Terjebak Cinta Saudara

Terjebak Cinta Saudara
TCS 70


__ADS_3

Mike tidak bisa pergi begitu saja dari apartemen Johan sebelum dia mengetahui di mana Alice  berada, karena saat ini hanya Johan yang mengetahui kemana Alice  pergi. Sebab tadi Mike mendengar obrolan Esme  dan juga Johan mengenai orang-orang suruhan Johan yang tengah memata-matai keberadaan wanita itu. Sehingga besar kemungkinan Johan mengetahui keberadaan Alice  saat ini.


Ancaman Esme  tidak main-main, wanita jahat itu pasti akan menghabisi nyawa Alice  jika sampai Mike benar-benar melaporkan kejahatan mereka berdua ke polisi. Apalagi setelah tahu bahwa Alice  bukanlah anak kandung Esme , jadi tidak ada alasan bagi wanita jahat itu untuk membiarkan Alice  tetap hidup sementara dia bukanlah siapa-siapanya istri.


Memikirkan hal tersebut membuat Mike  harus tetap mencari cara untuk mengetahui di mana keberadaan Alice , sementara dua orang di hadapannya tentu saja tidak akan mudah memberi tahu tempat Alice  sembunyi sekarang. Tapi tidak ada cara lain karena hanya Esme  dan juga Johan yang mengetahui tempat tinggal Alice  selama 1 bulan terakhir ini.


"Cepat katakan padaku, dimana Alice  berada?" Mike  mendesak Johan dan juga Esme  untuk memberitahunya mengenai tempat persembunyian Alice  selama ini.


"Aku tidak akan memberitahumu sebelum saham Praja hotel menjadi milikku dan juga ibuku." Dengan tegas Johan tetap dengan pendiriannya yaitu bungkam dan tidak akan memberitahu keberadaan Alice  kepada Mike.


"Kalau kamu ingin tahu di mana Alice  berada, maka minta pada ayahmu untuk menandatangani surat-surat tentang semua saham milik Praja hotel. Dengan begitu kamu bisa secepatnya menemui kekasihmu itu di tempat persembunyiannya. Tapi jika sampai saham Praja hotel tidak juga jatuh ke tangan kami berdua, jangan harap ksu bisa bertemu dengan Alice," sambung Esme  dengan tidak tahu malunya, tujuan dia memang hanya untuk itu selama bertahun-tahun memendam dendam serta kebencian terhadap Harris.

__ADS_1


Mendengar jawaban dari dua orang di hadapannya, membuat ingin menampar keduanya secara bersamaan. Membungkam mulutnya sehingga tidak bisa bersuara lagi, tapi Mike  tidak bisa melakukan hal itu karena dia sadar jika dua orang di hadapannya ini sangat berbahaya, harus menghadapinya dengan secara baik-baik dan tidak bisa dengan cara kekerasan.


Ancaman dari Esme  memang memancing kemarahan Mike, bagaimana bisa perempuan itu menganggap remeh tentang nyawa seseorang. Memang jika orang jahat tidak mungkin berpikir sampai jauh. Bahkan Esme  sudah mengambil dan menjadikan Alice  sebagai anak angkatnya hanya untuk mengelabui juga menipu Haris dan mempercayai bahwa Alice  adalah anak kandung Haris dari Esme .


Mike  tertawa terbahak-bahak menanggapi ancaman dari dua orang di hadapannya, dia berusaha tenang dan tidak menunjukkan jika dirinya terancam dan juga tertekan oleh kata-kata Esme  dan juga Johan. Meskipun sebenarnya Mike sangat khawatir dan juga mencemaskan keadaan Alice  yang saat ini tidak aman. Mike  sengaja berpura-pura tenang agar Esme  maupun Johan tidak melihat kecemasan di wajahnya.


"Memangnya kalian pikir aku takut kehilangan saham Praja hotel? Aku sama sekali tidak peduli dengan Praja hotel dan aset yang lainnya, jika kalian tidak ingin memberitahu dimana Alice berada. Maka aku bisa mencarinya sendiri, memangnya yang punya uang dan anak buah kalian saja. Aku juga punya banyak dan bisa menyewa siapapun dengan uangku." Mike  menatap sini sambil tersenyum ke arah Esme  dan juga Johan, setelah itu dia meninggalkan apartemen Johan sambil berpikir keras bahwa semua ini harus secepatnya diselesaikan sebelum anak buah Johan berhasil membawa Alice  pergi dari tempat persembunyiannya.


"Bagaimana ini? Kita benar-benar lupa kalau Mike  juga punya kuasa dan bisa membayar siapapun untuk membantunya mencari keberadaan Alice, kita sudah melangkah sejauh ini dan tidak mungkin untuk gagal lagi mendapatkan saham Praja hotel. Merebut semua bisnis yang dimiliki oleh Haris dan membuat pria itu serta putranya menjadi gembel." Wajah Esme  berubah pucat dan juga tegang, bertahun-tahun lamanya dia menunggu momen hari ini hingga dia berhasil menyingkirkan Raina dan Mike dari rumah itu.


Menggunakan Alice  sebagai alat untuk memikat serta mengikat Harris agar pria itu bertanggung jawab pada Esme , membiarkan dan membawa Esme  masuk ke rumah itu serta keberadaannya mampu menyingkirkan Raina karena merasa tertekan dengan ancaman itu. Hingga pada akhirnya wanita itu memutuskan untuk bunuh diri dan membuat Mike menjadi murka.

__ADS_1


"Aku tidak akan tinggal diam, kita pasti bisa mendapatkan saham Praja hotel dan beralih menjadi milik kita semua." Johan menyahut dan dia pun berpikir keras apa yang harus dia lakukan sekarang.


Kondisi yang terdesak dan juga situasi yang tidak sesuai rencana awal, membuat keduanya kelabakan dan harus secepatnya berpikir untuk mencari jalan keluar. Esme  yang menantikan momen ini sejak lama dan mengambil alih semua bisnis milik Haris, harus rela hidup berjauhan dengan Johan dan mengasuh anak orang lain yaitu Alice .


Drama yang selama ini dimainkan oleh Esme  sudah membuat hari percaya begitu saja, bahkan hari sama sekali tidak curiga tentang sikap acuh Esme  terhadap Alice . Jika Mike  bisa merasakan sikap asuhnya selamat tinggal di rumah itu, tapi tidak dengan Haris.


"Aku akan menghubungi orang-orangku, yang aku perintahkan untuk mengawasi Alice  untuk menculiknya saja. Karena hanya itu satu-satunya cara yang bisa kita lakukan sekarang, sebelum Mike  ataupun anak buahnya berhasil sampai dan membawa Alice lebih dulu." Setelah beberapa menit berpikir akhirnya Johan memutuskan untuk memerintahkan orang-orangnya membawa Alice  pergi dari tempat itu.


"Itu lebih baik, Mike  pasti sudah menghubungi anak buahnya sekarang. Dia juga memiliki orang-orang bayaran yang selama ini banyak membantu dalam melancarkan bisnis serta usahanya, pokoknya aku tidak mau tahu, orang-orang suruhanmu yang harus lebih dulu membawa Alice pergi dari tempat itu sebelum orang-orang suruhan Mike datang." Esme  menekan Johan agar dia bisa bergerak lebih cepat dari Mike  dan juga orang-orang suruhannya.


Joan segera menghubungi orang-orangnya dan memberikan perintah sekarang juga, dia tidak ingin mengecewakan Esme  yang notabene adalah ibunya sendiri. Perencanaan balas dendam ini sudah dirancang sejak bertahun-tahun lamanya dan yang tertanam di otak Johan adalah tentang kebencian serta dendam terhadap Harris yang sudah membuat ayahnya meninggal dunia. Johan menegaskan kepada anak buahnya untuk bergerak secepat mungkin supaya tidak ada orang yang mendahului membawa Alice  pergi dari tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2