Terjebak Cinta Saudara

Terjebak Cinta Saudara
TCS 37


__ADS_3

Mike melakukan semua pekerjaan dengan sangat keras dan fokus, sehingga pikirannya hanya pada berkas-berkas yang ada di hadapannya. Tanpa Mike sadari jika waktu berlalu begitu cepat, dia melihat pada arloji dan rupanya waktu telah menunjukkan tengah malam. Mike membuang nafas kasar, kemudian segera bergegas meninggalkan ruang kerjanya. Pada pegawai lainnya sudah pulang sejak dua jam lalu, sehingga hanya tersisa security dan dua orang pegawai hotel yang memang selalu ada sesuai dengan jam kerja mereka. 


Alice mulai memejamkan matanya, meski kepalanya terus saja bekerja memikirkan kembali mengenai kejadian siang tadi. Bagaimana sikap acuh Mike yang menolak kedatangannya, bahkan Mike menyuruhnya untuk pergi dan jangan mengganggu lelaki itu lagi, tentu saja hal demikian membuat Alice terdiam dan tak tahu harus berbuat apa.


"Apakah kau sudah tidur, Mike? Apakah kau akan mencemaskan aku saat tahu jika malam ini aku tidak pulang ke rumah?" Bisik Alice dengan mata terpejam tapi dia belum sepenuhnya tertidur.


Sedangkan Mike baru saja meninggalkan kantornya dan pulang menuju rumahnya, kejadian siang tadi masih membekas pada ingatan Mike. Dia sangat berharap jika Alice akan kembali mendatangi dan membujuk seperti yang selalu dia lakukan ketika Mike sedang merajuk, meminta penjelasan atas apa yang Mike katakan siang tadi jika dirinya tak ingin di ganggu. Padahal selama ini Mike sangat senang sekali ketika Alice mendatanginya.


"Semoga saja kau belum tidur, dan menemui aku. Dengan tatapan memuja sambil mencoba merayu dan meminta penjelasan dariku, maka kita lihat saja apa yang akan aku lakukan selanjutnya." Mike tersenyum penuh misteri, entah apa yang sekarang sedang dia inginkan.


Disatu sisi, Mike senang melakukan sebuah hal yang akan membuat batin Alice tersiksa, maka sudah pasti perempuan itu akan merasa sakit hati. Terlihat dari raut wajahnya yang miring dan putus asa, seolah tak berdaya menghadapi sikap keras kepala Mike. Tapi disisi lainnya, hati Mike menolak melakukan itu. Hingga kepuasan hatinya akan berakhir dengan sebuah harapan yang mampu mengukir senyuman tulus dari bibir Mike.


Sesampainya di rumah, Mike masuk ke kamarnya, membersihkan diri, setelah itu dia menunggu kedatangan Alice. Tapi Alice tak juga ke kamarnya, padahal Mike yakin jika Alice sudah sampai lebih dulu ke rumah. Karena lama menunggu, akhirnya Mike memutuskan untuk pergi  ke kamar Alice, dia melihat kamar Alice yang tertutup dan lampunya mati. Dan membuka pintunya.


"Kemana dia? Kenapa ponselnya tidak aktif? Bukankah tadi dia pulang dari dua jam lalu, tapi kenapa dia tidak ada dikamarnya?" Mike kesal karena tidak mendapati Alice ada di kamarnya, kemudian Mike mencoba menghubungi nomor telepon Alice. Tapi tidak bisa.

__ADS_1


Mike sudah memakai baju santai, jadi dia langsung menuju ke kamar Alice yang ternyata kosong. Kemudian Mike menutup kembali pintu kamar Alice, dia berusaha mencari keberadaan perempuan itu di tempat lain. Siapa tahu saja Alice sedang melamun karena gak bisa tidur. Tapi setelah Mike mencari ke semua ruangan yang ada di lantai atas, ternyata Alice juga tidak ada.


"Apa aku tanya Esme saja? Tidak." Mike hendak melangkahkan kakinya menuju ke kamar ibu tirinya, tapi baru satu langkah dia berhenti dan memutar kembali tubuhnya.


Mike menjadi cemas dan juga kesal, ingin rasanya dia bertanya pada Esme. Tentang keberadaan Alice, tapi Mike merasa sungkan jika harus bertegur sapa dengan ibu tirinya, yang sangat Mike benci. Akhirnya Mike memutuskan untuk turun ke bawah dan berniat ingin menanyakan pada para pelayan di rumahnya.


Tapi Mike tidak menemukan satu pelayan pun yang masih terjaga, Mike sadar jika sekarang sudah larut malam. Pasti sekarang mereka semua sudah ke kamarnya masing-masing untuk istirahat.


"Sial! Mereka sudah tidur semuanya. Aku lupa kalau sekarang sudah larut malam, pantas jika para pelayan sudah terbuai oleh mimpi." Mike menggerutu kesal ketika dia tak mendapati pelayan satu pun yang masih terjaga.


Mike keluar dan hanya menemukan petugas keamanan yang menjaga di luar, maka dia tak punya pilihan lain untuk menanyakan mengenai keberadaan Alice yang tidak ada di rumah, padahal ini sudah larut malam. Mike berjalan cepat menghampiri petugas keamanan yang terlihat tengah berbincang dengan rekannya.


"Selamat malam, Tuan Mike. Ada yang bisa kami bantu?" tanya salah seorang petugas keamanan saat Mike menghampiri mereka.


"Selamat malam, aku mau bertanya. Apakah kalian melihat Alice? Karena dia tidak ada di rumah." Mike berharap jika dua orang yang ada di hadapannya bisa memberi jawaban atau kekhawatirannya pada Alice.

__ADS_1


Kedua petugas keamanan itu saling bertatapan dengan rekannya, menganggukan kepalanya. Sebab mereka tahu tentang apa yang ditanyakan oleh majikannya, salah satu dari mereka menjawab pertanyaan Mike.


"Nona Alice tidak pulang ke rumah, Tuan. Kata pelayan, tadi nona Alice menghubungi nyonya Esme, jika malam ini dia akan menginap di luar." jawaban dari petugas keamanan, membuat Mike terkejut.


Mike menganggukan kepalanya, dia menjadi cemas juga panik. Sudah malam begini tapi Alice malah tidak ada di rumah, beragam pertanyaan memenuhi kepala Mike. Dia khawatir jika sesuatu hal buruk terjadi pada Alice, meski dia benci perempuan itu. Tapi saat situasi seperti ini, tetap saja Mike tidak mungkin abai begitu saja dengan keselamatan Alice.


"Sebenarnya kau pergi kemana, Alice. Bagaimana jika sesuatu hal buruk terjadi padamu? Apakah kau benar-benar marah dengan sikapku yang sudah keterlaluan tadi siang?" Mike hanya bisa menggerutu sambil mondar-mandir di ruang tamu.


Esme malah bersikap biasa saja saat mengetahui jika putrinya tidak pulang ke rumah, bahkan khawatir pun tidak. Esme tak peduli Alice pergi kemanapun, sebab bagi Esme hal tersebut tak penting untuknya. Sebagai seorang ibu, Esme bisa tertidur pulas. Sementara Mike justru tampak mengkhawatirkan keadaan Alice.


Mike masih belum mendapatkan ide apa yang seharusnya dia lakukan sekarang, mau mencari Alice kemana? Dia sendiri tidak tahu perempuan itu pergi dan menginap di rumah siapa, hanya informasi singkat yang Mike terima dari petugas keamanan. Itu juga mereka tahu dari pelayan.


"Bagaimana jika kau bertemu dengan lelaki lain di luaran sana? Apakah kau akan melupakan aku? Dan berpaling begitu saja dariku? Ya Tuhan, aku harus bagaimana sekarang?" Mike putus asa, dia benar-benar bingung, kesal juga cemas, kepanikan yang pertama kali dia rasakan ketika mendengar cerita jika Alice tak pulang ke rumah dan menginap di luar.


Selebihnya hanya pikiran-pikiran buruk tentang perempuan itu, sedangkan dirinya hanya bisa mondar-mandir gak jelas, tanpa mempunyai jalan keluar tentang bagaimana tindakan Mike selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2