
Meski rasanya sangat berat untuk kembali pada kenyataan, tapi Mike dan Alice harus segera pulang. Sebelum kepergian keduanya selama dua hari, mengundang banyak tanya dari orang tua mereka. Alice sudah siap dan Mike merangkul wanita itu, keduanya berjalan keluar setelah berpamitan pada penjaga vila.
"Sudah semuanya? Pastikan tidak ada barang yang tertinggal." Mike mencium sekilas pipi Alice, kemudian dia keluar lebih dulu dan menuju ke arah mobilnya yang terparkir di halaman villa. Dan Alice berjalan dibelakang Mike, mengikuti pria itu.
"Silahkan masuk, tuan Putri." Mike membukakan pintu mobil dan bergaya seperti pelayanan kerajaan yang membungkukkan tubuhnya ketika Alice hendak masuk ke mobil.
"Terima kasih." Alice tersenyum manis, kemudian masuk ke mobil dan duduk di samping kemudi.
Mike memutar tubuhnya, lalu membuka pintu mobil sebelah kanan dan duduk manis di sebelah wanita cantik yang sudah meluluhkan hatinya. Keduanya meninggalkan villa, dengan suasana hati yang bahagia.
Sebelah tangan Mike memegang tangan Alice, sedangkan tangan kanannya berada pada kemudi. Sesekali keduanya saling berpandangan, cinta terpancar dari mata mereka. Meskipun sebuah kenyataan pahit serta ujian besar siap menghadang keduanya.
Mike turun dari mobilnya, begitu juga dengan Alice. Mereka bersikap biasa saja saat sampai di rumah, Esme melihat kedatangan Alice. Dia tak memberikan respon atau pertanyaan apapun pada Alice yang baru pulang setelah dua hari menghilang, sebab Esme memang tidak peduli pada Alice.
"Pulang juga akhirnya, kelihatannya baik-baik saja. Setidaknya dia tidak membuat masalah." Hanya itu yang Esme ucapkan, pada dirinya sendiri.
*
__ADS_1
Johan dan Brandon sedang berada di club malam. Seperti yang baisa keduanya lakukan saat sedang suntuk, bahkan club' adalah tempat ternyaman bagi mereka untuk menghabiskan waktu bersama.
"Entah apa yang sedang dikerjakan oleh Mike, akhir-akhir ini dia jarang sekali menghabiskan waktu bersama kita. Seperti sibuk dengan dunianya sendiri. Terlebih kedekatannya dengan Alice, jadi dia lebih memilih menghabiskan waktu dengan wanita itu." Johan mengeluhkan sikap Mike yang sudah banyak berubah semenjak dekat dengan Alice.
Suasana klub seperti biasanya, ramai oleh pengunjung dan juga para wanita yang menawarkan diri lengkap dengan pakaian seksi serta makeup tebal yang menutupi wajah asli dari para wanita itu, suara manja serta rayuan menggoda para lelaki adalah pemandangan yang terjadi di dalam club-club malam.
Dentuman musik yang dimainkan oleh DJ profesional sebagai pelengkap betapa hingar bingar dunia malam, mampu membius orang dari semua kalangan. Aroma parfum serta alkohol menguar memenuhi seluruh bangunan itu.
Johan dan Brandon adalah dua dari banyak pengunjung setia club itu, mereka bisa menghabiskan waktu semalaman suntuk dan pulang dalam keadaan mabuk berat, sering juga mereka ditemani oleh para wanita sampai menyewa kamar untuk menuntaskan birahinya.
"Itu justru bagus, artinya Mike sudah mengerti arti sebuah keluarga. Dia harus bertanggung jawab terlebih sekarang dia punya keluarga baru. Biarkan saja dia menikmati kebersamaan bersama dengan orang-orang rumahnya."
"Menjadi pria yang bertanggung jawab melindungi adiknya, seperti sikap seorang kakak pada umumnya. Kita tidak boleh mencampuri urusan pribadi Mike, kita cukup mendukungnya saja," ucap Brandon, dia senang dengan perubahan sikap Mike. Dan berharap jika Mike bisa sepenuhnya menerima kehadiran Alice sebagai adik satu ayah dengannya.
"Nanti juga kalau dia merasa penat, akan datang dan bergabung bersama kita lagi. Mari bersulang." Brandon mengangkat gelas yang kemudian beradu dengan gelas milik Johan.
Sementara Johan berusaha untuk menutupi kekesalan dengan ikut bersulang, karena dia berharap jika Brandon berpikiran sama dengannya. Tapi Johan tidak bisa memaksa jika itu memang penilaian Brandon tentang Mike dan Alice yang semakin dekat saja.
__ADS_1
Johan berpikir sejenak, dia masih ingat betul. Kejadian ketika dia melihat sikap kasar Mike pada Alice, kemudian wanita itu keluar dengan penampilan kusut juga berantakan, seolah telah terjadi sesuatu hal buruk. Apalagi Alice yang menangis sambil berlari dengan cepat seolah memang sengaja pergi setelah diperlakukan tidak baik oleh Mike.
"Tapi, entah kenapa aku justru curiga dengan kedekatan mereka.. terlihat bukan seperti kakak adik, malah justru lebih pantas sebagai sepasang kekasih yang sedang bertengkar, dan Mike memaksa Alice untuk melayaninya. Kejadian sebulan lalu membuat aku mau tidak mau jadi berpikiran demikian, andai kamu juga melihat seperti apa kacau dan berantakannya Alice, pasti akan berpikir sama seperti aku saat ini. Bagaimana aku tidak curiga, pas datang ke hotel itu. Mike menarik tangan Alice dengan kencang, menarik wanita itu ke kamar yang sudah di booking." Johan menghentikan ucapannya sebentar.
"Lalu Alice keluar dengan penampilan begitu kacau, mereka pasti bertengkar dan akhirnya Mike memaksa Alice. Makanya wanita itu menangis sambil berlari keluar hotel sendirian, dan Mike tidak keluar menyusul Alice." Johan menceritakan tentang kejadian saat dia memergoki Mike dan Alice memesan kamar dan kekacauan pada Alice.
"Jangan berasumsi yang tidak-tidak, apalagi hanya dugaan saja. Berpikirlah secara positif, mereka pasti ada urusan pekerjaan dan harus dibahas di ruang tertutup, tanpa ada yang mendengar pembicaraan mereka. Orang pesan kamar hotel itu, tidak hanya untuk urusan ranjang saja. Otakmu itu sudah dipenuhi oleh kuman, jadi hanya berpikir buruk dan negatif terus." Brandon tak seperti Johan, dia berpikir positif dengan kedekatan Mike juga Alice yang memang saudara.
"Sudahlah, jangan memikirkan hal yang belum pasti kebenarannya. Kita kesini untuk bersenang-senang, jadi mari kita habiskan kesenangan malam ini sampai puas." Brandon tertawa, dia menghabiskan satu gelas bir dengan sekali tegukan.
Johan mendengus kesal, tapi dia tidak akan menceritakan apapun lagi soal Mike pada Brandon, karena percuma saja. Brandon tidak akan mempercayainya, jadi lebih baik Johan diam saja saat dia bisa menemukan jawaban dari kecurigaannya itu.
"Aku janji, akan mencari tahu apa yang terjadi pada kalian berdua? Karena aku sangat yakin sekali ada sesuatu yang kalian berdua tutupi dan rahasiakan, aku pastikan secepatnya membongkar rahasiamu, Mike." Johan bertekad dalam hatinya, jika kecurigaan akan mendapatkan jawabannya.
Keduanya kembali sibuk dengan minuman yang disuguhkan oleh bartender di club itu, Jihan tak lagi membahas Mike dengan Alice. Dia berjalan ke tengah, bergerak mengikuti alunan musik yang berdentum kencang. Bergabung dengan pengunjung lainnya, mengusir penat setelah menyelesaikan banyak pekerjaan.
Brandon juga akhirnya menyusul Johan, dia sudah larut dengan irama musik yang dimainkan oleh DJ. Bergerak, berteriak yang tidak terdengar karena semua orang sudah dalam pengaruh alkohol, sama seperti Johan dan Brandon.
__ADS_1