
Alice berangkat ke tempat kerjanya dengan senyum yang tidak hilang sejak tadi. Rasanya matahari terbit dengan sangat cerah hari ini, dan rasanya sesuai dengan perasaan yang sedang wanita itu rasakan sekarang.
Mike dan Alice sudah mulai menjalin hubungan sekarang. Jika sebelumnya Mike selalu berbuat sesuka hati pada Alice, maka sekarang sikap pria itu sudah jauh berbeda.
Perbedaan sikap Mike yang semakin hari semakin membaik itu, membuat Alice merasa senang. Itu sebabnya wanita itu tidak berhenti tersenyum sejak tadi. Bahkan bukan sejak tadi, senyuman itu selalu saja hadir di wajahnya sejak Mike bersikap baik kepadanya.
“Apa Mike belum berangkat?” ucap Alice.
Wanita itu terus saja memikirkan tentang Mike. Saat dia masih memikirkan pria itu, dia kini mulai merasa ada yang aneh.
Apa keputusan mereka untuk menjalin hubungan diam-diam di belakang keluarga adalah benar?
Alice tentu saja tidak ingin menjalin hubungan dengan saudaranya sendiri, meskipun mereka bukanlah saudara kandung. Ada yang mengatakan bahwa boleh menikah dengan saudara, tetapi bukan anak dari saudara laki-laki ayah. Jika sepupu dari ayahnya saja tidak bisa, lalu bagaimana dengan dirinya dan Mike? Mereka mempunyai ayah yang sama.
Tetapi Alice tidak bisa menolak ketika Mike selalu datang kepadanya. Pria itu selalu saja berhasil membuat Alice tidak bisa berpikir dengan jernih.
“Oh Tuhan. Kenapa dia harus menjadi saudaraku?” kata Alice.
Tak lama kemudian, Alice sudah tiba di tempat kerjanya. Dia berjalan masuk dengan santai. Pergi bekerja bukanlah suatu pekerjaan yang sulit. Setidaknya dia juga akan bertemu dengan Mike di sana.
Ketika Alice memeriksa ponsel miliknya, dia menemukan sebuah pesan masuk. Itu adalah pesan yang dikirimkan oleh Mike.
'Apa kau sudah berangkat?' begitulah isi pesan yang pria itu kirimkan.
Alice tersenyum simpul. Tetapi ketika dia akan membalas pesan itu, tiba-tiba saja ada yang memanggilnya.
Nanti saja dia akan membalas pesan itu. Sekarang adalah waktunya bekerja, dan Alice harus bisa fokus.
Waktu berlalu dan ketika Alice masih sibuk bekerja, dia melihat kedatangan Mike. Pria itu berjalan dengan penuh wibawa. Bahkan orang yang baru pertama kali melihat pria itu, akan yakin bahwa Mike adalah pria dengan sikap yang sangat datar.
“Selamat pagi, Pak!”
“Pagi, Pak!”
Beberapa orang yang berpapasan dengan Mike, akan terus menyapa pria itu dengan ramah.
Alice melihat hal itu seraya tersenyum simpul. Meski itu bukanlah pemandangan yang baru, Alice masih saja merasa senang ketika dia melihat itu setiap harinya.
Alice ingat bahwa Mike mengatakan bahwa pria itu mencintai dirinya. Dia tampaknya serius saat mengatakan hal itu. Alice merasa lega, karena Mike tidak lagi memperlakukannya dengan kasar, seperti yang selalu pria itu lakukan sebelumnya.
__ADS_1
“Selamat pagi, Pak!” sapa Alice.
Tidak hanya Alice. Rekan kerja yang sedang berada di dekatnya juga ikut menyapa pria itu.
“Pagi!” balas Mike singkat.
Pria itu memberikan senyuman singkat pada Alice. Sebenarnya Mike sangat ingin menggoda gadis itu. Tetapi dia tahu bahwa dia tidak bisa melakukan itu di sana. Nanti saja ketika mereka sudah sendiri.
Setelah itu, Mike tidak lagi berlama-lama di sana. Dia segera pergi dan berjalan menuju ruangan kerjanya.
Alice tidak berhenti tersenyum dalam hatinya. Bahkan meski pria itu masih bersikap datar, setidaknya dia menunjukkan sedikit sikap baik pada Alice.
“Kau lihat itu?” tanya rekan kerja Alice.
“Apa?” tanya Alice bingung.
Alice sedang merasa cemas sekarang. Dia takut bahwa rekan kerja mereka bisa mengetahui bahwa Mike yang berusaha untuk menggoda Alice barusan.
Hubungan mereka berdua akan terus disembunyikan. Tidak boleh ada yang tahu tentang hal itu.
“Memangnya kau tidak sadar?” kata rekan kerjanya lagi.
“Tadi Pak Mike tersenyum!” kata rekan kerjanya.
Hufhh. Alice bisa menghembuskan napas lega sekarang. Dia sudah mengira bahwa temannya itu akan mengatakan hal yang lain. Wanita itu kembali membuat ekspresi datar, dan berusaha menjawab dengan santai.
“Memangnya kau belum pernah melihat Pak Mike tersenyum?” tanya Alice.
Wanita yang ada di sebelahnya itu mengangguk dengan semangat.
“Belum, itu sebabnya aku merasa terkejut dengan sikap Pak Mile barusan,” kata wanita itu.
Alice hanya bisa terus mendengarkan dan akan merespon dengan singkat. Jika wanita lain sudah sangat senang dan merasa girang ketika melihat senyum simpul yang Mike berikan, lalu bagaimana dengan Alice? Dia sudah menerima ungkapan perasaan pria itu.
“Sepertinya aku sudah beruntung sekarang,” ucap Alice membatin.
Perubahan sikap Mike itu, tidak hanya membuat rekan kerja di samping Alice merasa bingung. Karena selain wanita itu, beberapa orang di tempat mereka bekerja juga sudah mulai curiga.
Jika biasanya Mike akan terus menyiksa Alice dan membuli wanita itu, maka kali ini berbeda. Mike bahkan menyapa lebih dulu, dan bersikap ramah kepada Alice.
__ADS_1
Meski Mike tidak bersikap lembut di depan pegawai tempatnya bekerja, tetapi mike yang tidak lagi membully Alice itupun lantas membuat pegawainya mulai merasa penasaran. Mereka semua mulai bertanya-tanya alasan perubahan sikap atasan mereka itu.
“Apa itu tadi?” ucap seorang wanita.
Mereka mulai berbicara dengan pelan. Tidak ada yang pernah menyangka bahwa Mike akan berubah dan bersikap sebaik itu hari ini.
Semua orang di sana sudah terbiasa dengan sikap dingin atasan mereka, yang juga akan menjadi semakin geram ketika pria itu melihat keberadaan Alice.
Alice dan Mike sepertinya tidak pernah ditakdirkan untuk bersama. Meskipun Alice tampak tenang saja ketika menghadapi Mike, pria itu selalu saja bersikap sebaliknya.
Jadi ketika hari ini Mike bersikap baik pada Alice, mereka mulai menanyakan kemana perginya sikap jahat yang selalu Mike tunjukkan pada Alice.
Ketika Alice akan bekerja lagi, dia malah mendapat sebuah pesan masuk di ponselnya. Saat Alice memeriksa ponselnya, ternyata itu adalah pesan yang Mike kirimkan.
“Apa yang ingin dia katakan?” pikir Alice.
Tanpa menunggu lagi, Alice segera membuka pesan itu.
'Kenapa kau tidak membalas pesan dariku?'
'Kau masih sibuk?'
Begitulah isi pesan yang Mike kirimkan.
Hanya dengan membaca pesan itu saja, Alice sudah tahu apa yang pria itu inginkan.
Waktu berlalu dan Mike akan terus memanggil Alice untuk pergi ke ruangan pria itu. Sudah bisa ditebak apa yang akan mereka berdua lakukan.
Mike selalu saja bernafsu ketika melihat Alice. Wanita itu memang sudah seperti candu baginya. Mike akan selalu melecehkan Alice di kantor, dan mereka berdua selalu melakukan itu, layaknya sepasang suami istri.
Di kantor tempat mereka berdua bekerja, ada juga seorang pria bernama Johan. Pria itu adalah teman dekatnya Mike.
“Apa yang terjadi dengan mereka?” pikir Johan.
Pria itu mulai menyadari bahwa ada hal yang tidak beres antara Mike dan Alice. Dia merasa bahwa telah ada sesuatu yang terjadi di antara kedua orang itu.
Tentu saja Alice dan Mike tidak menyadari tentang pemikiran Johan. Mereka tidak pernah menyangka bahwa Johan akan mulai menyelidiki tentang hubungan mereka.
__ADS_1