TERJEBAK CINTA 2 PEWARIS

TERJEBAK CINTA 2 PEWARIS
Melarikan Diri


__ADS_3

Villa milik Dirga...


"Dimana dia sekarang..." Kata Dirga yang duduk di kursinya.


Wajah tampan Dirga di penuhi bekas-bekas memar karena pukulan Dino.


"Ada di apartmen milik Tuan Dino dengan Mbok Winarsih..."


"Hari ini kita jemput dia..." Kata Dirga.


Felix terkejut dan menatap penuh ketegangan pada Dirga.


"Kenapa? Kamu mau berkhianat juga?" Tanya Dirga santai.


"Maaf Tuan Dirga, hanya saja dalam masalah ini Nona Nindya tidak mengetahui apa-apa... Saya pikir..."


"Memangnya saya tanya isi pikiranmu apa!!!" Teriak Dirga sembari melemparkan buku yang ia raih dengan sembarang di atas meja hingga mengenai tubuh Felix.


"Kalau kamu tidak mampu, aku akan memanggil Xavier untuk mengurusnya."


Xavier adalah pengawal terlatih yang ada di Rumah Utama.


"Saya akan mengurusnya Tuan..." Jawab Felix.


Tak berapa lama setelah Felix menghubungi beberapa pengawal dan mobil sudah siap berangkat, Dirga pun mencari sesuatu di dalam brangkasnya.


Saat Dirga sudah siap untuk pergi Maryam Husein menahan Dirga di lantai bawah.


"Kamu tidak perlu mencarinya dan membawanya kembali Dirga..." Kata Maryam menahan dada Dirga dengan tangannya.


"Kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan mah... Aku harus menjemput Nindya, hanya dengan cara itu Dino bisa hancur." Kata Dirga.


Maryam tidak bisa lagi menahan Dirga dan melihat anaknya pergi bersama para pengawal dengan iring-iringan mobil.


Perjalanan menuju The Sun Apartmen yang berada di bawah naungan Hartono Jaelani Group pun tak butuh waktu lama.


Saat Dirga masuk ke lobby semua pegawai sudah mengenalinya dan menunduk serta memberikan salam.


Dirga masuk dengan pengawalan dan Felix pun berada di dekatnya, mereka naik menggunakan lift, setelah sampai di depan apartmen Dino, Felix memencet bel.


Tak berapa lama Mbok Winarsih melihat melalui layar monitor siapa yang memencet bel. Wanita paruh baya itu terkejut dan ketakutan, ia berlari ke arah kamar.


"Tuan Dino..." Panggil Mbok Winarsih dengan berlari tergopoh dan menunjukkan raut wajah kecemasan.


"Ada apa Mbok..." Tanya Dino melihat ekspresi wajah Mbok Winarsih yang ketakutan.


"Ada Tuan Dirga dan Felix di depan, saya belum membuka pintunya." Sahut Mbok Winarsih gemetar.


Seketika Nindya pun menarik dirinya, meraih selimut untuk menutupi tubuhnya dan melihat pada Dino.


"Tenang..." Kata Dino sembari mengelus kepala Nindya.


"Jangan buka pintunya... Aku mohon..." Nindya meminta dengan memelas.

__ADS_1


"Apartmen ini milik Jaelani Group Nindya, mereka bisa membukanya dengan kartu akses yang lain, kamu tetap di sini dan jangan keluar."


Dino kemudian berdiri, meninggalkan Nindya yang di temani oleh Mbok Winarsih. Dino menekan beberapa tombol pin, kemudian pintu pun terbuka, terlihat Dirga bersama Felix dan para pengawal berada di depan apartmennya.


"Kenapa bawa pengawal begitu banyak, takut?" Ejek Dino.


Namun Dirga tidak menggubris perkataan Dino dan memilih mendorong tubuh Dino ke belakang.


"Mana dia...! Kata Dirga dengan kasar.


"Dia tidak akan pergi kemanapun!!!" Dino menahan lengan Dirga dengan melotot.


"Kamu pikun dengan statusnya!!!" Teriak Dirga.


"Persetan dengan statusnya!!!" Teriak Dino.


Mereka sudah saling mengeratkan cengkraman masing-masing, amarah di kepala mereka siap meledak hampir saling pukul, kemudian Nindya keluar dari kamar.


"Cukup..." Suara Nindya lemah namun masih terdengar dengan jelas..


"Nindya..." Dino terpaku melihat Nindya keluar dari kamar dan berjalan di dampingi Mbok Winarsih.


"Aku tidak mau pergi... Dirga." Kata Nindya dengan lemah namun suaranya penuh ketegasan dan gemetar.


"Apa?" Kata Dirga tak percaya.


"Aku bilang aku tidak akan pernah ikut denganmu, kamu melakukan kekerasan, apa yang bisa di pertahankan dari hubungan yang dari awal memang sudah salah. Lagi pula pernikahan kita hanya pernikahan di bawah tangan, pernikahan siri yang tidak akan pernah di akui oleh negara."


"Apa!!!" Dino seketika terkejut dan membelalakkan matanya menatap pada Dirga.


Senyum Dirga menyeringai, melihat keterkejutan Dino. Pria itu merasa puas.


Dino hanya bisa menelan ludah nya kasar, tak percaya dengan ucapan Dirga. Tubuhnya mendadak kaku.


Kemudian Dirga mengeluarkan 2 buku dari saku jas nya dan ia tunjukkan dengan mengangkat tepat di depan Dino. Senyuman menyeringai di sudut bibir Dirga akhirnya mengembang.


Melihat raut wajah dan mental Dino yang syock serta semakin down membuat Dirga merasakan kemenangannya.


"Kapan... Kamu melakukan itu semua..." Kata Nindya tak percaya dan terperangah.


"Kamu tidak perlu tahu..." Seringai malas Dirga seolah memberikan gambaran bahwa ia bisa melakukan semuanya.


"Felix bawa dia..." Kata Dirga.


"Tidakk... Aku tidak mau..." Nindya menggelengkan kepala dan mundur perlahan.


Tubuh Nindya yang masih lemah tidak bisa berontak, Mbok Winarsih kemudian berdiri di depan Nindya untuk melindungi Nindya.


Dino masih diam tak berkutik, seolah ia ada di persimpangan jalan yang membuatnya harus memilih sikap yang teramat berat. Tubuh nya kaku dan tidak dapat bergerak.


Satu sisi ia tidak ingin Nindya kembali dan menderita, sisi yang lainnya adalah Nindya istri sah dari Dirga.


"Aku akan menelfon polisi!!!" Teriak Nindya.

__ADS_1


"Telfon lah..." Kata Dirga santai.


"Di dunia ini tidak ada yang bisa menolak uang dan kekuasaan..." Kata Dirga lagi menyeringai.


Memang benar keluarga Jaelani adalah pemasok dan penyokong paling banyak untuk kota itu, dan Dirga juga telah memberikan kontribusi yang cukup banyak secara financial.


Dino hanya diam ketika Felix memegang pergelangan tangan Nindya, sedangkan Dirga sudah lebih dulu pergi dari apartmen milik Dino.


Felix kemudian berhenti di depan Dino, sedang Nindya masih memohon pada Dino agar pria itu menyelamatkannya dengan tatapan mengiba.


Felix menundukkan kepala nya entah kode apa yang ia berikan pada Dino, saat itu Dino belum mengerti namun ketika Felix sudah sampai di luar apartmen akan memasuki lift, Dino sadar Felix memberikannya kesempatan.


Dino melangkah kan kakinya dengan mantap, kemudian ia setengah berlari dan menarik kerah jas Felix, Dino memukul wajah Felix dengan cukup keras.


"BUGGH!!!" Suara pukulan Dino melayang tepat di wajah Felix dan pria itu terjungkal ke lantai.


Dino menarik Nindya untuk melarikan diri, sedang Dirga yang sudah berada di dalam lift mengumpat sejadinya ketika dengan kedua mata kepalanya sendiri Dino melarikan diri bersama Nindya.


"Kejar mereka!!!" Perintah Dino.


Namun saat Dirga akan keluar, Felix mencegahnya agar tetap di dalam dan memencet tombol turun.


"Felix!!!" Brengsek!!!" Teriak Dirga.


Felix menghela nafasnya, dan kemudian berlari mengurus para pengawal yang sedang mengejar Dino dan Nindya.


Mereka sekarang sedang berlari melalui tangga darurat untuk menuju basement.


"Dino... Aku sudah tidak kuat..." Kata Nindya terengah, karena memang tubuhnya belum pulih.


Kemudian Dino menyodorkan punggungnya.


"Naik..." Kata Dino sambil berjongkok di depan Nindya yang masih berdiri di anak tangga.


"Tidak... Tidak mungkin, tubuhku berat Dino..."


"Naik sekarang atau kita akan tertangkap dan Dirga akan lebih menyiksamu!" Teriak Dino.


Tanpa memiliki pilihan lain Nindya pun naik le atas punggung Dino.


"Maafkan aku Dino..." Kata Nindya sembari mengelap air mata saat naik ke atas punggung Dino.


Terdengar suara sepatu para pengawal yang kian mendekat.


Setelah begitu banyak Dino menuruni anak tangga sembari menggendong Nindya, tiba-tiba kaki Dino terasa kram, ototnya kencang.


"Kita sembunyi di ruangan itu." Ajak Dino menurunkan Nindya sembari duduk menenangkan otot kaki nya yang kram.


"Ya Tuhan kapan terakhir kali aku olahraga baru segini sudah kram, payah!" Umpat Dino duduk meluruskan kakinya.


Tak berapa lama, pintu di buka dengan kasar, dan terlihat para pengawal menemukan mereka.


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2