu ya!!!" Maryam melotot dan menjambak rambut Nindya serta menyeretnya turun dari ranjang.


"Lepaskan!!!" Teriak Nindya sembari menarik rambutnya dari cengkraman Maryam.


"Kamu berani membentakku!!!" Teriak Maryam tak mau kalah.


"Dasar jalangg, dasar pellacur!!! Kamu sudah merebut suamiku!!! Kamu jalangg mata duitan!!! Pergi!!! Pergi!!!" Teriak Maryam menarik dan mencengkram rambut Nindya.


"Nyonya....!!! Aaakk....!!! Nyonya saya Nindya... Istri Pak Dirga!!!" Teriak Nindya.


Sekuat mungkin Nindya menarik rambutnya, ia juga mendorong Maryam hingga wanita itu terjungkal dan apesnya saat itulah Dirga sudah sampai di rumah, pria itu berlari menaiki tangga karena mendengar teriakan Maryam dan barang jatuh.


Melihat Maryam terjungkal Dirga dengan cepat menolong mamahnya.


"Mah... Apa ada yang sakit..." Tanya Dirga cemas.


"Wanita itu menyakiti mamah Dirga... Hukum dia..." Kata Maryam menangis, sembari memeluk anaknya.


"Iya, nanti Dirga akan hukum dia." Kata Dirga sembari memapah Maryam.


Kemudian Mbok Winarsih yang datang terlambat karena sedang membersihkan taman belakang pun memapah Maryam Husein menuju kamar bersama Felix.


Setelah mereka semua pergi kini tinggallah Dirga serta Nindya yang berada di dalam kamar. Dirga masih berdiri membelakangi Nindya, punggung besar itu terlihat seram bagi Nindya.


Perlahan Dirga berjalan dan menutup pintu, suara pintu yang tertutup pelan serta kunci di putar pun terdengar berbeda di telinga Nindya.


Dirga masih berdiri menatap gagang pintu, membelakangi Nindya, lalu pria itu memutar tubuhnya dan melihat pada Nindya dengan tatapan dingin.

__ADS_1


\~bersambung\~


__ADS_2