Terjebak Cinta Saudara

Terjebak Cinta Saudara
TCS 81


__ADS_3

Kondisi kesehatan Alice perlahan mulai pulih, beberapa luka di bagian kakinya memang sudah tidak separah beberapa hari sebelumnya. Dokter benar-benar merawat Alice dengan baik serta mengobati banyak luka di tubuh wanita itu, Alice juga merasa bersemangat karena dia ingin secepatnya bertemu dengan Esme  dan meminta penjelasan mengenai semua yang terjadi pada dirinya.


Mike masih tetap setia mendampingi Alice di rumah sakit selama menjalani perawatan, meskipun wanita itu tetap acuh dan bersikap dingin terhadap Mike. Namun hal tersebut sama sekali tidak mengurangi cinta kepada Alice. Dengan Alice tidak mengusirnya saja membuat Mike  sudah cukup senang, sehingga dia harus bersabar sedikit lagi sampai Alice benar-benar bisa menerima kenyataan tentang statusnya yang merupakan bukan anak kandung Esme .


"Siang nanti ayah akan membawamu untuk bertemu dengan Esme, karena dokter sudah mengizinkanmu untuk pulang." Haris datang untuk menemui Alice dan menyampaikan apa yang selama ini ditunggu-tunggu oleh Alice.


Alice tersenyum senang, karena ini yang diinginkannya dan secepatnya dia akan mendengar langsung penjelasan dari Esme  mengenai cerita yang sebelumnya sudah disampaikan oleh Haris. Hanya saja Alice ingin Esme  sendiri yang mengatakannya, bukan dari orang lain meskipun itu Haris.


"Terima kasih banyak, ayah." Hanya itu yang mampu diucapkan oleh Alice karena hubungan dia sendiri dengan Haris memang tidak terlalu dekat.


Siangnya mereka berempat menuju ke kantor polisi di mana Esme  dan juga Johan ditahan, semula Alice merasa bingung kenapa dia dibawa ke kantor polisi? Tapi setelah dia mengetahui tentang kejahatan bahwa Esme  adalah dalang yang dibalik ancaman yang sudah meneror Haris selama ini. Dari situlah Haris mengetahui bahwa Alice bukanlah anak kandungnya dengan Esme .


Haris masuk lebih dulu dan bertemu Esme  dipenjara, Haris menyampaikan keinginan Alice untuk bertemu dengan Esme  dan mendengar langsung mengenai statusnya yang ternyata adalah anak angkat.

__ADS_1


"Aku tidak mau bertemu dengannya, lagi pula untuk apa dia menemuiku? Bukankah kau sudah memberitahunya? Jika dia bukanlah anakku ataupun anakmu melainkan anak yang aku pungut dari panti asuhan." Esme menolak keras untuk tidak menemui Alice.


Esme  menolak permintaan Haris bukan tanpa alasan, dia sama sekali tidak benci kepada Alice, tapi Esme hanya merasa bersalah pada gadis yang selama ini selalu menunjukkan kasih sayang terhadapnya, entah mengapa perasaan tersebut muncul ketika Alice ingin menemuinya dalam keadaan seperti sekarang.


"Tolonglah, Esme. Dia hanya ingin meminta penjelasan darimu langsung, mengenai kebenaran jika Alice adalah anak yang kau ambil dari panti asuhan. Aku memang sudah mengatakan padanya jika dia bukanlah anak kandungku ataupun anakmu, tapi dia sama sekali tidak mempercayai ucapanku dan memaksa ingin menemuimu secara langsung." Haris terus berusaha membujuk Esme  agar wanita itu bersedia menemui Alice dan menjelaskan semuanya.


"Jangan paksa aku, Haris. Bukankah sudah aku katakan, kalau aku sama sekali tidak tertarik dan tidak ingin bertemu dengan Alice." Esme masih tetap menolak permintaan hari dan dia pun seolah tidak menggubris kehadiran Haris yang sudah datang menemuinya di penjara.


"Baiklah, kalau kau memang tetap menolak. Aku terpaksa akan menambah hukuman di penjara ini, tapi jika kau berubah pikiran. Maka aku akan berusahakan untuk meringankan hukumannya." Jalan terakhir dipilih oleh Haris dengan mengancam Esme  agar wanita itu bersedia menemui Alice.


Haris merasa lega karena Esme  bersedia menemui Alice meskipun harus diancam terlebih dulu, Haris memang tidak akan pernah lupa dengan ucapannya, dia pasti akan meringankan hukuman Esme  jika wanita itu bersedia menuruti permintaannya, begitu juga sebaliknya.


"Mama …Mama apa kabar? Aku datang ke sini untuk meminta penjelasan darimu, sebelumnya ayah memang sudah menceritakan padaku tentang statusku yang ternyata adalah anak angkat. Aku hanya ingin mendengar dari mulutmu langsung, jadi aku mohon katakanlah yang sejujurnya." Alice duduk di hadapan Esme  yang terhalang oleh meja besar di antara keduanya.

__ADS_1


Esme  memang merasa bersalah atas semua yang sudah dilakukannya kepada Alice, betapa gadis itu selama ini selalu saja menghormati dan menunjukkan rasa kasih sayang serta perhatian untuknya. Tapi ternyata semua kebaikan Alice justru dimanfaatkan oleh Esme  untuk menuntaskan balas dendamnya kepada Mike dan juga Haris.


"Memang benar, kalau kau bukanlah anak kandungku. Orang tua kandungmu sudah meninggal dunia, dan kau tinggal di panti asuhan. Lalu aku mengambilmu serta menjadikanmu anak angkatku, maafkan aku Alice. Karena sudah membuat hidupmu hancur karena rasa dendam dan juga kebencian dalam diriku." Esme  menundukkan kepalanya, dia benar-benar merasa bersalah dan berdosa sekali kepada Alice karena sudah menyeret gadis itu ke dalam permasalahan pribadinya.


Mendengar jawaban jujur dari Esme , membuat Alice langsung menangis tersedu-sedu. Dia tidak menyangka bahwa wanita yang selama ini dianggap ibu olehnya, ternyata hanya seorang ibu angkat yang juga selalu menunjukkan sikap acuh dan dingin terhadapnya. Awalnya Alice mengira bahwa itu memang sudah karakternya, tapi sekarang setelah dia mendengar semuanya barulah menyimpulkan jika sikap Esme  padanya selama ini dikarenakan wanita itu memang bukanlah ibu kandungnya.


"Aku sangat tulus menyayangimu, Mama." Alice tak mampu melanjutkan kata-katanya, dia hanya bisa menangis di hadapan Esme .


Melihat Alice yang menangis, semakin menambah rasa bersalah pada diri Esme. Betapa Alice begitu tulus menyayanginya, tapi apa yang sudah dilakukannya pada Alice sungguh keterlaluan, bayin yang dulu Esme ambil dari panti asuhan, bayi yang tidak berdosa berharap mendapatkan tempat nyaman serta rasa cinta kasih dari sosok orang tua, namun Esme justru melibatkan Alice ke dalam pusara dendam masa lalu yang penuh kebencian.


Esme tidak bisa lebih lama lagi berhadapan dengan Alice, hatinya begitu sakit melihat Alice menangis. Maka Esme langsung berdiri, tidak memperdulikan Alice yang masih terisak. 


"Antar aku kembali ke dalam sel, urusanku sudah selesai," ujar Esme pada petugas yang menjaga sel, di mana dia ditahan.

__ADS_1


Lalu Esme kembali diantar oleh seorang penjaga lapas, meninggalkan Alice yang masih menangis ditempatnya. Sebuah kenyataan yang membuat Alice tidak bisa membendung kesedihannya. Bertahun-tahun lamanya, dia hidup dalam pengasuhan figur seorang ibu, tapi tidak ada sedikitpun kasih sayang apalagi cinta yang Alice dapatkan dari Esme.


Tapi biar bagaimanapun, Alice tetap menyayangi Esme dengan tulus dan sepenuh jiwa. Tidak peduli dengan sikap acuh Esme, sekarang semua sudah terbuka. Maka, Alice harus menerima takdir hidupnya dan melanjutkannya kembali bersama orang-orang yang mungkin masih mencintainya.


__ADS_2