
Mike kesal dan marah juga panik karena mengetahui jika ternyata Alice tidak pulang ke rumah dan dia menginap di luar, entah dimana maksudnya, Mike memutuskan untuk kembali ke rumah setelah mendapatkan jawaban dari kedua petugas keamanan yang mengetahui jika Alice tak ada dirumah.
"Tolong cari dimanapun keberadaan Alice saat ini, laporkan secepatnya malam ini juga." Mike menghubungi orang suruhannya untuk mencari keberadaan Alice.
"Baik Tuan. Kami bergerak sekarang juga," jawab dari orang suruhan Mike di seberang telepon.
Tiga orang yang disuruh orang baik untuk mencari Alice, yang Mike sendiri tidak tahu di mana keberadaan wanita itu. Dia hanya berharap kalau orang-orang suruhannya bisa menemukan keberadaan Alice, sehingga Mike tidak perlu panik lagi dan mencemaskan hal-hal buruk yang bisa saja terjadi pada Alice.
Sambil menunggu kabar dari mereka, Mike memutuskan untuk memeriksa pekerjaannya yang ada di laptop, meski sudah selesai di kantor, tapi ada beberapa yang belum. Sehingga untuk sedikit menghilangkan kecemasannya pada Alice. Mike mulai menyalakan laptopnya
Setelah memeriksa pekerjaannya, Mike mondar-mandir di dalam kamarnya, menunggu dengan cemas dan penuh harap laporan dari orang suruhannya. Mike melirik jam di pergelangan tangan kirinya sudah lebih dari satu jam tapi mereka belum juga memberikan informasi apapun padanya.
Dering ponsel mengagetkan Mike, dia langsung meraihnya dan menanyakan tentang informasi mengenai keberadaan Alice dari orang-orang suruhannya.
"Maafkan aku, Tuan. Kami tidak bisa menemukan jejak keberadaan Nona alis, kata petugas keamanan di hotel tempat dia bekerja. Mereka mengatakan kalau Nona Alice pulang dengan membawa mobilnya ke arah yang biasa dilewati setiap harinya, kami berusaha menyusuri tapi seperti yang dikatakan oleh petugas keamanan jika arah jalan tersebut menuju ke rumah. Tapi bisa saja Nona Alice pergi ke tempat lain karena ada pertigaan di lampu merah yang mengarah ke rumahnya dan juga ke arah lainnya, sehingga kami tidak bisa menemukannya." Laporan yang diberikan oleh orang suruhan Mike mengatakan Jika dia tidak bisa menemukan keberadaan Alice.
__ADS_1
Mike mematikan ponselnya tanpa mengatakan apapun kepada orang suruhannya, baik merasa kesal dan juga cemas karena dia gagal mendapatkan informasi mengenai keberadaan Alice saat ini.
"Sepertinya aku harus menyewa beberapa orang untuk mengawasi kemanapun Alice pergi, supaya aku tidak lagi kehilangan jejaknya," gumam Mike pada dirinya sendiri setelah dia mendapatkan informasi jika orang suruhannya tidak menemukan keberadaan Alice.
Sesuatu yang direncanakan Mike adalah untuk kebaikan Alice sendiri, karena jujur Mike sangat mencemaskan wanita itu. Meskipun Mike yakin jika Alice berada di tempat aman. Tapi tetap saja tidak bisa menghapus kecemasan dihatinya.
Mike tidak bisa memejamkan matanya, dia memikirkan beberapa kemungkinan buruk yang bisa jadi sedang dialami Alaihi saat ini. Tapi hati kecilnya berharap jika Alice baik-baik saja dimanapun wanita itu berada.
"Semoga kamu baik-baik saja, karena akan tidak ingin jika hal buruk sampai menimpamu," bisik Mike dalam hati.
Malam semakin larut bergerak begitu cepat, Jam menunjukkan sudah tengah malam sehingga Semua orang pasti Sudah terlelap di pembaringannya masing-masing. Tapi tidak dengan Alice, matanya sulit kali terpejam dan sekarang dia masih tetap terjaga padahal sudah dari tadi dia merebahkan tubuhnya.
Alice duduk di atas sebuah batu besar yang ada di tengah-tengah taman, dia termenung sambil menatap ke atas langit yang dihiasi oleh sinar rembulan dan juga bintang. Hatinya menjadi sedih saat mengetahui kenyataan dalam hidupnya tentang cinta yang selama ini dia Dede kasihkan untuk pria yang ternyata adalah saudaranya sendiri.
"Haruskah aku membuang perasaan ini? Tapi aku sangat sulit sekali untuk menerima kenyataan Jika kamu adalah saudara satu ayah." Alice membuang nafasnya kasar, dia memejamkan matanya lumayan cukup lama untuk meredam rasa sesak di hatinya.
__ADS_1
"Kenapa nasib hidupku begitu tragis, harus mencintai pria yang merupakan saudaraku sendiri. Tak Pantaskah Aku merasa bahagia dengan Mencintainya?" Dada Alice bertambah semakin sesak ketika dia merenungi tentang nasib hidupnya.
Bu panti memeriksa pintu dan juga jendela sebelum pergi ke kamarnya untuk istirahat, namun matanya menangkap seseorang yang sedang duduk sendiri di taman. Wanita itu tahu kalau Alice belum tidur dan sekarang sedang berada di taman, sehingga Bu Panti memutuskan untuk menghampiri Alice dan menemaninya serta bertanya Apakah wanita itu ada masalah sehingga belum juga tidur padahal sudah larut malam.
"Kenapa masih di luar, memangnya tidak mengantuk?" Bu panti duduk di atas batu yang letaknya berhadapan dengan tempat duduk Alice saat ini.
"Lagi mencari angin dan udara segar, kebetulan aku memang belum ngantuk. Jadi memutuskan pergi ke sini, Maaf kalau aku sudah mengganggu jam istirahat ibu," jawab Alice berusaha tersenyum di hadapan wanita paruh baya itu.
"Tidak apa-apa, ibu memang belum tidur. Karena Terbiasa memeriksa pintu dan juga jendela, Siapa tahu saja mereka lupa untuk menguncinya. Karena lihat kamu masih ada di taman makanya Ibu ke sini." Bu Panti memperhatikan raut wajah Alice yang sepertinya menyimpan kesedihan.
Wanita paruh baya itu mengenal alis sudah lumayan cukup lama, bahkan alis juga sering menginap di Panti sehingga tahu sekali tentang kepribadian alis dan Bu panti merasa jika Alice memang sedang tidak dalam kondisi dan suasana hati yang baik saat ini.
"Apakah ada masalah? Jika tidak keberatan ceritakan sama ibu, ada masalah apa sehingga membuat kamu terlihat banyak beban seperti ini," ujar Bu panti sambil menatap dalam manik mata Alice.
"Tidak ada, bu. Bukan masalah besar, aku hanya tidak bisa tidur saja, makanya pergi ke taman. Ibu tidur duluan saja, Nanti kalau aku sudah mengantuk akan masuk ke dalam." Alice mengalihkan pembicaraan dan juga pertanyaan dari Bu panti karena dia masih ragu Akankah menceritakan permasalahannya kepada wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"Matamu tidak bisa membohongi ibu, Alice. Jangan memendam masalah sendiri, berbagilah. Karena dengan kamu menceritakan kepada ibu, hal tersebut pasti akan mengurangi sesak dan juga beban dalam hidupmu." Bu panti masih terus memaksa agar Alice menceritakan mengenai permasalahan yang sekarang tengah dihadapi oleh Alice.
Alice bertambah semakin bingung, saat ini dia memang sedang membutuhkan seseorang untuk menjawab sebuah pertanyaan yang selama ini memenuhi isi kepalanya. Tapi apakah dia harus berbagi cerita dengan Bu panti? Hal tersebut yang masih menjadi pertimbangan Alice karena dia khawatir jika Bu panti tidak bisa membantu menyelesaikan masalahnya.