
Kepanikan dan juga ketakutan Alice membuatnya mempunyai tenaga untuk bisa keluar dan kabur dari para preman itu, bagaimana mungkin dia tetap berada di gudang tersebut, sementara pria yang tadi mengatakan bahwa akan menyerahkannya pada agen yang terbiasa menjual organ dalam manusia.
"Kita akan mendapat keuntungan dengan menyerahkan wanita ini pada agen itu, jadi tidak perlu menunggu pembayaran dari si bos dan kita bisa secepatnya kabur dari kota ini." Pria itu sudah benar-benar yakin bahwa dia dan juga teman-temannya akan membawa Alice pada agen tersebut.
"Kalau begitu kau hubungi saja orang-orang dari agen itu, katakan bahwa kita punya barang bagus dan tentu saja dengan harga jual tinggi. Mereka mau menerima sebab wanita ini sudah pasti memiliki organ dalam yang sehat, fisik luarnya saja dia terlihat sempurna bagaimana dalamnya, kata salah satu dari mereka.
Yang lainnya pun membenarkan ucapan pria itu, sehingga pria di sampingnya segera menghubungi orang-orang yang memang bekerja di sindikat perdagangan manusia yang khusus menjual organ dalam.
Mendengar semua percakapan itu, membuat tubuh Alice gemetar. Dia tidak ingin kalau sampai nasibnya berakhir mengenaskan, bahkan organ dalamnya dijual dan berada pada tubuh orang lain. Alice masih ingin hidup, dia tidak ingin mati sia-sia di tangan para penjahat itu.
"Ayolah, Alice . Kau harus keluar dari tempat ini, sebelum mereka membawamu pergi lebih jauh lagi dan berakhir mengenaskan." Alice membatin sambil terus berusaha untuk melepaskan ikatan tali di tangannya.
Salah satu dari para preman itu tengah menghubungi orang-orang dari sindikat perdagangan manusia ataupun agen yang memang bekerja menjual organ dalam manusia, mereka sudah menyetujui karena foto Alice sudah dikirim pada mereka dan sesuai yang mereka tawarkan dengan harga yang pantas untuk wanita sesempurna Alice .
Mata Alice masih terpejam, agar para preman tersebut tidak mengetahui bahwa dirinya mendengar semua apa yang mereka bicarakan. Ingin rasanya Alice berteriak dan juga menangis, tapi dia harus benar-benar sabar sedikit lagi karena tali yang mengikat di tangannya sebentar lagi akan terlepas.
__ADS_1
"Tuhan, tolong bantu aku untuk melepaskan tali ini." Alice kembali membatin, karena dia sudah merasakan perih di tangannya karena sejak tadi terus saja bergesek saling beradu agar dapat terlepas.
Preman-preman yang masih berada di gudang tengah saling mengobrol, rupanya mereka menunggu orang-orang dari agen tersebut datang menjemput Alice. Sehingga mereka menunggu di gudang tersebut dan menerima transaksi dengan harga yang cukup fantastis, jadi mereka tidak perlu capek-capek mengantar Alice ke markas sindikat itu.
Alice berusaha untuk mengumpulkan seluruh tenaganya, meskipun dia sendiri merasa sangat lemah sekali. Saat ini posisinya dengan para preman tersebut memang cukup berjarak jauh dan penerangan yang lumayan gelap, tali yang terikat di tangannya sudah terlepas. Dengan pelan Alice merangkak mundur menuju ke pintu samping yang ada di gudang itu, sementara para preman-preman tersebut sama sekali tidak mengetahui bahwa Alice telah kabur karena mereka sedang asyik mabuk-mabukan.
"Terima kasih ya Tuhan akhirnya aku bisa lolos juga dari mereka, aku harus secepatnya meninggalkan tempat ini sebelum mereka berhasil menangkapku kembali." Alice sudah ada di luar gudang tersebut, lalu dia berlari sekencang mungkin agar orang-orang itu tidak dapat menangkapnya.
Tak peduli ranting-ranting pohon dan juga kerikil tajam mengenai telapak kakinya, yang ada di dalam pikiran Alice hanyalah agar dia bisa secepatnya menjauh dan pergi dari orang-orang jahat itu. Alice tahu jika kakinya sudah pasti berdarah saat ini, tapi tekadnya begitu kuat untuk bisa kabur dan menyelamatkan diri.
Brandon sedang membantu Mike untuk mencari keberadaan Alice, dia membawa mobil ke arah lain sementara Mike berada di tempat lainnya juga. Keduanya berpencar untuk sama-sama mencari Alice yang sampai saat ini belum juga ditemukan, mobil Brandon memasuki jalanan yang rusak sehingga mobilnya harus melaju dengan pelan. Matanya terus saja awas melirik ke kanan dan kekiri, mungkin saja ada tanda-tanda tentang keberadaan Alice .
"Siapa itu?" gumam Brandon saat melihat seseorang tengah berlari dari arah yang berlawanan.
Brandon yang penasaran memelankan laju mobilnya, tapi detik berikutnya orang tersebut terkulai lemas dan jatuh ambruk ke tanah. Brandon mematikan mesin mobilnya dan dia pun keluar, melihat siapa orang yang baru saja pingsan dan terkena sorot lampu dari mobil miliknya. Perlahan Brandon menghampiri orang tersebut dan setelah lebih dekat dia terperangah karena ternyata orang itu adalah Alice .
__ADS_1
"Ya ampun Alice, kau kenapa?" Brandon langsung mengangkat tubuh Alice dan memasukkan wanita itu ke dalam mobilnya.
Alice ditemukan pingsan dengan keadaan yang lemah juga kakinya yang berlumuran darah, Brandon memutuskan untuk membawa wanita itu ke rumah sakit dan akan memberitahu Mike, begitu dia sampai ke rumah sakit terdekat yang ada di sekitar tempat itu.
Sesampainya di rumah sakit Brandon meminta tolong kepada dokter untuk menangani Alice yang saat ini tengah pingsan dan terluka parah, Brandon segera menghubungi Mike dan memberitahu pria itu bahwa dirinya sudah menemukan Alice dan sekarang berada di rumah sakit.
"Lalu bagaimana kondisi Alice saat ini? Apakah dia baik-baik saja?" Mike yang saat itu tengah frustasi karena mencari Alice belum juga ditemukan, tapi dia mendapatkan kabar dari Brandon bahwa sahabatnya sudah menemukan wanita itu.
"Kau harus secepatnya ke rumah sakit, supaya kau bisa melihat kondisi Alice secara langsung. Aku tidak bisa memberitahunya lewat telepon." Brandon tidak kuasa untuk memberitahu mengenai kondisi Alice saat ini kepada Mike.
"Baiklah, aku ke rumah sakit sekarang juga." Mike menutup sambungan teleponnya, lalu dia buru-buru menuju ke rumah sakit di mana membawa Alice ke sana.
Tidak perlu waktu lama bagi Mike untuk bisa sampai dengan cepat ke rumah sakit, dia tidak tahu berapa kecepatan yang digunakan saat mengendarai mobilnya menuju ke tempat di mana sekarang Alice berada. Sesampainya di rumah sakit tersebut, Mike langsung menemui Brandon dan menanyakan tentang Alice.
"Dokter baru saja memberinya obat tidur." Brandon membawa Mike ke salah satu ruang inap dan di sana terlihat Alice tertidur.
__ADS_1
Dari balik kaca, Mike melihat kondisi Alice yang mengenaskan. Mike merasa miris dengan keadaan Alice yang sudah selamat tapi dengan beberapa luka di kaki dan juga wajahnya. Mike bisa merasakan bahwa Alice baru saja lolos dari bahaya dan pelarian yang cukup jauh karena terlihat dari luka-luka di kakinya yang cukup parah.