Terjebak Cinta Saudara

Terjebak Cinta Saudara
TCS 74


__ADS_3

Mike memutuskan untuk mencari Alice seorang diri, sebab dia tidak bisa diam hanya menunggu informasi dari anak buahnya saja, meskipun Mike juga tidak tahu harus kemana mencari Alice. Tapi dia tetap bergerak ke banyak tempat, dengan harapan dia bisa menemukan jejak Alice, foto Alice dibawa oleh Mike kemana-mana, setiap bertemu orang, dia pasti akan menunjukkan foto tersebut.


"Tidak, kami tidak pernah melihatnya. Maaf," jawaban dari orang yang ditemui Mike dalam pencariannya.


Beberapa menjawab hal serupa, jika mereka tidak tahu dan tidak kenal dengan Alice. Bahkan, mereka tak pernah melihatnya. Sehingga membuat Mike frustasi, entah kemana lagi dia harus mencari Alice.


Haris juga tetap memantau pencarian Alice, dia sudah menurunkan anak buahnya untuk masalah ini. Hanya saja Haris tidak bisa ikut mencari langsung, karena dia harus mengurus pekerjaannya. Mike sudah tidak lagi peduli dengan urusan hotel sehingga Haris yang menghandlenya.


"Kau di mana sebenarnya Alice ? Hampir ke seluruh tempat yang biasa kita datangi aku datangi, tapi kau juga tidak ada di sana."


Mike kembali melajukan mobilnya, meninggalkan tempat yang sering sekali didatangi olehnya dan juga Alice. Bahkan seluruh hotel dan juga apartemen yang ada di kota tersebut tidak luput dari pencarian Mike, tapi tetap saja Alice tidak pergi ke beberapa tempat itu.


Mike frustasi dan merasa putus asa, Mike juga sudah berapa hari mencari Alice sendirian tapi tidak kunjung mendapatkan hasil. Bahkan dia seolah lupa dengan tanggung jawabnya mengurus hotel hanya gara-gara cinta yang begitu besar dalam dirinya terhadap seorang wanita.


"Maafkan aku, ayah. Beberapa hari terakhir ini aku tidak bisa bekerja, pikiranku terus ke mana-mana dan merasa khawatir serta cemas mengenai kondisi Alice di luar sana," ujar Mike kepada Haris saat keduanya sedang makan malam bersama.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, nak. Ayah memahami perasaanmu. Jika kamu masih ingin mencari Alice, maka lakukanlah. Untuk urusan pekerjaan di hotel biar ayah yang mengurusnya, lakukan apapun yang sekiranya benar menurutmu. Ayah akan tetap mendukung apapun keputusanmu." Haris tak bisa berbuat apa-apa selain memberi dukungan kepada putranya yang sekarang tengah frustasi serta putus asa.


"Terima kasih banyak atas pengertiannya, ayah. Aku berharap semoga Alice cepat ditemukan, sehingga aku bisa menjaganya juga memberinya perlindungan. Sudah terlalu banyak dia menderita, bahkan selama ini dia dimanfaatkan juga dijadikan alat oleh Esme untuk mewujudkan balas dendamnya pada kita." Mike selalu merasa bersedih ketika mengetahui kembali kenyataan tentang Alice, ternyata dia anak yatim piatu yang sengaja diambil oleh Esme .


Mike kembali mendatangi Johan yang masih berada di dalam penjara, ingin bertanya langsung pada pria itu mengenai keberadaan Alice, karena sebelumnya Mike pernah mendengar obrolan Johan dengan Esme yang meminta anak buahnya untuk memata-matai Alice.


"Aku datang kesini untuk menanyakan kembali mengenai informasi keberadaan Alice, bukankah kau pernah meminta anak buahmu untuk memata-matai Alice ? Jadi setidaknya mereka tahu di mana sekarang Alice berada bukan?" Mike bicara dengan penuh harapan agar Johan bisa memberikan jawaban sebagai petunjuk ke mana Mike  akan mencari Alice.


"Aku juga tidak tahu, Mike. Karena aku juga kehilangan komunikasi dengan mereka semua, mungkin mereka takut tertangkap juga setelah mengetahui jika aku dan juga ibuku ada di penjara," jawaban dari Johan memang yang sebenarnya terjadi, komunikasi dengan beberapa anak buahnya terputus semenjak dirinya ditangkap oleh polisi.


Mike meninggalkan kantor polisi dengan langkah gontai dan seolah seluruh tenaga dan juga semangatnya meluap entah ke mana, jejak keberadaan Alice  masih juga belum terdeteksi. Beberapa orang-orang suruhannya memberi informasi bahwa mereka juga belum menemukan tanda-tanda keberadaan Alice.


"Bagaimana Mike? Apakah kamu sudah dapat informasi mengenai dimana Alice berada?" Haris menghampiri Mike saat pria itu baru saja masuk ke dalam rumah.


Dengan langkah gontai, Mike hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan ayahnya. Haris mengerti, dia tidak lagi membahas tentang Alice, karena saat ini suasana hati Mike sedang buruk.  Haris melihat wajah sedih Mike, membiarkan putranya pergi ke kamarnya untuk menenangkan diri.

__ADS_1


Mike  masuk ke dalam kamarnya, tubuhnya yang lemah membuat Mike  langsung menjatuhkan diri ke atas tempat tidur. Dia terlelap setelah merasa lelah menangis, untuk kedua kalinya dia harus kehilangan dua wanita yang sangat dicintainya. Hancur hatinya ketika ibunya meninggal dunia dengan cara bunuh diri, dan sekarang Mike harus dihadapkan dengan menghilangnya Alice .


"Mike, turun dulu ke bawah. Makan malam sudah siap. "Haris berseru memanggil Mike  juga mengetuk pintu kamar putranya.


Mike mengerjapkan matanya saat mendengar ketukan pada pintu kamarnya, dengan malas dan juga sisa-sisa tenaga yang masih ada di tubuhnya. Mike berjalan membuka pintu kamar dan Harris yang sekarang sedang berdiri di sana.


Haris semakin merasa bersalah melihat kekacauan pada diri putranya, Haris tidak pernah melihat Mike yang sehancur dan seberantakan ini. Karena Mike adalah tipe lelaki yang selalu dikejar-kejar oleh banyak wanita, Mike juga tidak pernah merasakan yang namanya patah hati. Tapi sekarang, Mike  terlihat seperti mayat hidup yang kehilangan gairah bahkan semangatnya pun entah hilang ke mana.


"Makan dulu, nak. Jangan seperti ini, kau tetap harus bersemangat dan punya tenaga banyak. Jika sampai kau sakit bagaimana bisa mencari Alice? Ayo sekarang kita turun ke bawah dan temani papa makan malam." Haris menarik tangan putranya yang tanpa perlawanan.


Mike terlihat malas dan ogah-ogahan, dia hanya mengaduk-ngaduk nasi di piringnya tanpa memakannya. Haris hanya bisa menghela nafas dalam-dalam, dia juga hanya bisa pasrah dan diam melihat kondisi putranya yang tengah patah hati dan juga sedih karena wanita yang dicintainya hilang entah ke mana.


Hanya beberapa suap saja nasi itu mengisi perutnya, setelahnya Mike memutuskan untuk kembali ke kamar dan mengurung diri di sana. Saat ini Mike hanya sedang butuh waktu sendiri, pencarian Alice belum juga ditemukan dan hal tersebut membuatnya kehilangan gairah hidup. Entah ke mana lagi Mike harus mencari Alice, karena sudah semua tempat Mike  datangi dan Alice  tidak juga ada mendatangi tempat-tempat tersebut dalam rentan waktu beberapa hari terakhir.


"Pulanglah, Alice. Aku sangat merindukanmu, aku bahkan seolah tidak memiliki tenaga dan juga semangat. Datanglah ke mimpiku, setidaknya aku bisa mengetahui di mana kau sekarang berada. Agar aku bisa membawamu kembali pulang ke rumah ini, dan menjadi tuan rumah di sini." lirih Mike, perlahan matanya kembali terpejam, tubuhnya yang lemah membuat Mike tertidur dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2