
Saat Alice baru saja masuk ke tempat dimana Mike dan dua sahabatnya tengah berbincang, mata Johan menangkap kedatangan Alice. Tapi dia sengaja pura-pura tidak melihatnya. Johan jadi punya ide untuk mengajukan pertanyaan yang membuat Alice salah paham. Johan tersenyum, sebab dia memang menginginkan jika hubungan Mike dan Alice merenggang.
"Kesempatan emas, dalam momen yang pas. Sepertinya akan memudahkan pekerjaanku dengan kedatangan wanita itu kesini, akan aku buat kau salah paham terhadap Mike. Jika sebelumnya Mike sudah kena hajar oleh ayahnya, maka sekarang akan aku buat dia dibenci olehmu, Alice." Johan membatin saat melihat Alice yang baru saja masuk dan berjalan menghampiri mereka bertiga.
Sengaja Johan mempertanyakan mengenai niat awal Mike mendekati Alice, kemudian jatuh cinta dan jatuh pada perangkap permainannya sendiri. Pasti Alice mengira, jika Mike hanya sedang mempermainkannya saja, sehingga wajah Alice terlihat terkejut. Lalu wanita itu berlari keluar setelah mendengar pertanyaan Johan pada Mike.
"Berhasil, setelah ini kalian pasti akan ribut dan saling menjauh." Johan kembali membatin saat melihat Alice yang pergi sambil menangis. Johan tersenyum sinis, menyeringai seolah dia baru saja berhasil mengalahkan seseorang.
Alice kembali naik taksi, dia tidak pulang ke rumah. Dua kali dikecewakan oleh dua orang terdekatnya, membuat hati Alice sangat sakit sekali. Dia tidak menyangka jika Mike hanya mempermainkannya saja, padahal Alice begitu mencintai Mike. Bahkan, dia sampai rela menentang hukum Tuhan. Dengan tetap menjalin hubungan terlarang dengan kakaknya sendiri.
Alice pergi ke hotel untuk menenangkan diri, pikirannya sangat kacau sekali. Padahal niat Alice menemui Mike hanya untuk meminta bantuan pria itu mencari tahu tentang orang yang sudah mengirimkan video tersebut pada Haris. Tapi yang Alice dapatkan justru sebuah kenyataan yang akhirnya membuat dirinya kembali kecewa.
"Lebih baik Malam ini aku menginap di hotel dulu, aku masih belum siap bertemu dengan Mike. Setelah mengetahui tentang kebenaran yang membuat hatiku kembali sakit dan juga kecewa," gumam Alice, tangannya terulur Untuk menghentikan mobil taksi yang melewati jalan tersebut.
__ADS_1
Alice mengatakan pada sopir taksi untuk mencari hotel terdekat, Alice hanya tidak ingin menangis dan merasa tidak diinginkan baik oleh ibunya dan juga Mike. Suasana hatinya sedang buruk dan Alice membutuhkan tempat yang sunyi dan juga tenang.
"Coba kau telepon Alice sekarang juga, tanyakan apakah dia baik-baik saja? Supaya dia juga merasa lebih tenang setelah mendengar suaramu." Brandon mengingatkan Mike.
Mike mencoba menghubungi nomor ponsel Alice, tapi nomornya tidak aktif. Mike berusaha untuk kembali mengulangi menghubungi nomor tersebut dan hasilnya masih tetap sama yaitu tidak aktif, Mike menjadi panik. Dia khawatir Jika sesuatu hal yang buruk terjadi pada Alice karena ponselnya tidak bisa dihubungi.
"Tenangkan dirimu, mungkin saja ponselnya mati dan sedang diisi baterai." Brandon menenangkan Mike yang terlihat besar dan juga panik karena gagal menghubungi Alice.
"Mungkin juga ponselnya sedang berada di luar jangkauan, dia juga sudah tidur. Ini kan sudah malam." Johan turut menimpali dan menenangkan Mike yang sedang terlihat panik.
"Aku sendiri tidak bisa menyalahkan rasa cintamu kepada Alice, sebab rasa cinta itu bukan kita yang menciptakannya. Kita juga tidak bisa memilih pada siapa cinta ini kita berikan, begitu juga yang sekarang terjadi padamu. Aku berharap kau bisa bersikap lebih tenang dan tidak memakai emosi menghadapi orang tuamu yang sudah mengetahui tentang hubunganmu dengan Alice. " Brandon memberikan masukan dan juga penilaian dari dirinya pribadi mengenai perasaan cinta Mike yang dia berikan kepada wanita dan dia adalah adiknya sendiri.
"Bahkan, cinta itu sudah hadir jauh sebelum kalian berdua mengetahui bahwa di antara kalian adalah saudara satu ayah. Jadi aku tidak bisa menyalahkan cinta yang ada padamu dan juga Alice saat ini." Brandon yang memahami tentang kegelisahan hati Mike mengenai terkuaknya hubungan dia dengan Alice.
__ADS_1
Mike menganggukan kepalanya, membenarkan apa yang baru saja dikatakan oleh Brandon. Sebab Dia memang berencana untuk membuat Alice jatuh cinta padanya, sebelum Mike mengetahui jika Alice adalah anak dari istri kedua ayahnya. Itu artinya Alice merupakan saudaranya satu ayah.
Johan juga memperhatikan kegelisahan Mike karena ponsel Alice tidak bisa dihubungi, ditambah lagi pernyataan Brandon yang seolah tidak menghakimi Tentang Rasa Cinta baik dari sisi Mike maupun Alice. Karena memang hal tersebut terjadi Jauh sebelum mereka mengetahui jika mereka adalah saudara.
"Mike, Sebelumnya aku minta maaf. Karena tidak bisa menemanimu lebih lama di sini, aku harus secepatnya pulang ke rumah karena ada urusan penting yang harus aku kerjakan saat ini." Johan memasukkan ponsel ke dalam celananya setelah dia mengirim balasan pesan entah kepada siapa.
"Tidak masalah, kau pulang saja. Lagi pula ada Brandon yang menemani aku disini." Mike melambaikan tangan pada Johan yang pulang lebih dulu dengan alasan ada urusan.
Tinggalah Brandon yang masih bersama dengan Mike, mencoba menjadi pendengar yang baik sebagai seorang sahabat. Saat-saat sulit seperti ini, sudah seharusnya sahabat ada saling memberi dukungan. Mike bersyukur punya dia sahabat yang selalu ada dan menemaninya dalam setiap keadaan apapun.
"Jangan terlalu banyak berpikir yang buruk, aku akan selalu ada dan siap membantu kapanpun kau membutuhkannya. Jangan sungkan, karena kita bukan hanya sebagai sahabat, tapi kita adalah saudara." Brandon merangkul pundak Mike, menepuknya pelan.
"Terima kasih banyak, dan maaf jika merepotkan. Sungguh Aku tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, aku sendiri bingung bagaimana kelanjutan hubunganku dengan Alice? Sudah pasti ayah dan juga Esme akan melarang kami berhubungan lagi." Mike terlihat putus asa, wajahnya juga nampak kacau dan terlihat bukan seperti Mike yang selama ini dikenal banyak orang.
__ADS_1
"Tenangkan dirimu dulu, Mike. Untuk masalah itu, nanti bisa dicari solusinya, semoga saja kalian tetap bisa bersama. Aku mengerti, situasinya saat ini sangat sulit untukmu dan juga Alice. Tapi percayalah, apapun hasilnya nanti, itu sudah terbaik untuk kalian berdua." Brandon tak bisa memberi masukan lebih jauh lagi, karena masalah yang dihadapi oleh Alice dan Mike berbeda dari yang lainnya.
Mike masih belum ingin pulang, tentu bukan ke rumahnya. Melainkan ke apartemen yang jarang sekali dia tempati, satu-satunya tempat yang banyak membantu saat Mike sedang banyak masalah, seperti yang terjadi hari ini. Jadi untuk sementara dia akan tinggal di apartemen dulu.