Terjebak Cinta Saudara

Terjebak Cinta Saudara
TCS 56


__ADS_3

Haris tiba di bandara, dia terpaksa pulang padahal urusan pekerjaannya belum selesai. Ancaman yang diterima dari nomor orang tidak dikenal, membuat Haris memutuskan untuk pulang secepatnya, tidak ingin lagi menunggu. Mobil jemputan sudah tiba di pintu keluar, Haris menuju rumahnya dengan menaiki mobil yang dibawa oleh sopirnya


Tidak  ada percakapan antara Haris dengan sopir itu, hati Haris tengah berkecamuk. Antara marah, kecewa, juga takut. Sebab ancaman itu sudah pasti akan menghancurkan semuanya. Bahkan, berimbas pada perusahaan miliknya. Bagaimana mungkin Haris bisa tenang menghadapi masalah sebesar ini.


"Mike, Alice. Dimana kalian?" Haris berteriak saat baru saja sampai ke rumah, dia memanggil dua anaknya yang sudah membuat malu.


Esme yang mendengar teriakan Haris, secepatnya keluar. Menghampiri suaminya yang sudah pulang, padahal lusa Haris pulang sesuai jadwal pekerjaannya.


"Ada apa, kenapa kau berteriak seperti orang tidak waras saja?" Esme melihat Haris yang tengah berdiri di ruang tamu, wajah Haris memerah menahan amarah besar yang sebentar lagi akan dia luapkan pada Mike.


Haris menarik rambut dengan kasar, dia benar-benar sedang marah besar. Orang yang sekarang dicari sepertinya tidak ada di rumah, dan hanya ada Istrinya saja. Haris harus menanyakan langsung pada Mike, kenapa dia sampai melakukan perbuatan yang menjijikkan dengan adiknya sendiri.


"Apa saja yang kau kerjakan di rumah, Esme? Kenapa kamu tidak becus memperhatikan anak-anak?" Haris membentak marah pada Esme.


Wanita itu terkejut karena harus menerima kemarahan suaminya, dia sendiri tidak mengerti maksud dari ucapan dan kemarahan Haris.


"Maksudmu apa, Haris? Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi? Pulang-pulang kenapa marah-marah seperti ini?" Esme bertanya dua kali tentang apa yang membuat suaminya marah besar.


Haris membuka ponselnya, dan memperlihatkan pesan ancaman agar saham praja hotel diberikan pada orang tidak dikenal, atau rekaman video intim Mike dan Alice akan disebar oleh orang tidak dikenal itu.

__ADS_1


"Baca, dan lihat video perbuatan Mike juga Alice. Aku tidak habis pikir, kau ini ibunya. Kenapa bisa sampai kecolongan seperti ini? Kenapa kau kurang memperhatikan mereka, sampai-sampai bisa kejadian buruk menimpa keluarga kita." Haris memperlihatkan ponselnya pada Esme.


Esme melihat video tersebut, dia membekap mulutnya dengan tangan. Menggelengkan kepalanya, seolah tidak percaya dengan apa yang dilakukan Mike pada Alice. Seketika Esme menangis, dia menjadi malu. Kecewa, sakit hatinya melihat video intim Mike dengan Alice.


"Ya Tuhan, apa yang sudah mereka berdua lakukan? Mike, Alice itu adalah adikmu. Kenapa bisa melakukan hal buruk padanya?" Esme menangis, membekap mulutnya. Bahunya naik turun. Hatinya merasakan sakit yang teramat dalam. 


Haris juga tidak kalah kacaunya, dia tidak menduga jika kedekatan anak-anaknya ternyata bukan dekat seperti kakak pada adiknya, selama ini Haris menganggap jika Mike bisa menjaga dan melindungi Alice sebagai adiknya, tapi Mike malah menghancurkan masa depan Alice, sekarang mereka berdua tidak ada di rumah, pasti sedang keluar dan menikmati kebersamaan entah dimana.


"Kenapa bisa seperti itu?" Esme menangis semakin kencang.


Esme duduk sambil tetap membekap mulutnya, suara tangisannya begitu menyayat hati. Sebagai seorang ibu, tentu saja dia merasa gagal karena sudah membiarkan putrinya rusak oleh pria yang seharusnya bisa menjaga serta melindunginya, tapi Mike justru tidak.


"Aku tidak tahu, tadi aku pergi ke supermarket. Pulang-pulang mereka sudah tidak ada di rumah, kata pelayan pergi bersama. Entah kemana," jawab Esme di sela-sela tangisannya.


Haris berdiri lagi, saat mendengar mobil berhenti di halaman rumah. Itu pasti Mike, dia sudah pulang. Haris menunggu Mike masuk ke rumah, tangannya menjadi gatal sekali. Ingin secepatnya menampar anak itu dengan keras.


Mike masuk ke rumah dengan langkah cepat, mungkin dia mendengar tangisan Esme. Wajah Alice nampak cemas, melihat ibunya menangis seperti itu. Tanpa menunggu lagi, tangan Haris melayang mengenai pipi Mike yang terkejut, karena mendapatkan serangan mendadak.


Mike masih berdiri sambil memegangi pipinya yang baru saja ditampar oleh Haris, dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba Haris menamparnya. Padahal tadi Mike ingin tahu kenapa Esme bisa menangis, tapi belum juga Alice bertanya. Tangan Haris sudah lebih dulu meninggalkan sakit dan perih pada pipi Mike.

__ADS_1


"Apa kesalahan yang sudah aku perbuat, sehingga ayah menampar aku tanpa bertanya terlebih dahulu?" Mike menatap ayahnya yang juga tengah menatapnya dengan penuh kemarahan, Mike mempertanyakan mengenai tamparan Haris padanya.


Haris tidak menjawab, dia membuang nafas kasar. Ingin rasanya mencekik leher Mike agar bisa melampiaskan kemarahannya. Esme yang masih menangis, kemudian menjawab pertanyaan Mike.


"Kenapa kau tega menghancurkan hidup dan masa depan adikmu sendiri, Mike. Apakah karena aku, sehingga kau melampiaskan dendam pada Alice? Katakan, Mike. Kenapa kau setega itu pada Alice. Ya Tuhan." Esme menangis meraung-raung, dia masih belum bisa menerima tentang apa yang sudah Mike lakukan pada Alice.


Sebelumnya Esme sempat curiga saat melihat dan sering memergoki Mike yang tengah malam keluar dari kamar Alice. Tapi dia membuang jauh-jauh tentang pikiran buruk itu, karena percaya jika Mike tidak akan mungkin berbuat jahat pada Alice, tapi ternyata. Ketakutan Esme menjadi kenyataan. Mike sudah merenggut harga diri dan masa depan Alice.


"Aku …." Bibir Mike seketika terasa kelu, dia tidak bisa menjawab pertanyaan Esme.


Ketakutan dan mimpi buruk Alice semalam mungkin ada kaitannya dengan kejadian hari ini, mungkinkah semua yang sudah Mike dan Alice rahasiakan selama ini akan berakhir? .


Haris terduduk lemas, dia benar-benar kehilangan kata-kata. Buat bagaimanapun juga Mike dan Alice adalah darah dagingnya, tapi sebuah kenyataan pahit harus Haris terima, dan entah bagaimana dia bisa melewati semua ini.


"Katakan, Mike. Jangan diam saja, kenapa kau tega berbuat seperti itu pada Alice? Kalian ini saudara, darah kalian berdua sama-sama berasal dari ayah yang sama. Kalian keterlaluan." Esme berteriak, dia terkulai lemas. Menyandarkan tubuhnya ke sofa.


Alice yang mendengar itu menjadi ketakutan dan juga terkejut, sebab apa yang selama ini ditutupi dari semua orang termasuk ibunya. Pada akhirnya akan terbongkar juga.


"Ya Tuhan, itu artinya. Mama sudah mengetahui tentang hubunganku dan Mike? Rahasia ini akhirnya terbongkar, aku takut. Takut sekali Tuhan," batin Alice.

__ADS_1


Seketika keceriaan diwajah Alice dan Mike, berubah menjadi penyesalan. Tapi semua sudah terjadi. Terlebih, Mike sangat mencintai Alice. Begitu juga dengan Alice, dengan alasan itulah keduanya sudah menjalin hubungan sampai sejauh ini. Alice harus berbuat sesuatu agar Esme mau memaafkannya, sebab rahasia ini pasti sangat melukai hati Esme.


__ADS_2