TERJEBAK CINTA 2 PEWARIS

TERJEBAK CINTA 2 PEWARIS
DOR! Penyelamatan Nindya


__ADS_3

"Nindya, Ibu dan ayahmu menginginkan kita segera memiliki anak. Mereka ingin cucu. Bagaimana kalau kita sesering mungkin melakukannya, biar kamu cepat hamil." Kata Dirga memegang pergelangan tangan Nindya.


"Kamu gila!" Nindya berteriak dan menarik tangannya.


"Tidak ada penolakan, ini kemauan orang tuamu." Kata Dirga berdiri dan menarik tangan Nindya dengan kasar.


Dirga menyeret Nindya dan Tri Ningsih pun berlari memegang kaki Dirga.


"Saya mohon kasihanilah kami, lepaskan anak saya Tuan... Apa kesalahan kami sehingga anda memperlakukan kami sepeeti ini." Kata Tri Ningsih.


Wagiman pun menyusul dan berlutut pula di depan Dirga.


"Jangan sakiti Nindya tuan, anda bisa mengambil saya, saya akan mengabdi pada anda..." Kata Wagiman menepuk-nepuk dadanya.


"HAHAHAHA....!!! Tanyakan itu pada orang yang sudah mencintai anak kalian. Nindya kabur dan melarikan diri dari rumah, kalian tahu siapa orangnya!!! Dia kabur dengan adik iparnya sendiri!!!" Kata Dirga melotot.


"Itu karena aku sudah tidak tahan dengan semua sifat psychopath mu!!! Kamu gila seperti mama mu!!!" Teriak Nindya.


"Apa...! Dirga menatap dingin Nindya tidak terima dengan ucapan Nindya yang pedas.


Dengan satu kali sentakan tubuh Nindya sudah terhuyung mengikuti Dirga, pria itu menarik secara kasar tubuh Nindya untuk berjalan mengikuti nya sedangkan Tri Ningsih dan Wagiman yang hendak mengikuti dan menyelamatkan Nindya di cegat oleh para pengawal.


"Nindya.... !!!" Teriak Tri Ningsih.


"Tolong lepaskan Nindya!!!"


"Tolong lepaskan kami.... Lepaskan anak kamii!!!" Teriak Wagiman dan memukul mukul kepalanya.


Sedangkan Nindya menjerit sekuat mungkin, memukul sekuat mungkin, apapun yang bisa ia lakukan namun tubuh Dirga terlalu besar dan berotot tak merasakan sakit sedikitpun dengan pukulan Nindya.


Dirga membawa Nindya masuk ke dalam sebuah kamar yang sangat besar, kamar itu sudah di hias sedemikian rupa, memiliki kelambu berwarna putih dan banyak bunga merah tersebar di kamarnya.


Jika saja hubungan mereka baik-baik saja pastilah ini sebuah kejutan yang sangat romantis.


Dirga melemparkan Nindya di atas ranjang, dimana banyak bunga merah bertebaran. Pria itu dengan cepat melepaskan pakaiannya.


"Aku merindukan mu Nindya, entah kenapa tubuhmu menjadi candu, dan aku selalu memikirkan saat kita menyatu dalam kenikmatan." Dirga berjalan mendekati Nindya dengan perlahan tanpa memakai kemejanya.


"Pergi!!!" Teriak Nindya melemparkan bantal dan segala barang yang ada di dekatnya.


Dirga dengan cepat menarik kaki kecil Nindya, menarik Nindya agar berbaring. Pria itu mencium bibir Nindya namun dengan cepat Nindya mengigitkannya dan berhasil membuat bibir Dirga berdarah.

__ADS_1


Dirga sejenak berhenti di atas tubuh Nindya dan mengelap darahnya, kemudian menjilatnya.


"Aku suka sikap mu yang sekarang Nindya, semua jadi lebih menarik." Kata Dirga menyeringaikan mulutnya.


Dirga membuka paksa pakaian Nindya, merobek dengan kekuatannya dan menyembulkan 2 gunung milik Nindya yang sudah sedikit padat karena hormon kehamilan.


"Kamu bertambah gemuk..." Kata Dirga menyesap nya dengan penuh tenaga.


Sedangkan Nindya berteriak-teriak meminta untuk di lepaskan, samar-samar dari lantai bawah para orang tua Nindya mendengar dan membuat mereka seperti mati lemas. Tubuh mereka terkulai di lantai.


"Brengsek dasar psychopath sialan, kamu orang gila!!!" Maki Nindya masih mencoba melepaskan dirinya.


Dirga masih menelusuri inci demi inci tubuh Nindya, jari nya melesat turun dan memuka underware milik Nindya kemudian melesat masuk dan membuat tubuh Nindya menegang, kepalanya menengadah dan dadanya membusung


"Jaangaaan.... Jangannn lakukan itu.... Ku mohon..." Nindya mencengkram erat bahu Dirga dengan jemarinya dan menggigit bibirnya.


"Aku merindukan suara itu..." Bisik Dirga.


"Ayo Nindya... Lakukanlah, seperti biasanya, keluarkan suara indahmu..."


Dirga mempermainkan Nindya hingga tanpa sadar sekuat apapun Nindya melawan akhirnya ia jatuh juga dalam permainan Dirga.


Suara Nindya kini melengking indah, membuat Dirga tersenyum penuh kepuasaan.


Pria itu akhirnya menciumi leher Nindya dengan sangat pelan dan lembut, menelusuri nya hingga pada puncak gunung yang kokoh dan padat, menyesap dengan penuh kelembutan.


Baju Nindya sudah robek di bagian dadanya, dan bagian bawah sudah tersingkap dengan sempurna, Dirga mempercepat jarinya dan lebih cepat lagi.


Suara Nindya melenguh penuh kenikmatan, jemarinya semakin erat mencengkram rambut Dirga.


Di balik pintu kamar mereka, berdirilah Alexa yang menahan segala getir perih hatinya. Wanita itu benar-benar marah dengan apa yang sedang pasangan itu lakukan. Gumpalan dendam di dadanya kian menggondok.


Andai saja bukan karena perusahaan, pastilah wanita itu sudah masuk dan menggorok leher milik Nindya agar ia tidak dapat bersuara seperti itu lagi. Bahkan Dirga juga lah yang meminta Alexa untuk mendekor kamar itu.


Di dalam kamar, Dirga masih memciumi tubuh Nindya hingga pria itu benar-benar menikmati setiap lekuk tubuh Nindya, Dirga semakin tenggelam dengan aroma tubuh Nindya yang selama ini mengganggunya. Pria itu tidak dapat tidur dan hanya memikirkan Nindya.


Dirga ingin memeluk dan mencium Nindya, Dirga ingin mendengar suara indah Nindya. Namun kepribadian Dirga yang selalu berubah ubah serta rasa dendamnya yang ingin menghancurkan Dino membuatnya tidak menyadari bahwa hatiny kini telah terisi oleh nama Nindya.


Diam-Diam dan penuh dengan perjuangan sebelah tangan kiri Nindya berusaha menarik sesuatu dan sebuah lampu meja pun ia dapat.


"BRRAAKK!!"

__ADS_1


Nindya memukul kepala Dirga dengan lampu dan membuat pria itu berdiri terhuyung, untuk menyeimbangkan penglihatannya. Perlahan darah pun mengalir melalui pelipis kepalanya. Dirga masih mengerjapkan matanya.


Saat itulah Nindya bangun dan mengambil sebuah pistol dari laci meja yang sebelumnya Dirga memasukkan pistolnya ke dalam laci sembari membuka kemejanya.


Nindya membuka pintu dan mengarahkan pistolnya pada siapapun yang ada di depannya.


Alexa pun terhenyak, dan tak berapa lama Dino serta para pengawalnya pun datang setelah membekuk semua pengawal yang ada di sekitaran Villa.


Dino melihat Nindya menuruni tangga dengan baju Nindya sudah robek di bagian dada dan terlihat pakaian dalamnya, rambut Nindya pun sudah acak-acak an. Meski begitu dalam kondisi seperti itu pesona Nindya masih saja menyerbak di hati Dino, Nindya semakin cantik ketika ia mengarahkan pistol ke pada beberapa orang di depannya.


Dino datang dan memberikan jasnya pada Nindya, orang tua Nindya pun memeluk Nindya mereka saling menangis dan saling merangkul.


"Tuan...!!!" Teriak Nuel yang baru datang setelah membekuk beberapa pengawal dari luar.


Tiba-tiba Xavier datang memukul Dino dengan menggunakan sebuah kayu, sebuah pukulan yang sangat keras membuat Dino jatuh tersungkur.


"Dino...!!!" Teriak Nindya.


"Lari...." Kata Dino lemah.


Nindya menggeleng dan mendekati Dino, Xavier kemudian berkelahi dengan Nuel saling mengeluarkan senjata dan pengawal-pengawal pun mulai rusuh.


Alexa menolong untuk Dirga turun namun pria itu mendorong dengan kasar tubuh Alexa, ia marah dan dongkol.


Ketika Dirga turun Nindya pun ketakutan, membuat nya menodongkan pistolnya.


"Tenang Nindya..." Kata Dirga penuh dengan darah.


"Biarkan kami pergi!!!" Teriak Nindya.


"Tenanglah..." Sahut Dirga lagi, tangannya di penuhi oleh darah.


Sedangkan Alexa masuk ke kamar lain dan menggeledah brangkas milik Dirga, berniat mencuri semua dokumen sertifikat, emas, dan sejumlah cek yang sudah di tanda tangani.


"DOORR!!!" Nindya melepaskan tembakannya, dan mengenai atap rumah.


"Itu peringatan untukmu!!!" Teriak Nindya.


Para pelayan pun sudah berhamburan keluar menyelamatkan diri mereka. Sedangkan para pengawal lainnya masih saling bersiaga melihat Nindya menembakkan pistolnya.


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2