Terjebak Cinta Saudara

Terjebak Cinta Saudara
TCS 48


__ADS_3

Semalam, entah berapa banyak Mike menghabiskan minuman beralkohol, sehingga dirinya mabuk parah sampai-sampai tidak sadarkan diri. Dia dalam kondisi frustasi dan juga putus asa menghadapi sikap Alice yang terus saja menghindarinya, sehingga Mike memutuskan untuk pergi ke apartemen dan meluapkan semua kekesalannya juga melampiaskan dengan mabuk-mabukan.


Keesokan harinya meskipun kepala Mike masih terasa pusing, akibat terlalu banyak minum. Dia beristirahat sebentar di apartemennya, memutuskan untuk tidak pergi ke hotel dan berdiam diri di apartemen untuk memikirkan semua yang telah terjadi pada dirinya.


Seharian penuh Mike berada di apartemennya, berpikir keras, berperang dengan batin dan juga hatinya. Mengenai perasaan yang tumbuh semakin besar terhadap Alice, wanita yang sudah diperlakukan olehnya dengan sangat kasar.


"Kamu mencintai wanita itu, Mike. Dan hal tersebut tidak bisa kamu menampiknya," batin tengah berperang dengan batinnya sendiri mengenai perasaan yang begitu besar terhadap Alice.


"Bodohnya, kamu. Mike. Karena justru sudah terjebak ke dalam permainan sendiri, padahal semula niatmu hanya untuk menghancurkan hidup Alice. Tapi sekarang hatimu justru Mencintainya, bahkan. Diri kamu sangat tersiksa dengan sikap acuh dan juga dia mengabaikanmu." Mike sedang merutuki kebodohannya sendiri, Mike sampai menarik rambutnya karena merasa kesal pada dirinya sendiri.


Sikap Alice yang mengabaikannya, sungguh membuat Mike tersiksa. Dia sendiri tidak mampu untuk menghalau perasaan yang perlahan muncul dan begitu besar hingga tumbuhnya rasa cinta terhadap Alice. Terlebih kenyataan dengan status mereka berdua yang merupakan saudara satu ayah.


Mike tidak bisa membiarkan hal ini terus berlarut-larut, di harus secepatnya menyelesaikan dan juga mendamaikan hatinya yang selalu saja bergejolak, tidak bisa melupakan rasa cinta yang begitu besar kepada Alice.


"Semuanya sudah terjadi, bahkan menyesal pun tidak ada artinya lagi. Aku sudah terjatuh ke dalam sebuah permainanku sendiri. Mungkin ini adalah sebuah hukuman karena Tuhan ternyata justru menarik perasaan ini untuk Alice." Mike tidak bisa merubah semuanya, karena sudah terjadi dan tidak mungkin Mike terus-terusan menampik perasaannya terhadap Alice.


Ia langsung teringat akan perkataan Brandon waktu itu, ternyata karma benar adanya, sekarang ia terjerumus ke dalam lubangnya sendiri.

__ADS_1


"Apakah ini sudah benar? Mengingat hubunganku dengan Alice sudah di lewat batas, tapi aku juga tidak bisa membuang perasaan ini. Aku sangat mencintainya." Mike tidak bisa berpikir jernih saat ini, karena dia sendiri baru merasakan bahwa rasa cinta itu teramat dalam dan membuat Mike gila.


Keputusannya masih tetap berada di apartemen, adalah sebuah pilihan yang sangat tepat. Mike harus memikirkan Bagaimana dan seperti apa hubungan dia dengan Alice untuk langkah selanjutnya, Mike juga tidak mungkin pergi ke hotel sekarang karena kondisinya yang sangat kusut dan juga matanya yang begitu merah akibat semalam minum terlalu banyak.


Di dalam kamarnya, Mike terus saja berpikir mencari cara untuk permasalahannya dengan Alice, dia juga tidak mungkin terus-menerus berdiam diri di dalam kamar tanpa mendapatkan jawaban atau solusi dari permasalahannya sendiri. Saat ini Mike masih belum mengetahui tentang Langkah apa yang harus diambil, untuk menghadapi Alice dan juga mengungkapkan perasaan cintanya pada wanita itu.


"Aku harus menemuinya, dan bicara padanya dari hati ke hati," gumam Mike ketika dia menemukan ide untuk memulai dan memperbaiki hubungannya dengan Alice.


Mike sudah lebih baik dari sebelumnya, dia sudah memutuskan untuk menemui Alice. Lalu Mike memutuskan untuk pergi dan menyelesaikan semua kekacauan yang sudah dia lakukan, pria itu meraih kunci mobil di atas meja yang ada di ruang tamu apartemennya. Kemudian meninggalkan parkiran apartemen dan menuju ke tempat dimana dia bisa bertemu dengan Alice.


'Setelah pekerjaanmu selesai, tolong temui aku di parkiran.' Mike mengirimkan pesan tersebut kepada Alice.


Alice yang masih sibuk dengan pekerjaannya, beralih menatap ponsel saat suara notif yang menandakan ada pesan masuk. Di sana terlihat satu nama yang sudah sebulan terakhir ini dia abaikan, enggan sekali Bagi Alice untuk membaca pesan apa yang dikirim oleh Mike kepadanya. Tapi tetap saja Alice harus mengetahui, apa maunya pria itu.


"Mau apalagi dia terus saja menggangguku?" Alice enggan sekali menuruti permintaan Mike yang dia sampaikan melalui pesan singkat yang dikirimkan padanya.


Mike masih menunggu Alice keluar dari hotel, bahkan, mata Mike tertuju ke arah lobi hotel. Agar dia tidak kehilangan jejak wanita itu.

__ADS_1


Alice terlihat sedang berjalan menuju parkiran, dia tidak berniat untuk menemui Mike. Karena bagi Alice tidak ada gunanya juga harus tetap bersikap baik kepada pria yang sudah menghancurkan hidupnya. Untuk itulah dan pura-pura tidak melihat kalau mobil Mike terparkir di sana.


"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, kita bicarakan di mobil saja." Mike mengejar Alice yang sepertinya akan pergi tanpa berniat menemuinya. Padahal sebelumnya Mike sudah mengirim pesan kepada wanita itu.


"Tidak ada hal yang perlu kita bicarakan, jalani saja seperti yang kamu inginkan. Aku tidak peduli lagi. " Alice terlihat enggan untuk berbicara lebih banyak lagi dengan  Mike.


Alice kembali melanjutkan langkahnya, tapi tangannya segera ditangkap oleh Mike. Dan Alice menghentikan langkahnya. Alice mendengus kesal, karena dia masih belum memberi tanggapan tentang permintaan Mike agar Alice masuk ke mobilnya, dan keduanya harus bicara.


"Aku mohon Alice, aku harus menyampaikan ini. Dan kamu juga harus mendengarkannya, jangan lagi mengabaikan aku. Sekarang ikut aku ke mobil dan akan aku beritahukan apa yang akan aku sampaikan padamu." Mike memohon dengan suara lemah karena dia berharap jika Alice mau mendengarkan dan juga menuruti permintaannya.


Sebenarnya Alice malas sekali menanggapi Mike, tapi Alice penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh pria itu. Setelah semua kekacauan yang dilakukan oleh Mike dan juga membuat Alice bersikap dingin dan juga acuh kepada pria itu.


"Baiklah, tapi setelah kau menyampaikan apa yang ingin kau sampaikan itu, tolong biarkan aku pergi. Aku lelah ingin istirahat." Alice mengikuti Mike yang sudah lebih dulu berjalan ke arah  mobilnya terparkir.


Mike membuka pintu mobil untuk Alice, kemudian wanita itu masuk kedalam. Dia nurut karena penasaran, hatinya juga bertanya-tanya apa yang membuat seorang Mike sampai memohon seperti? Alasan itulah yang pada akhirnya Alice setuju dan masuk ke dalam mobil pria itu.


Mike yang memohon melatarbelakangi Alice yang harus terpaksa menuruti permintaan pria itu, padahal tubuh Alice sangat lelah sekali setelah seharian berkutat dengan banyak pekerjaan. Bukan hanya tubuhnya saja yang lelah melainkan juga dengan hatinya.

__ADS_1


"Sebenarnya hal penting apa yang ingin dia katakan padaku? Semoga saja aku tidak salah mengambil keputusan dengan masuk ke dalam mobilnya." Alice membatin. Keterpaksaannya, agar Mike tidak terus-menerus berisikap seolah merasa bersalah atas kejadian sebulan yang lalu di hotel itu.


__ADS_2