
Esme masih dengan dramanya yang pura-pura merasa terpuruk dengan kejadian kemarin, tidak ada yang bisa dia lakukan untuk menunjukkan serta mencari perhatian dari Harris selain dengan tetap diam, wajahnya yang layu dan masam. Persis orang yang terpuruk dan tak semangat. Haris menyadarinya, dia masih memahami bahwa Esme terluka juga terpuruk atas apa yang menimpa pada Alice.
Esme lebih banyak diam saat sarapan, dia seperti masih syok dengan kejadian dan juga kenyataan tentang apa yang sudah dilakukan oleh Mike kepada Alice. Harus melihat wajah istrinya yang hanya menunduk tanpa bicara apa-apa.
"Aku harus tetap memainkan drama ini, sampai nanti saat situasinya sudah mulai tenang. Barulah aku akan kembali bersikap seperti biasa, untuk meyakinkan Haris bahwa aku sangat kecewa dengan sikap Alice yang menutupi hubungannya dengan Mike." Esme bergumam sambil menuruni tangga menuju ke ruang makan di mana sarapan sudah disiapkan oleh pelayan.
Esme mulai bersikap diam dan menunjukkan bahwa hari ini dia sedang tidak bersemangat, wanita itu turun lebih dulu dan meninggalkan Harris yang masih bersiap di kamarnya. Sejak semalam, Esme sengaja mendiami Harris dan memilih tidur lebih dulu saat pria itu baru saja pulang ke rumah.
Haris menyusul turun ke bawah dan Esme sudah ada di ruang makan dan sedang menunggu dirinya, tapi harus tidak melihat Alice. Dia mengira kalau putrinya masih berada di kamar bersiap untuk berangkat kerja. Haris duduk di kursi yang biasa ditempatinya ketika berada di ruang makan, Esme menyediakan dan menyiapkan sarapan untuk suaminya dengan mengunci mulut. Haris melihat hal tersebut tapi dia tidak perlu lagi menanyakan kenapa Esme diam saja.
"Dimana Alice, kenapa dia tidak terlihat sarapan?" Haris celingukan mencari putrinya karena biasanya di jam seperti ini wanita itu sudah duduk bersamanya untuk sarapan.
Esme tak menjawab, saat ini dia seolah memperlihatkan di hadapan hari bahwa dirinya sedang enggan untuk membahas mengenai Alice maupun Mike. Maka dari itulah saat hari menanyakan kemana Alice. Tak ada jawaban dari istrinya.
Haris berpikir wajar jika respon ismi masih seperti itu, karena dia pasti masih terluka dan juga kecewa kepada Alice. Hari juga tidak bisa memaksa agar istrinya bersikap biasa saja sementara hatinya justru terluka.
__ADS_1
"Tolong panggil Alice, katakan padanya kalau sarapan sudah siap." Haris berseru kepada pelayannya untuk memanggil Alice.
Seorang wanita yang merupakan pelayan di rumah itu segera menganggukkan kepalanya lalu pergi menuju ke lantai atas di mana kamar Alice berada, wanita itu terus mengetuk pintu kamar Alice tapi tidak ada jawaban dari dalam. Karena merasa tidak mendapat tanggapan maka pelayan tersebut kembali turun ke bawah dan memberitahu jika Alice tidak menyahut.
Paris hanya menganggukan kepalanya dan meminta pelayan untuk kembali melanjutkan pekerjaannya. Haris juga berpikir mungkin Alice sedang butuh waktu sendiri sehingga dia membiarkan putrinya mengurung diri di kamar.
"Aku berangkat sekarang, kalau merasa lelah tetaplah istirahat di kamar. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku." Haris mencium kening istrinya setelah itu dia meninggalkan rumah untuk menuju kantor.
Setelah memastikan jika Haris sudah meninggalkan rumah, Esme memutuskan untuk kembali ke kamarnya berpura-pura untuk istirahat padahal dia ingin menikmati waktu sendiri dan juga menikmati kemenangannya. Berhasil membuat Mike keluar dari rumahnya.
"Apakah kau sengaja mematikan ponsel untuk menenangkan diri? Jika memang hal tersebut bisa membantumu menghilangkan kesedihan akibat kejadian kemarin maka aku sama sekali tidak perlu cemas akan hal itu. Aku juga berharap kalau kamu bisa secepatnya kembali ceria seperti hari-hari biasa." Mike akhirnya berpikir ulang bahwa Alice memang sedang membutuhkan waktu sendiri untuk menenangkan diri atas kejadian kemarin malam.
Sebisa mungkin Mike berpikir positif mengenai ponsel Alice yang sampai saat ini tidak bisa dihubungi, biar bagaimanapun juga kejadian kemarin malam pasti membuat hati Alice tersakiti. Karena melihat dirinya yang dimarahi oleh Esme serta diusir oleh Haris dari rumahnya sendiri.
Seharian berada di kantor membuat Haris merasa lelah karena semua tenaga dan pikirannya fokus untuk menyelesaikan permasalahan keluarganya, dia kembali mengingat sebuah pesan yang mengancam jika video intim antara Mike dan juga Alice akan segera disebar jika Haris tidak juga menyerahkan saham praja hotel kepada orang itu. Haris juga belum mengetahui siapa orang tak dikenal ini yang sudah berani mengancamnya.
__ADS_1
Tubuh dan pikiran Haris terasa lelah sehingga dia ingin cepat sampai ke rumah dan kembali berbicara pada Alice mengenai hubungannya dengan Mike, Haris tidak bisa membiarkan masalah ini terus berlarut sampai dia bisa menemukan solusi dan juga jalan keluarnya.
Esme menyiapkan baju ganti untuk suaminya, kemudian dia turun ke bawah lebih dulu mengecek apakah pelayan sudah menghidangkan makan malam atau belum? Sikap Esme masih sama seperti tadi pagi, dia lebih banyak diam dan Haris memakluminya serta tidak ingin menekan atau memaksa agar Esme tak lagi murung seperti itu. Sebab sebagai seorang ibu tentu saja Esme merasa sedih atas musibah besar yang menimpa putrinya.
"Apakah Alice masih belum keluar dari kamarnya?" Haris bertanya kepada pelayan yang seharian ini ada di rumah.
"Iya, Tuan. sejak pagi nona Alice belum juga keluar dari kamarnya, bahkan makanan yang sengaja ditaruh di depan pintu kamarnya sama sekali tidak tersentuh." Pelayan menjawab dan juga memberitahu Haris mengenai Alice yang tidak keluar barang sebentar pun dari kamarnya.
Ini sudah waktunya makan malam, akan tetapi Alice masih belum juga mau keluar dari kamarnya dan mengurung diri dari kemarin malam. Haris merasa khawatir jika sesuatu hal buruk telah terjadi pada putrinya, tanpa berkata-kata lagi Haris memutuskan untuk menuju ke kamar Alice dan meminta agar wanita itu bersedia membukakan pintunya dan makan malam bersama.
"Aku harus pendobrak pintu kamarnya, karena sejak tadi dia sama sekali tidak menyahut saat aku memanggilnya." Haris bersiap-siap mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu kamar putrinya karena dia merasa cemas dengan Alice yang seharian tidak keluar kamar bahkan wanita itu juga tidak menjawab panggilannya.
"Semoga kau baik-baik saja, ayah sangat khawatir sekali. Karena seharian ini kau mengurung diri," gumam Haris.
Haris mengeluarkan seluruh tenaganya kemudian menghentakkan tubuhnya menabrak pintu kamar Alice. Dia melakukannya secara berulang-ulang agar pintu kamar tersebut bisa terbuka dan harus bisa mengetahui apa yang terjadi pada putrinya.
__ADS_1