Terjebak Cinta Saudara

Terjebak Cinta Saudara
TCS 42


__ADS_3

Johan melihat kedatangan Mike dan juga Alice di hotel tersebut, Johan bersembunyi agar tidak diketahui oleh Mike jika dirinya ada di hotel yang sama. Johan menatap heran ke arah Mike yang tengah menarik tangan Alice secara kasar, padahal yang Johan tahu jika Alice adalah salah satu pegawai di hotel milik Mike.


"Sedang apa mereka di hotel ini? Bukankah ini jam kerja?" gumam Johan pada dirinya sendiri.


Mike menuju ke tempat resepsionis dan langsung memesan kamar, kemudian setelah itu dia kembali menarik tangan Alice yang sejak tadi tidak dilepaskan semenjak keduanya mulai memasuki ke hotel tersebut.


Johan yang merasa semakin curiga dengan apa yang dilihatnya, segera menghubungi seseorang. Untuk memberitahu tentang apa yang terjadi antara dua orang di hotel ini.


"Hallo, Brandon. Barusan aku melihat Mike datang ke hotel bersama dengan Alice, dia menarik tangan Alice begitu kasar dan terlihat dari wajah Mike Sepertinya dia sangat marah sekali pada wanita itu. Aku curiga kalau ada sesuatu diantara mereka berdua." Johan menceritakan apa yang dia lihat kepada Brandon.


Bukan tanpa alasan Brandon merasa curiga, untuk apa Mike datang ke hotel lain. Sementara sekarang adalah jam kerja, apalagi status Alice yang merupakan pegawai di hotel Mike. Apa pantas berada di hotel lain padahal bukan waktunya untuk mereka berada disini.


"Tidak perlu berprasangka buruk, mungkin saja mereka sedang ada pekerjaan di hotel itu. Sudahlah, jangan campuri urusan orang lain. Kamu fokus saja sama pekerjaan kamu sendiri." Brandon tidak terpengaruh dengan informasi dari Johan, karena dia sendiri tidak ingin salah menduga sehingga mencoba berpikiran positif tentang keberadaan Mike dan Alice di hotel lain.


Johan merasa kesal karena Brandon seolah tidak mempercayai dirinya, padahal jelas sekali terlihat. Kalau Mike dan Alice ada di hotel ini bukan untuk urusan pekerjaan, tapi ada hal lain dan Johan harus mencari tahu.


"Aku akan tanyakan kamar Mike ada dimana, dengan begitu aku bisa mengetahui apa yang sedang dia lakukan bersama dengan Alice di sini." Kecurigaan Johan semakin kuat, dan dia akan mencari tahu tentang kebenarannya.

__ADS_1


Mike sudah menuju ke kamar yang dia pesan dengan tetap menarik tangan Alice, padahal wajah Alice menunjukkan ketidaknyamanan serta kesakitan saat tangannya dicengkram kuat oleh Mike, tapi pria itu seolah tidak memperdulikan hal itu.


"Maaf, saya mau menanyakan tentang kamarnya Tuan Mike. Apakah saya bisa tahu dimana?" Johan mendatangi resepsionis dan menyampaikan apa yang dia inginkan.


"Maaf, Tuan. Kami tidak boleh memberitahukan mengenai kamar pengunjung pada orang lain, sebab demi menjaga privasinya. Jadi sekali saya tidak bisa memberi tahu Anda, ini sudah sesuai dengan prosedur yang ada di hotel ini." Dengan sopan petugas resepsionis meminta maaf pada Johan.


Di dalam hotel, Mike melepaskan cengkraman tangannya dengan menghentakan hingga tubuh Alice terpelanting, untung saja tidak sampai terjatuh. Alice meringis kesakitan sambil memegang pergelangan tangannya, yang meninggalkan bekas kemerahan.


"Ada apa denganmu, Mike, tanganku sakit. Memangnya apa salahku, hah?" Alice marah dengan sikap kasar yang sudah Mike lakukan padanya.


Alice mengira jika Mike akan membawanya ke tempat yang tenang, kemudian bertanya tentang alasan kenapa semalam Alice tidak pulang ke rumah, menanyakan tentang keadaan Alice saat ini. Dan kenapa harus menginap di panti asuhan. Tapi malah mendapatkan kekerasan dari pria itu.


"Apa kau pergi bersenang-senang dengan pria lain, maka dari itu kau tidak pulang ke rumah? Lalu beralasan jika kamu menginap di panti, padahal itu hanya kamuflase semata." Mike menuding Alice yang tidak-tidak, padahal dia sendiri tahu dari Bu panti jika Alice sampai sejak sore ke panti dan menginap disana.


Tapi hati Mike tidak percaya, dan malah menuduh Alice pergi dengan pria lain. Emosi Mike sedang memuncak sehingga dia dia tidak menerima kebenaran tentang alasan kenapa Alice tidak pulang ke rumah.


"Jaga ucapanmu, Mike. Aku tidak seburuk yang kau tuduhkan. Aku benar-benar datang ke panti dan menginap disana, kalau tidak percaya. Tanyakan saja kepada ibu panti, jam berapa aku sampai disana. Tega sekali kau menuduhku sekejam itu." Alice menampik tuduhan Mike, dia merasa sakit hati sekali karena pria itu justru berpikir buruk tentangnya.

__ADS_1


"Bulshit! Bisa saja kau sudah membungkam mulut ibu panti agar tidak bicara apapun tentang keburukanmu, katakan saja. Apa yang membuatmu sampai pergi ke panti itu jika bukan hanya untuk mencari tempat pelarian setelah kau puas menghabiskan waktu bersama pria lain di luaran sana." Mike tetap saja tidak mempercayai pembelaan Alice, dia masih menuduh juga menuding Alice. Untuk sebuah perbuatan yang sama sekali tidak Alice lakukan.


"Demi Tuhan, aku tidak melakukan perbuatan buruk seperti yang kau tuduhkan. Terserah kau mau percaya atau tidak, aku sudah mengatakan yang sebenarnya." Alice berjalan melewati Mike dan dia hendak keluar dari kamar itu.


Sebelum tangan Alice menggapai pintu, Mike sudah lebih dulu menahannya. Menatap tajam ke arah mata Alice yang terlihat sedih, hal tersebut justru semakin membuat Mike bertambah marah.


"Jangan pernah berani keluar tanpa seijinku, tetaplah disini sampai aku puas melakukan apapun yang aku inginkan." Mike menarik kembali tangan Alice, mendorong tubuh wanita itu sampai jatuh ke atas tempat tidur.


Alice tahu apa yang akan Mike lakukan padanya, Mike kembali menyentuh Alice. Padahal sekarang dia sudah tahu jika Alice adalah adik satu ayah dengannya. Tapi kemarahan dan kebencian di hati Mike seolah menutup semua kebenaran di antara mereka berdua.


"Jangan, Mike. Aku mohon, jangan lakukan ini. Kau adalah saudaraku, kita saudara satu ayah. Ingat itu, Mike." Alice menangis dengan memohon agar Mike tidak melakukan hal seperti itu padanya.


"Persetan dengan semua itu, aku menginginkanmu malam ini," bisik Mike mulai mendekat ke arah Alice yang sekarang dengan posisi terlentang tak berdaya.


Mike langsung menindih tubuh Alice, meski wanita itu meronta-ronta. Sambil berusaha mendorong tubuh Mike agar Alice bisa pergi, tapi tenaga Alice kalah kuat oleh tenaga Mike. Sehingga dia tidak bisa melawan.


Mike menggagahi tubuh Alice dengan sangat kasar, dia tidak peduli dengan rintihan tangisan Alice yang kesakitan. Mike melakukan itu bukan berdasarkan karena birahi semata, melainkan sebuah amarah dan kebencian yang begitu kuat menguasai dirinya.

__ADS_1


"Sakit." Hanya itu yang keluar dari mulut Alice, dia kehabisan tenaga dan suaranya pun tidak terdengar jelas karena Mike hampir tiba pada puncaknya.


__ADS_2