Terjebak Cinta Saudara

Terjebak Cinta Saudara
TCS 66


__ADS_3

Alice menjauh dari semua orang , agar dia bisa memperbaiki dirinya dan tidak lagi melakukan kesalahan yang sama. Sehingga dengan begitu dia bisa banyak belajar dari orang-orang yang dia rawat, dan seperti bernasib sepertinya. Yaitu tak lagi diinginkan oleh mereka yang katanya keluarga dan sayang serta peduli, tapi nyatanya itu hanya sebatas ucapan dan kebohongan saja.


Nenek itu sangat menyayangi Alice, dia sudah menganggap Alice seperti cucunya sendiri. Karena keluarganya juga lama tak pernah lagi datang berkunjung. Sehingga kehadiran para relawan itu dan juga Alice ya sudah menyediakan waktu untuk merawat para lansia yang sengaja ditinggalkan atau lebih kasar lagi dibuang oleh keluarganya.


Perlahan tapi pasti kondisi Alice jauh lebih baik dari saat pertama dia datang ke panti jompo tersebut sebagai relawan, setiap harinya ada saja tingkah konyol dan juga mengundang tawa dari para orang tua yang menghabiskan hingga tutup usia di tempat terpencil seperti itu. Alice dan beberapa relawan lainnya dengan tulus merawat serta menemani para rasul yang memang hanya butuh didengar saja meskipun ceritanya berputar dengan cerita yang sama.


"Kita ke taman ya, nek. Mumpung udaranya sejuk, sebentar lagi juga panas. Kalau sekarang masih banyak sisa embun di rerumputan." Alice mendorong kursi roda yang ditempati oleh wanita tua yang sudah banyak memberinya pelajaran hidup.


Kesalahan Alice dengan menjalin hubungan terlarang dengan Mike  emang sempat disalahkan oleh wanita tua itu, tapi dia juga memberi nasehat agar Alice tetap harus menjalani kehidupannya dan jangan berhenti ataupun menyesali sesuatu hal yang sudah terjadi.


"Semuanya tidak akan mungkin kembali seperti sedia, tapi setidaknya kamu bisa jauh lebih baik dan juga tidak mengulangi kesalahan yang sama." Nasihat itu yang masih diingat oleh Alice hingga saat ini.


Entah sudah berapa lama Alice berada di panti jompo tersebut, dia sendiri sudah mulai merasa nyaman dan enggan untuk kembali ke kota. Dengan menjalani kehidupan yang apa adanya juga sederhana membuat Alice jauh lebih baik serta banyak bersyukur, orang-orang tua di sekitarnya sangat menginginkan kunjungan dari para sanak saudara serta anak-anak mereka. Tapi keinginan tersebut hanya sebatas angan karena saat mereka sudah diantar ke panti jompo maka pihak keluarga begitu saja lepas tangan dan menyerahkan semuanya pada pihak panti.

__ADS_1


Kedekatan Alice dengan wanita itu seperti cucu dan neneknya, wajah Alice nampau ceria. Padahal awal-awal menjadi relawan. Alice sering sekali menangis diam-diam, saat semua orang sibuk didalam dan Alice duduk seorang diri di taman panti.


Senyum itu kembali menghiasi wajah Alice, berkat kasih sayang dari para lansia juga banyak cerita masa lalu. Sehingga Alice menjadi lebih bersyukur lagi, dan akan kembali menatap hidupnya. Mungkin juga menghabiskan sisa hidup di panti jompo sebagai relawan, merawat serta menemani mereka yang terbuang dari keluarganya.


Nasib aku sama mereka sama saja, hanya aku masih muda tapi mereka sudah tua. Jadi aku lebih baik tinggal saja disini dan tidak akan kembali ke rumah, sebab tak ada lagi orang yang menginginkan aku." Gumam Alice, dia sedang duduk di taman, menemani para lansia berjemur pagi.


Keceriaan orang-orang tua yang sebenarnya sangat merindukan kasih sayang anak dan cucu mereka, tapi kenyataannya mereka justru harus menghabiskan waktu di panti jompo.


Sementara Mike  begitu kacau, dia semakin gila karena terus-menerus mencari keberadaan Alice yang tak juga kunjung bisa dia temukan. Sudah berbagai macam cara dilakukan oleh Mike  bahkan orang-orang suruhannya pun tak bisa berbuat apa-apa karena keberadaan Alice benar-benar sulit untuk ditemukan.


"Alice masih belum ditemukan, semua orang-orang yang aku perintahkan tidak ada satupun yang memberikan info tentang Alice. Ponselnya juga masih belum aktif, aku bisa gila jika dia tak bisa juga ditemukan, aku khawatir karena di luaran sana sangat berbahaya." Mike mengeluarkan uneg-uneg nya pada Brandon, karena dia merasa putus asa belum mendapatkan kabar apapun tentang Alice.


Brandon sudah menebak jika Mike akan menjadi seperti ini, cintanya pada Alice sangatlah besar. Rasa khawatir juga cemas membuat Mike seperti orang gila, setiap hari dia pergi kemana saja untuk mencari Alice. Tapi hasilnya masih nihil, tapi Mike belum menyerah. Sudah hampir satu bulan, Alice entah berada di mana sekarang.

__ADS_1


Mike mengabaikan pekerjaannya, waktunya hanya dihabiskan untuk mencari Alice. Tak peduli meskipun hasilnya tetap sama, hingga dia lupa dengan tanggung jawabnya di kantor.


"Kenapa kau tidak meminta bantuan Johan saja? Bukankah dia ahli dalam hal melacak data seseorang, maksudnya dalam artian seperti hacker lah." Brandon memberi saran itu dia tahu jika Johan memiliki keahliannya dalam hal tersebut.


Saran dari Brandon sangat membantu sekali, Mike baru teringat kalau Johan memang pandai dalam meretas data orang lain, sehingga besar kemungkinan jika keberadaan Alice bisa terdeteksi melalui ponsel wanita itu.


"Kau benar sekali, Brandon. Kenapa aku baru teringat dengan Johan. Aku harus secepatnya menemuinya, semoga saja dia bisa membantuku untuk mencari keberadaan Alice. Terima kasih, Brandon." Wajah Mike terlihat sumringah, dengan bantuan hacker, maka Alice bisa terlacak. Meski Mike sudah banyak menghabiskan waktu, tapi kesempatan selalu ada dan itu adalah keberuntungan besar untuknya.


Mike segera pergi menuju ke apartemennya Johan, dia harus membahas mengenai keinginannya yaitu melacak nomor ponsel Alice, dan menemukan keberadaannya. Sementara Brandon memutuskan untuk pulang, sebab dia ada urusan lain sehingga tidak bisa menemani Mike untuk menemui Johan.


"Jika ada kabar, hubungi aku. Jadi kita bisa sama-sama pergi untuk menjemput Alice pulang. Tetap semangat, cintamu untuk Alice sangatlah besar dan tulus  jadi aku yakin sekali, kalau kamu bisa membawanya pulang." Brandon memberi semangat pada Mike, sebelum Mike pergi ke apartemen Johan.


Mike mengangguk dengan semangat, dia yakin sekali kalau kali ini Alice akan ditemukan. Lelah sudah pasti, sebab selama pencarian Alice, Mike tak pernah lepas tangan begitu saja hanya mengandalkan anak buahnya. Tapi dia juga ikut turun tangan mendatangi banyak tempat.

__ADS_1


"Tunggu aku, Alice. Sebentar lagi, aku pasti akan membawamu kembali pulang ke rumahku, tidak ada yang bisa menghalangi cinta kita. Meskipun aku adalah kakakmu sendiri, hatiku mengatakan jika cinta ini tidaklah salah. Terlepas dari apapun yang orang-orang katakan tentang kita. Aku sungguh tidak peduli." Mike memacu kendaraannya dengan kecepatan sedang, hanya tinggal beberapa menit lagi sampai ke apartemen Johan. Biasanya di jam seperti ini, Johan sudah ada di apartemennya sehingga Mike tak perlu bilang terlebih dulu kalau dia mau datang.


__ADS_2