
Kejadian itu bagaikan mimpi buruk bagi Alice, seminggu telah berlalu dan sikapnya sangat jelas berubah. Rasa cintanya pada Mike sudah lenyap saat pria itu memperlakukan dirinya dengan begitu kasar, seakan Alice adalah wanita malam yang biasa menjajakan dirinya pada pria hidung belang, sunggu. Mike telah memporak-porandakan kehidupan serta perasaan Alice.
Mike melihat perubahan besar itu pada Alice, seminggu berlalu dan Alice jelas mengabaikan keberadaan Mike. Seolah enggan menatap pria yang sudah mengambil mahkota dalam diri Alice. Setiap kali berpapasan, maka Alice memilih untuk menghindar ataupun pura-pura tidak melihat jika pria itu ada dihadapannya.
Alice tidak bisa jika terus-terusan berada di tempat yang sama dengan Mike, dia tidak bisa bersikap biasa-biasa saja. Sementara hatinya begitu remuk redam, sehingga sering sekali saat tengah sendirian. Alice menangis di dalam kamar mandi dengan membekap mulutnya, agar suara tangisannya tidak terdengar oleh rekan kerjanya.
"Aku harus pergi sementara waktu dari sini, melihat wajahnya. Akan semakin menambah rasa sakit dalam hati dan juga merasa terhina, perlakuan kasarnya seakan menghempaskan tubuhku dari ketinggian hingga jatuh tak berbentuk lagi. Tuhan, aku harus bagaimana? Beri aku kekuatan untuk bisa menerima kenyataan ini," lirih Alice, dia membasuh wajahnya. Kemudian keluar dari kamar mandi dan lagi-lagi dia berpapasan dengan Mike.
Alice memilih menundukan kepalanya, dia tak Sudi melihat wajah Mike yang seolah sedang mengejek kehancurannya. Alice merasa jika masa depannya sudah musnah dan pelakunya adalah pria yang seharusnya memberi perlindungan untuknya, apalagi keduanya adalah saudara satu ayah. Tapi harapan Alice tidak seindah yang dia inginkan.
"Aku harus meminta cuti pada langsung pada ayah, karena jika meminta pada Mike ataupun staf di hotel. Mereka tidak akan memberikan ijin," gumam Alice sambil berjalan menuju ke ruang kerjanya bersama dengan para pegawai lainnya.
Alice mendatangi ruang kerja Haris dan menyampaikan keinginannya, sekaligus memberi alasan kenapa dia harus ijin cuti dan mengatakan pada Haris. Padahal Alice bisa membicarakan hal ini dengan Mike, tapi Alice mengatakan jika dia tidak mungkin diberikan izin oleh Mike. Sehingga meminta pada Haris untuk tidak memberitahukan hal ini pada Mike.
"Aku hanya butuh waktu untuk mencari tempat tinggal untuk bisa belajar hidup sederhana." Alice memohon pada Haris, dengan penuh harap.
"Kau bisa mengajukan cuti kepada Mike, Alice," kata Haris yang tidak tahu apa-apa tentang kedua anaknya.
"Aku, aku." Alice tidak mungkin mengatakan jika dia sedang menghindari Mike kepada ayahnya itu.
__ADS_1
"Aku sedang tidak ingin pergi ke kantor, jadi aku ingin meminta cuti langsung kepada ayah saja," jawab Alice mantap.
Haris yang awalnya merasa heran karena Alice meminta cuti padanya langsung mengangguk paham sekarang.
Haris juga tidak mungkin bisa menolak keinginan putrinya, maka dia pun memberi menyetujui perizinan cuti yang diajukan oleh Alice.
"Terima kasih banyak, ayah." Alice tersenyum, karena dia bisa memulai mencari tempat tinggal baru. Tanpa sepengetahuan Mike, dengan begitu dia bisa melepaskan semua perasaan untuk pria itu.
"Sama-sama, ayah akan mendukung apapun yang menurutmu itu baik. Dan tentunya bisa membuatmu bahagia. Jangan sungkan jika butuh bantuan, kasih tahu Ayah." Haris menandatangani surat izin cuti Alice. Kemudian Alice keluar dari ruang kerja ayahnya.
Sementara Mike merasa frustasi karena Alice selalu saja mengabaikan dirinya, Mike berencana untuk mencari tahu kemana saja dan apa saja yang sekarang sedang dilakukan oleh wanita itu, Mike hampir gila karena diabaikan oleh Alice. Akhirnya dia mengikuti kemana Alice pergi setelah pulang kerja.
Sedangkan Alice tidak mengetahui jika mobil taksi yang dinaikinya ternyata diikuti oleh mobil Mike, karena dia hanya fokus menatap ke samping kaca mobil, Dan ingin secepatnya sampai ke tempat yang dia tuju. Yaitu salah satu pemukiman sederhana dimana dia akan tinggal di sana, Alice berharap setelah dia keluar dari rumah Mike. Maka dia bisa menjalani hidupnya dengan tenang.
Alice keluar mobil taksi, dia berjalan untuk menuju beberapa rumah yang sebelumnya memang sudah dia datangi, rumah sederhana dengan sewa yang murah. Alice merasa cocok karena orang-orang sekitarnya tidak terlalu ramai oleh penghuni lainnya.
"Mau apa dia datang ke tempat seperti ini?" Mike masih melihat Alice yang berjalan masuk ke dalam sebuah kawasan perumahan sederhana.
Alice berbincang dengan pemilik rumah itu, dan dia akan secepatnya pindah ke sana. Setelah keduanya saling berjabat tangan, Alice memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. Dia lega karena setelah ini dia akan bisa hidup tenang, tanpa harus melihat wajah Mike lagi.
__ADS_1
"Wanita itu mau apa datang kesini?" Mike menghampiri seorang wanita yang tadi ditemui oleh Alice.
"Dia ingin menyewa rumah ini, dan sudah deal harga sewanya. Tinggal pindah saja." Wanita itu menjawab pertanyaan Mike.
Mike menjadi kesal karena Alice mencari tempat tinggal yang baru dengan harga sewa murah, itu artinya dia gak ingin lagi tinggal di rumahnya. Mike langsung murka dan dia menanyakan alasan mengenai alasan Alice ingin pindah rumah.
"Ada apa ini? Kenapa kau ingin tinggal di rumah ini?" Mike menemui Alice, dia tidak habis pikir dengan kelakuan Alice.
Alice yang hendak pulang, akhirnya menghentikan langkahnya. Saat tiba-tiba Mike datang menghadangnya. Tidak mungkin kalau Alice tak menjawab pertanyaan Mike, karena pria itu pasti akan semakin murka jika Alice memilih pergi meninggalkan pria itu di sini.
"Aku ingin pergi sejauh mungkin dari orang-orang yang tidak punya perasaan sepertimu, Mike." Alice menjawab dengan acuh, tanpa melihat ke wajah Mike.
Setelah mengatakan itu, Alice segera berlari menuju ke taksi yang diberhentikan. Kemudian naik ke taksi itu dan meninggalkan Mike disana, pria itu menatap kepergian mobil taksi yang membawa Alice.
"Aku harap kau jangan lagi mengacaukan rencanaku untuk pindah dari rumah yang rasanya seperti di neraka, setelah kau menghancurkan hidup dan masa depanku," gumam Alice, tangannya mengusap air mata yang membasahi kedua pipinya.
Mike terpaku mendengar ucapan Alice, bencikah Alice padanya? Karena terus saja mengabaikannya seminggu belakangan ini. Semenjak kejadian di hotel, sejak itulah sikap Alice berubah drastis. Dia tak lagi ceria, Mike sering melihat Alice dari kejauhan kalau wanita itu benar-benar tidak sama seperti Alice yang selama ini Mike kenal.
Alice sudah sampai di rumah, dan segera menuju ke kamarnya. Dia akan langsung mandi karena tubuhnya terasa sangat lengket sekali, dia tidak lagi peduli dengan pendapat Mike mengenai rencana kepindahannya ke rumah baru. Karena baginya hal tersebut adalah haknya, dan tidak ada orang lain yang berhak melarangnya.
__ADS_1
"Seger sekali kalau sudah mandi, tinggal menunggu waktu makan malam saja. Semoga pria itu tidak membuat keributan di meja makan," gumam Alice sambil duduk di depan cermin, sambil menyisir rambutnya.