
Brandon terdiam sejenak menatap ke arah Johan sambil menahan tawa. Johan yang melihat ekspresi wajah Brandon seperti itu menjadi semakin yakin jika Brandon memang tertarik dan menyukai Alice.
“Kenapa kau tersenyum seperti itu? Ah.. Benar bukan dugaanku, kau menyukai Alice?” tanya Johan menyelidik.
Tawa Brandon seketika pecah ketika mendengar ucapan Johan. Apalagi melihat wajah Johan yang seolah menyimpan rasa cemburu jika memang Brandon menyukai Alice. Seketika Brandon menyangkal ucapan Johan.
“Tenang sobat, aku tidak mungkin menyukai Alice,” sahut Brandon.
“Kau bisa saja di depanku bicara tidak mungkin, tapi mana aku tahu jika ternyata kau di belakang menyimpan rasa dengan Alice,” ucap Johan masih dengan rasa tidak percaya.
Brandon kembali tertawa melihat tingkah Johan. Tiba-tiba suara dering ponsel Brandon menyita perhatiannya. Ia melirik ke arah layar ponselnya dan seketika tersenyum. Rupanya itu panggilan video dari seseorang yang spesial bagi Brandon.
Kring… Kring… Kring…
“Sebentar, ada panggilan video dari seseorang,” ucap Brandon sambil mengangkat ponselnya.
“Ya, sayang ada apa tiba-tiba kau video call?” tanya Brandon.
Brandon menjawab panggilan video itu sambil memperlihatkan pada Johan jika dia sudah punya kekasih. Wajah Johan yang awalnya tegang, setelah melihat Brandon menunjukkan jika ia sudah memiliki kekasih, seketika mendadak menjadi tenang. Johan lalu menyeruput secangkir kopi di depannya sambil tertawa kecil ke arah Brandon.
Setelah panggilan video berakhir, Brandon menutup ponselnya dan mengatakan jika dia tidak mungkin menyukai Alice.
“Bagaimana, kau sudah percaya sekarang?” tanya Brandon.
“Ya, aku pikir kau belum memiliki kekasih,” sahut Johan.
“Dengar, aku tidak mungkin menyukai Alice. Bahkan jika aku masih single sekalipun, aku tidak akan menyukai dia,” sahut Brandon.
“Kenapa begitu? Menurutmu Alice tidak cantik?” tanya Johan.
“Bukan, bukannya dia tidak cantik. Hanya saja, Alice itu bukan tipeku,” sahut Brandon.
Johan dan Brandon menikmati makan siangnya sambil membahas soal pekerjaan, sesekali mereka juga membahas tentang Alice. Brandon merasa sedikit aneh dengan Johan, kenapa akhir-akhir ini mendadak ia begitu tertarik untuk membahas soal Alice.
__ADS_1
“Tapi ada yang ingin aku tanyakan padamu,” ucap Brandon di sela-sela keheningan antara mereka berdua.
“Apa?” jawab Johan.
“Kenapa akhir-akhir ini kau jadi sering membahas soal Alice?” tanya Brandon.
“Ehh, tidak bukan begitu. Aku hanya merasa penasaran saja tentang perubahan sikap Mike yang mendadak baik dengan Alice, sudah itu saja,” sahut Johan gugup.
“Kan sudah ku bilang padamu, bukannya justru itu hal yang bagus? Kakak beradik memang harus akur seperti itu,” sahut Brandon.
Johan hanya mengangguk mendengar ucapan Brandon. Meskipun dalam hati kecilnya ia merasa perlakuan Mike kepada Alice akhir-akhir ini bukan seperti perlakuan antara kakak terhadap adiknya, namun lebih dari itu.
“Sudahlah tidak usah kau pikirkan, lagi pula apa pentingnya buatmu mengurusi mereka berdua,” ucap Brandon.
Johan segera mengubah topik pembicaraannya dengan Brandon. Meskipun di dalam kepalanya masih dipenuhi dengan pertanyaan tentang hubungan Mike dan Alice yang belum terjawab.
Sementara itu, di dalam ruangan kantor Mike terlihat Alice tengah sibuk mengurusi tumpukan berkas. Mike yang duduk di balik meja sedang sibuk menatap layar komputernya sesekali mengarahkan pandangannya ke Alice. Seketika pikiran buruk muncul di kepala Mike. Ia berjalan menuju ke arah meja Alice, dan mendekap tubuh Alice dari arah belakang.
“Mike, apa yang kau lakukan?” tanya Alice tersentak kaget.
“Ya, kau ingin makan siang sekarang? Kau bisa makan duluan, aku harus menyelesaikan berkas-berkas ini dulu,” sahut Alice.
Seketika Mike memutar tubuh Alice hingga membuat mereka berdua saling berhadapan sekarang. Alice yang terkejut hanya terdiam sambil menatap Mike dengan tatapan bingung.
“Aku ingin makan disini,” ucap Mike berbisik di telinga Alice.
“Kalau begitu kau bisa panggil..” sahut Alice sebelum akhirnya ucapannya terpotong oleh Mike.
Cup! Bibir Mike mendarat tepat di bibir Alice, membuat mata Alice seketika terbelalak karena terkejut. Mike menarik tubuh Alice lebih erat dan perlahan menyingkap dress nya. Alice yang mendapat perlakuan itu seketika hanya bisa pasrah, tentu saja ia menikmati itu semua. Ini bukan pertama kalinya Mike mengajaknya bercinta di dalam ruangan kantornya. Sentuhan tangan Mike yang memperlakukan Alice dengan lembut membuat Alice terbuai.
“Ahh.. Mmmpphh..,” suara desah Alice memenuhi seluruh ruangan.
“Kau menyukainya?” tanya Mike.
__ADS_1
Alice hanya mengangguk sambil memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian setelah keduanya merasa puas, Mike melepaskan tubuh Alice dan membiarkan Alice mengenakan pakaiannya.
“Kau ingin makan apa?” tanya Mike.
“Terserah kau saja, aku ingin mandi dulu. Bolehkan aku menggunakan kamar mandimu?” tanya Alice sambil menuju ke arah kamar mandi di ruangan Mike.
“Tentu saja, seperti biasa,” sahut Mike.
Setelah beberapa saat Alice menghabiskan waktunya di kamar mandi, akhirnya mereka berdua turun ke lantai bawah untuk makan siang. Wajah Alice terlihat lebih segar, tak seperti biasanya.
Setelah Mike dan Alice puas bercinta di kantor siang itu, Mike mengajak Alice makan di sebuah restoran western food favoritnya yang letaknya tak jauh dari kantornya. Mereka memesan makanan lalu menikmati makanan itu.
“Bagaimana? Kau suka makanan disini?” tanya Mike.
“Ya, aku suka. Bagaimana bisa kau menemukan restoran dengan makanan lezat seperti ini?” tanya Alice.
“Aku sering makan disini dengan keluargaku dulu,” sahut Mike.
“Ah, begitu rupanya,” sahut Alice sambil mengangguk.
Alice begitu lahap menikmati makan siangnya. Sementara itu Mike tak bisa melepaskan tatapan matanya dari Alice. Penampilan Alice tampak lebih segar meski masih mengenakan pakaian yang sama, sebab Alice selalu mandi setelah bercinta. Alice yang menyadari jika Mike terus memperhatikannya berusaha untuk menyadarkan Mike.
“Hei! Kenapa kau melihatku seperti itu?” tanya Alice.
“Apa aku tidak boleh menikmati wajah cantikmu?” jawab Mike.
Alice tersipu malu mendengar ucapan Mike. Ia berusaha untuk mencairkan suasana agar tidak menjadi canggung.
“Lihat, makananmu sudah hampir dingin,” ucap Alice sambil menunjuk sepiring spaghetti di depan Mike.
Mike hanya tersenyum mengangguk lalu menikmati makanannya. Mike kembali menatap ke arah Alice tanpa sepengetahuannya, ia menyeringai menatap Alice yang tengah makan dengan lahapnya.
“Kau pasti berpikir aku benar-benar mencintaimu? Cuih, dasar wanita ******,” ucap Mike dalam hati.
__ADS_1
Mike seketika berpikir apalagi yang harus dia lakukan agar bisa menyakiti Alice nantinya. Mike terdiam sejenak, hingga akhirnya ia menemukan sebuah ide. Menyakiti batin Alice setelah memberikannya kebahagiaan yang terbalut kebohongan dan dendam adalah cara yang tepat. Setelah Mike membuat Alice merasa bahagia dengan perlakuan-perlakuan yang ia berikan, Mike akan mencari saat yang tepat untuk menjatuhkan Alice dan membuat hidupnya menjadi benar-benar hancur. Saat ini Mike masih membiarkan Alice untuk menikmati semuanya.