
Keputusan Esme dan Mike yang tidak setuju dengan niat Alice untuk pindah dari rumah itu, pada akhirnya membuat Alice tidak bisa mewujudkan keinginannya dan sekarang Dia terpaksa harus tinggal bersama dengan pria yang dibencinya di rumah tersebut. Tidak ada komunikasi apa-apa diantara Mike dan juga Alice, kekecewaannya terhadap sikap Mike yang dianggap Alice hanya sebatas sandiwara saja membuatnya semakin muak dan enggan untuk bertegur sapa dengan kakaknya.
Mike tidak bisa tenang dengan sikap Alice yang terus saja mengabaikan dan menganggapnya seolah-olah dirinya tidak ada, setiap kalimat menyampaikan ataupun menyapa Alice. maka wanita itu pasti akan segera menghindar atau pura-pura tidak melihat keberadaan Mike.
Tidak ada lagi sikap hangat Alice yang biasa dia tunjukkan kepada Mike, Alice selalu saja menunjukkan sikap Dinginnya di hadapan Mike dan juga seperti ada penghalang atau tembok besar di antara keduanya. Dan Mike tidak bisa memaksakan agar Alice bersikap seperti sebelum-sebelumnya.
"Jangan abaikan aku seperti ini, Alice. Bersikap lah seperti biasanya," ungkap Mike saat dirinya hendak pergi ke kantor yang bersamaan dengan Alice yang juga menunggu taksinya datang.
"Tidak perlu banyak mengaturku, Bukankah keinginanmu sudah terpenuhi dengan gagalnya rencanaku untuk pindah dari rumah ini. Apalagi yang kau inginkan dariku, Mike? Aku sudah lelah mengikuti permainanmu yang licik itu, kau seolah menunjukkan tentang kepedulianmu terhadapku. Agar dianggap kesatria dan juga kakak yang baik oleh ayah dan juga mama, padahal kamu tidak lebih seperti seorang monster yang siap melenyapkanku kapan saja." Alice berlalu pergi meninggalkan Mike yang masih berdiri di dekat mobilnya.
Sebulan sudah Alice mengabaikan dan semakin bersikap dingin saja kepada Mike, ketika keduanya berada di rumah dan sedang makan malam bersama ataupun sarapan. Sikap Alice biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan juga Mike, bahkan Esme mengira jika Mike berhasil membujuk serta meluluhkan hati Alice agar membatalkan rencananya untuk pindah dari rumah. padahal Alice hanya malas berdebat dengan baik sehingga dia mengundurkan niatnya dan membiarkan dirinya tetap berada di rumah itu namun dengan perubahan sikap terhadap Mike.
__ADS_1
Sesampainya di hotel, Alice merasa tenang melakukan pekerjaannya tanpa ada Mike yang selalu berusaha untuk membullynya, dia bersikap dingin dan Acuh seperti itu kepada Mike sebagai bentuk kekecewaan serta kemarahan yang sudah lama menumpuk di hati Alice. Mix selalu saja melakukan apapun yang dia inginkan, Bahkan dia sudah menghancurkan hidup Alice sehingga wanita itu kehilangan masa depan dan hanya menjalani hidup tanpa adanya Harapan ataupun mimpi.
"Mau sampai kapan kau mengabaikanku seperti ini Alice? Aku bisa gila karena sikapmu yang dingin dan selalu mengabaikanku." Mike sedang berada di ruang kerjanya, dia menggerutu kesal dan juga marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa mengenai perubahan sikap Alice yang sudah sebulan masih saja seperti itu.
Mike merindukan semua kebersamaannya bersama Alice, banyak waktu yang selalu mereka berdua habiskan Jauh sebelum Mike mengetahui jika Alice adalah adiknya. kebencian itu semakin terpupuk begitu dalam di hati Mike Bahkan dia berharap untuk dapat menghancurkan Alice karena baik menganggap jika kehancuran keluarganya disebabkan oleh kehadiran Alice.
Padahal Ali sendiri tidak tahu jika dirinya mempunyai saudara satu Ayah yang selama ini disembunyikan oleh Haris, baik hanya bisa menutupi kebodohannya karena niatnya untuk menghancurkan Alice ternyata gagal dan justru menimbulkan serta menumbuhkan rasa cinta terhadap Alice yang begitu besar.
Memikirkan masalah nya dengan Alice membuat Mike terpuruk dan benar-benar berada di titik terendah dalam hidupnya, apalagi saat main mengingat status dirinya dengan Alice yang merupakan saudara satu ayah. Hal tersebut semakin membuat Mike merasa kecewa sebesar-besarnya bahkan kejadian sebulan yang lalu saat dirinya memperlakukan Alice secara kasar, Alice menangis menahan sakit karena terus saja dipaksa untuk bisa memuaskan nafsu birahi Mike hari itu.
Malamnya Mike memutuskan untuk tidak pulang ke rumahnya, tapi dia lebih memilih pergi ke apartemen miliknya yang memang sudah lama tidak pernah ditempati. Mike butuh tempat untuk meluapkan segala permasalahan dalam hidupnya saat ini, Mike membawa banyak minuman alkohol dan dia menghabiskannya sendirian di apartemen itu.
__ADS_1
Sementara di rumah, Alice terlihat mondar-mandir di dalam kamarnya. karena dia tahu jika Mike belum sampai ke rumah dan entah yaitu pergi ke mana padahal ini sudah larut malam. Alice merasa cemas memikirkan Mike yang belum juga pulang ke rumah, tapi Alice berusaha menepis perasaan cemas itu kepada pria yang sudah berhasil menghancurkan hidup serta masa depannya.
"Berhentilah memikirkan sesuatu hal bodoh tentang pria itu, jangan lagi pedulikan dia. Biarkan dia menerima hukuman juga rasa penyesalannya atas semua perbuatan yang sudah dilakukannya kepadaku. Tidak perlu lagi menunjukkan perhatian pada manusia yang Bahkan bersikap layaknya monster." Alice mengibaskan tangannya untuk menghilangkan rasa cemas terhadap Mike yang masih berada di luar dan entah apa yang sekarang sedang pria itu lakukan.
Entah Sudah berapa botol Mike menghabiskan minuman beralkohol itu, baik tidak bisa membuang perasaan cintanya kepada Alice. karena kebencian yang semula melatarbelakangi dirinya untuk menghancurkan hidup Alice ternyata berakhir gagal, kebencian tersebut kini telah berganti dengan rasa cinta yang amat luar biasa tumbuh dengan subur di hati Mike untuk Alice.
"Maafkan aku, Alice. Perbuatanku padamu yang begitu kejam dan juga tak berperikemanusiaan, aku sudah memperlakukanmu seperti wanita lajang dan juga kasar. Hatiku bahkan tidak tersentuh sama sekali saat melihat dan juga mendengar erangan kesakitan yang meluncur dari bibirmu, dengan jahatnya aku mengira jika erangan itu adalah sebuah kenikmatan yang kamu rasakan hari itu. Aku bodoh, Alice." Mike terus saja meracau tidak jelas hanya nama Alice yang terus-menerus disebut.
Alice memutuskan untuk pergi ke tempat tidur dan mulai merebahkan tubuhnya, berusaha untuk memejamkan matanya dan mengabaikan rasa khawatir terhadap pria itu. Tapi entah Kenapa sangat sulit sekali Bagi Alice melupakan bayangan wajah Mike, padahal jelas-jelas pria itu sudah berbuat hal yang jahat sehingga tidak bisa dimaafkan.
"Sudahlah, Alice. Ini sudah malam, sebaiknya aku tidur saja. Supaya besok tidak kesiangan berangkat kerja," gumam Alice, dia menari selimut. Menutupi hingga leher dan perlahan matanya mulai terpejam. Berusaha mengusir rasa cemas dari hatinya.
__ADS_1