Terjebak Cinta Saudara

Terjebak Cinta Saudara
TCS 27


__ADS_3

Melihat wajah Mike sangat gugup membuat Johan semakin mendesaknya, dan Mike semakin bingung dengan jawaban yang harus ia keluarkan agar teman-temannya tidak lagi mendesaknya.


"Jangan menyangkalnya, perubahan sikapmu terhadap Alice sangat terlihat jelas, Mike," ujar Johan terus mendesak Mike agar Mike mengatakan yang sebenarnya, sebab perubahan sikap Mike terus membuatnya sangat penasaran.


Mike menatap wajah Johan yang terlihat sangat serius dengan ucapannya. Mike merasa tersudutkan saat Johan terus mendesaknya seperti itu, apalagi tatapaan Johan dan Brandon terlihat sangat serius menatapnya, mereka sedang menunggu jawaban dari Mike.


"Katakan saja, Mike," ujar Brandon. Brandon ikut merasa penasaran karena melihat perubahan wajah Mike yang sepertinya memang sedang menyembunyikan sesuatu terhadapnya dan Johan.


"Baiklah, baiklah. Tapi berjanjilah padaku, kalian tidak akan mengatakannya kepada siapapun," kata Mike. Mike tidak mau sampai rencananya itu gagal. Ia sudah menyusun rencananya dengan sangat rapi, jadi rencananya itu tidak boleh sampai gagal.


"Ayolah, Mike. Kau tahu kita," kata Johan tidak sabar dengan jawaban yang akan dikeluarkan oleh Mike.


"Semua itu sebenarnya bagian dari rencanaku," kata Mike akhirnya mula jujur dengan rencananya terhadap Alice.


"Rencana?" Beo Brandon.


Mike menganggukkan kepalanya, ia meraih minuman di hadapannya lalu meneguknya hingga tandas.


"Apa rencanamu?" tanya Johan.


"Akhir-akhir ini, aku sengaja memperlakukan Alice dengan sangat baik. Aku ingin membalaskan dendamku terhadap Esme, jadi aku menggunakan Alice, aku akan menyakiti batin Alice, sama seperti Esme menyakiti batin ibuku."


"Aku tidak mengerti," ujar Brandon, entah ia memang kurang memahami kata-kata Mike atau ia ingin penjelasan yang lebih detail apa rencana Mike sebenarnya terhadap Alice.


Mike menarik nafasnya dalam-dalam, untuk menjelaskan rencananya terhadap Alice. "Aku menggunakan Alice untuk menyakiti Esme, jika Alice tersakiti olehku, aku yakin sebagai seorang ibu Esme pasti akan jauh lebih tersakiti melihat putrinya hancur," kata Mike.


Mike yakin saat Alice nanti merasa terpukul karena dipermainkan olehnya, Esme pasti akan merasakan sakitnya, karena Esme adalah ibu dari Alice. Tanpa Mike sadari sebenarnya Esme tidak peduli sedikitpun tentang Alice.

__ADS_1


"Menyakiti batin Alice? Apa sebenarnya maksudmu Mike, jangan bertele-tele aku pusing mendengarnya," ujar Johan tidak mengerti dengan menyakiti batin Alice.


"Aku akan membuat Alice jatuh cinta padaku, bahkan sampai ia tergila-gila padaku, tunduk padaku, dan menjadikan Alice budak ***. Setelah Alice tergila-gila padaku dan tunduk padaku, aku akan membuangnya layaknya seperti sampah," ujar Mike, tangannya terkepal.


Membayangkan Alice dan Esme membuat dadanya bergemuruh, tubuhnya mendidih diliputi amarah karena kedatangan Esme dan Alice telah mendatangkan bencana terhadap keluarganya. Ibunya sampai mengakhiri hidupnya hanya karena tekanan batin yang diberikan oleh Esme.


Johan yang mendengar rencana Mike tersebut, tersenyum penuh arti. Tentu saja Johan akan mendukung rencana Mike tersebut, Johan cukup tahu bagaimana terpukulnya Mike dan ibunya saat Esme dan Alice datang ke rumah mereka.


Johan juga saksi atas terpukulnya Mike saat kehilangan ibunya yang memilih mengakhiri hidupnya, mungkin Ibu Mike mengambil keputusan itu karena sudah tidak tahan lagi dengan semuanya, apalagi harus berbagi suami dan rumah dengan madunya.


"Sepertinya kau sangat percaya diri dengan rencanamu itu," ujar Johan.


"Tentu saja, aku yakin Alice akan jatuh cinta padaku," kata Mike penuh percaya diri.


Joha terkekeh. "Jangan khawatir kita akan mendukung rencanamu itu, benarkan Brandon," ujar Johan setuju dengan rencana Mike untuk menyakiti Alice dan Esme.


Mike ikut tersenyum karena mendapatkan dukungan dari temannya itu, sekarang ia juga bisa berbagi cerita dengan temannya. Ia juga tidak perlu memendam perasaannya sendiri sekarang.


Sedangkan Brandon yang mendengar rencana jahat Mike dan dukungan dari Johan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku tidak setuju dengan rencanamu, itu terlalu kejam, Mike," ujar Brandon seraya menatap wajah Mike.


Mike dan Johan langsung menatap ke arah Brandon yang keberatan dengan rencana Mike yang sudah Mike susun rapi untuk menyakiti Alice.


"Ada apa denganmu? Kenapa kau tidak setuju dengan rencana Mike?" tanya Johan, sepertinya Johan yang paling bersemangat di antara mereka bertiga untuk menyakiti Alice dan Esme.


Sedangkan Mike hanya mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti kenapa Brandon tidak setuju dengan rencananya, padahal Brandon tahu keterpurukan Mike saat Esme datang ke rumahnya. Tidak hanya Mike, bahkan yang paling tersakiti saat Esme dan Alice datang adalah Ibu Mike.

__ADS_1


Entah kenapa Johan terlihat sangat marah saat Brandon tidak setuju dengan rencana Mike. Padahal Johan sudah sangat setuju dengan keputusan Mike.


"Aku semakin curiga sekarang, atau jangan-jangan kau memang diam-diam menyukai Alice?" ujar Johan tiba-tiba.


Mendengar itu Mike langsung menatap Brandon, ingin tahu jawaban apa yang akan didengar olehnya. Ia juga penasaran kenapa Brandon tidak setuju dengan rencananya.


Sedangkan Brandon menggelengkan kepalanya, ia menatap tajam ke arah Johan.


"Jangan menggiring opini, aku tidak menyukai Alice sedikitpun, ini tentang kemanusiaan, lagipula kau tahu kan aku sudah memiliki kekasih," kata Brandon, mengingatkan Johan jika dirinya sudah memiliki kekasih, saat makan siang pun, Brandon melakukan panggilan video dengan kekasihnya, dan Johan melihat itu semua.


"Lalu kenapa kau tidak setuju dengan rencanaku?" taya Mike melayangkan pertanyaannya.


"Itu salah Mike," jawab Brandon. Brandon tidak suka dengan rencana Mike, menurutnya itu sangat jahat.


"Salah?" Beo Mike.


"Ibu Alice juga salah, dia telah merebut kebahagiaan keluarga Mike, ayolah Brandon, Mike butuh dukungan kita," potong Johan seolah ia yang paling tahu kesedihan Mike selama ini. Mike ikut menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Johan yang berada di pihaknya.


Brandon menatap wajah Johan yang sedari tadi terus membela rencana Mike yang jelas-jelas salah. Brandon tidak percaya itu kenapa Johan sangat bersemangat dengan rencana Mike ini, padahal tidak ada untungnya sedikit pun rencana itu untuknya.


Alih-alih menjawab ucapan Johan, Brandon lebih memilih menatap wajah Mike dengan intens dan menasehati temannya itu agar tidak menyesal di kemudian hari.


"Kau salah sasaran, Mike, tidak seharusnya kau melibatkan Alice, dia tidak salah apapun dan tidak tahu apapun mengenai Esme yang merebut ayahmu itu. Jika Kau ingin membalas dendam, kenapa tidak langsung membalasnya kepada Esme saja, karena dialah yang telah merebut ayahmu dari ibumu?" tanya Brandon.


"Tapi Bran-"


"Aku tidak bicara denganmu, Johan!" tegur Brandon menghentikan ucapan Johan yang sedari tadi berada di pihak Mike. Ia menatap tajam ke arah Johan agar pria itu diam dan membiarkannya bicara kepada Mike.

__ADS_1


"Alice adikmu, Mike. Satu darah denganmu karena dia juga anak dari ayah kandungmu, terlebih lagi aku takut jika nanti karma berbalik dimana kau malah mencintai Alice," Lanjut Brandon seraya menatap wajah Mike.


Mike terdiam mendengar ucapan Brandon yang terdengar menusuk hatinya.


__ADS_2