Terjebak Cinta Saudara

Terjebak Cinta Saudara
TCS 44


__ADS_3

Tubuh Alice mulai kesulitan untuk dia kendalikan, mendadak tubuhnya lemas saat mendengar ucapan Mike yang seolah menahan langkah kakinya untuk pergi meninggalkan kamar itu. Ranjang yang menjadi saksi atas perbuatan kasar Mike yang diselingi oleh banyak suara ******* meluncur tanpa Alice sadari.


"Ah …. Ah …. Hmmm." Suara ******* itu kembali terdengar.


Alice terkejut dan benar saja jika suara ******* itu berasal dari rekaman video, yang memang sengaja diambil oleh Mike saat keduanya sedang melakukan hubungan suami istri beberapa menit yang lalu. Dunia Alice terasa hancur, tubuhnya Luruh ke lantai dan dia pun menangis atas ketidak sadarannya mengeluarkan suara lenguhan dan juga ******* yang saling berkejaran dengan suara Mike yang juga terdengar jelas dari rekaman video tersebut.


"Kau benar-benar kejam, Mike. Masih belum Puaskah kau menghancurkan hidup dan juga masa depanku? Dan sekarang kau mengancamku dengan video terkutuk itu. Lakukan Apapun seperti yang inginkan, Aku muak dan benci padamu." Alice berteriak kencang dan dia pun memaksa untuk pergi keluar dari kamar tersebut dengan keadaan menangis tanpa peduli lagi dengan ancaman Mike yang akan menyebarkan video itu.


Mike terdiam, merasa tertusuk mendengar ucapan Alice yang begitu murka dan juga marah padanya, rekaman video itu masih berputar tapi Mike seolah tidak mendengarnya dan dia hanya mendengar suara teriakan Alice yang baru saja  meninggalkan kamar itu.


"Apa yang sudah aku lakukan padanya? Benarkah jika aku ini kejam?" Mike merasa serba salah, entah kenapa dia merasa sakit mendengar ucapan Alice.


Mike masih berada di kamar hotel, tak berniat sedikitpun untuk mengejar atau membujuk Alice agar tidak pergi meninggalkannya sendirian.


Alice berlari meninggalkan hotel itu dengan berurai air mata, dia masih syok atas perbuatan yang sudah dilakukan Mike kepadanya, tanpa Alice duga jika pria itu malah mengambil video atas perbuatan yang dipaksakan kepada Alice, malu dan juga merasa terhina saat Alice mendengar suara ******* seolah-olah dia menikmati permainan panas di antara mereka berdua.

__ADS_1


Sementara Johan masih menunggu di tempat persembunyiannya, dia benar-benar merasa curiga dengan apa yang dilakukan oleh Mike dan juga Alice di hotel ini. Sehingga Johan memutuskan untuk menunggu sampai dua orang itu keluar dari hotel dan Johan ingin tahu lebih lanjut lagi, sebab Johan yakin jika ada sesuatu diantara Mike dengan Alice yang tiba-tiba datang ke hotel lain padahal Mike  mempunyai hotel sendiri.


"Apa saja yang sedang mereka berdua lakukan? Kenapa lama sekali? Jika memang hanya ada urusan pekerjaan untuk apa sampai menyewa kamar hotel segala?" Johan mondar-mandir di tempat persembunyiannya sambil matanya tetap awas menatap ke arah pintu keluar hotel tersebut.


Sudah hampir dua jam lebih, Johan menunggu Mike dan Alice keluar dari hotel itu. Karena tidak mungkin keduanya berada di dalam sana lebih lama lagi, karena mereka pasti harus kerja. Pikiran Johan jadi kemana-mana, memikirkan yang tidak-tidak tentang Mike dan salah satu pegawai hotelnya.


Entah sudah yang kesekian kalinya, Johan melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Hanya untuk memastikan jika Mike dan Alice sudah terlalu lama berada di dalam sana, sampai akhirnya mata Johan melihat seseorang yang berlari sambil menangis.


"Itu dia," gumam Johan, melihat Alice yang baru saja terlihat dari lobi hotel.


Alice berlari meninggalkan Mike yang masih berada didalam kamar, Alice tak mempedulikan tatapan dari orang-orang yang berpapasan dengannya di lorong hotel, sampai akhirnya Alice sudah sampai di lobi dan hendak menunggu taksi.


"Kenapa dia menangis dan terlihat kacau seperti itu? Sepertinya ada sesuatu hal buruk atau kejadian yang besar, sehingga Alice menangis sampai tidak memperdulikan sekitarnya." Johan tetap berdiri tanpa dilihat oleh Alice.


Tiba-tiba, Johan seperti menemukan ide yang akan memberi Banyak keuntungan untuknya. Setelah dia melihat kejadian di depan matanya sendiri, Johan tersenyum jahil. Dan dia tahu apa yang akan dia lakukan pada Mike.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya sudah kau lakukan, Mike. Kau membuat seorang wanita jadi menangis dan dibuat acak-acakan seperti itu, hmm … Sepertinya aku harus membuat kejutan untukmu, Mike. Aku rasa kau pasti akan menyukai kejutan itu dariku." Johan tersenyum jahil menatap ke arah Alice yang masih berdiri, kemudian masuk ke dalam mobil taksi.


Johan sudah punya rencana jitu yang akan membuat Mike terheran-heran, sebab Johan memang menginginkan hal ini sejak lama. Baru sekarang dia punya ide brilian, sehingga Johan harus secepatnya merealisasikan sesuatu hadiah atau surprise untuk Mike, teman baiknya itu.


"Kita lihat saja Mike, kau pasti suka dengan kejutan yang akan aku berikan untukmu. Ah, aku sudah tidak sabar lagi menyaksikan reaksi wajah tampanmu ketika melihat kejutan yang akan aku kirim dan kau adalah orang pertama yang sudah pasti akan melihatnya." Johan mengangguk-anggukan kepalanya.


Ide jahil itu terlintas begitu saja, saat melihat Alice yang berlari melewati lobi dengan kondisi acak-acakan, semua orang pasti juga tahu apa yang telah terjadi pada wanita itu. Apalagi Mike yang semula sudah menarik kasar tangan Alice masuk ke dalam hotel itu, padahal keduanya sedang berada di jam kerja. Memangnya apa lagi yang dilakukan seorang pria dan wanita, memesan kamar di hotel. Dan setelah dua jam berlalu, si wanita keluar sambil berlari dan menangisi, ditambah lagi penampilannya yang acak-acakan.


"Sebaiknya aku pergi dari sini sekarang juga, sebelum Mike melihat keberadaanku. Maka semua rencana dan ide yang telah tersusun ini akan berantakan, Mike. Aku tunggu komentar dan reaksi darimu, atas apa yang akan aku lakukan nanti. Semoga kau menyukainya." Johan pergi meninggalkan hotel, karena dia ingin jika rencananya berjalan sesuai keinginannya.


Johan bergegas pergi berjalan menuju ke mobil yang ada di parkiran hotel tersebut, matanya tetap mengawasi tentang keadaan sekitar lokasi karena Johan takut keberadaannya diketahui oleh Mike. Johan segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan halaman parkir hotel untuk pulang ke rumah dan menyusun sebuah rencana dari ide yang baru saja dia dapatkan.


Wajah Johan menunjukkan kejahilan mengenai rencana yang akan disusun untuk memberi kejutan kepada Mike, tidak ada ruginya juga Johan menunggu selama 2 jam lebih untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi antara Mike dan juga alis. Jadi sekarang setelah menemukan jawaban dari pertanyaannya, Johan memegang semua rahasia besar yang akan siap menghentak kehidupan Mike.


"Persiapkan dirimu Mike, karena setelah kau bersenang-senang dengan Alice. Giliran aku yang bersenang-senang," batin Johan.

__ADS_1


__ADS_2