
Mike merasa bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini, dia juga tidak mengetahui kemana Alice pergi. Mike sudah berusaha mencari keberadaan wanita itu, dengan memerintahkan orang-orangnya. Tapi hasilnya nihil.
"Aku harap kau tidak macam-macam dimanapun kau berada sekarang, Alice, Jujur aku sangat mencemaskan keadaanmu. Tapi aku tidak tahu harus berbuat apa." Mike begitu cemas dan juga khawatir kepada Alice yang sekarang entah berada di mana.
Rasa cinta itu sangatlah besar kepada Alice, tapi sebuah kenyataan membuat Mike harus berusaha mengubur perasaannya tersebut sedalam-dalamnya. Karena Alice adalah adik tirinya dan tidak mungkin menjalin hubungan asmara dengan saudara satu ayah.
Kenyataan tersebut yang membuat Mike membenci Alice, terlebih lagi kehadiran Esme yang memasuki rumahnya tanpa rasa bersalah sehingga menyebabkan Raina meninggal dunia karena tekanan yang begitu besar, dan Raina tidak mampu menerima kenyataan bahwa suami yang dicintainya telah membagi cinta dengan wanita lain.
Keesokan harinya saat Mike bangun, dia segera mandi dan setelah bersiap untuk pergi ke kantor, Mike turun ke bawah tapi dia masih belum melihat kehadiran Alice di rumah.
Kemudian Mike bergegas menghubungi orang hotel berharap jika wanita itu sudah ada disana. Saat ini rasa cemas di hatinya mengalahkan kebencian yang selalu Mike tunjukkan di hadapan Alice.
"Alice masih belum datang ke hotel, Tuan," jawaban dari pegawai hotel ketika Mike mencari tentang keberadaan Alice.
Mike menjadi kesal karena ternyata Alice belum juga sampai di hotel, dan entah sekarang ada di mana. Haris melihat kekesalan putranya saat Mike baru saja menghubungi seseorang di telepon.
"Ada masalah apa, nampaknya kamu sedang kesal?" tanya Haris yang hendak menuju ke ruang makan bersama Esme, keduanya akan sarapan.
"Bukan urusan kalian," bentak Mike dengan nada keras. Kemudian Mike pergi meninggalkan rumah tanpa sarapan terlebih dulu.
Haris dan Esme terkejut dengan jawaban Mike, lalu keduanya memilih untuk sarapan meskipun masih merasa terkejut dengan sikap Mike yang sedikit berubah.
__ADS_1
"Kenapa dia? Padahal beberapa hari lalu sikapnya sudah mulai baik. Tapi sekarang malah kembali buruk," gumam Haris sambil berlalu pergi menuju ke ruang makan.
Esme diam saja tak ingin berkomentar mengenai sikap Mike. Karena dia masih terkejut. Keduanya melanjutkan sarapan bersama tanpa Haris sadari jika Alice tidak pulang ke rumah sejak semalam.
Mike mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, dia masih memikirkan kemana harus mencari Alice. Karena semalam saja dia tidak bisa tidur pulas karena memikirkan tentang keadaan alis. Mike berusaha untuk menghubungi alis sejak semalam tapi ponsel wanita itu tidak aktif sehingga menambah kecemasannya.
"Kau sedang berada dimana sebenarnya? Kenapa ponselmu sampai tidak aktif? Apa kau tidak tahu jika aku mencemaskanmu?" Mike menggerutu kesal sambil tetap fokus menatap jalanan yang sudah mulai ramai oleh banyak kendaraan.
Mike khawatir Alice akan berbuat hal yang tidak-tidak, sehingga Mike tidak bisa menyelesaikan rencananya yang sudah ia susun rapi.
Meskipun semalam Mike sudah memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Alice, tapi hingga sekarang belum ada kabar apa-apa dari anak buahnya. Sehingga membuat Mike tidak bisa tenang dan pikirannya terus saja dipenuhi oleh berbagai macam pertanyaan mengenai di mana sekarang Alice berada.
Sementara di Panti Asuhan, Alice sudah bangun dan dia sedang berada di dapur membantu menyiapkan sarapan untuk anak-anak. Hatinya masih belum bisa tenang setelah semalam dia menceritakan dan bertanya kepada ibu panti, mengenai hubungan saudara satu Ayah yang ternyata tidak diperbolehkan, itu sudah termasuk hubungan terlarang sehingga agama manapun pasti tidak akan memperbolehkannya.
"Sarapannya sudah siap semua, Bu. Aku panggil anak-anak dulu." Alice pergi dari dapur dan menuju ke kamar untuk memanggil anak-anak.
Setelah itu Alice tidak langsung pergi ke dapur bergabung dengan semua orang untuk sarapan bersama, akan tetapi dia malah pergi ke kamarnya untuk mengambil ponsel yang sejak semalam sengaja dinonaktifkan.
"Kakak tidak sarapan bersama kita?" tanya salah satu anak penghuni Panti saat Alice justru tidak pergi bersama mereka menuju dapur.
"Kalian duluan saja nanti aku menyusul, aku ke kamar dulu mengambil ponsel. Takutnya ada telepon penting dari kantor." Alice melanjutkan langkahnya menuju ke kamar dan memeriksa ponselnya.
__ADS_1
**
Mike sudah sampai di hotel dan langsung menuju ke ruang kerjanya, modnya masih sangat buruk sekali. Karena sampai saat ini belum ada satu kabarpun dari anak buahnya tentang alis. Mike menjatuhkan tubuhnya ke sofa yang ada di ruang kerjanya dan dia segera mengeluarkan ponsel dari saku jas yang dia pakai.
"Aku harap ponselmu segera aktif, sehingga aku bisa tahu dimana keberadaanmu sekarang." Mike menghubungi nomor Alice yang semalam tidak aktif.
Sedangkan Alice baru menyalakan ponselnya, dan dia terkejut karena banyak sekali pesan serta panggilan tidak terjawab dari nomor Mike. Alice bingung, apa yang harus dia lakukan sekarang. Mike pasti sudah tahu kalau semalam dia tidak pulang ke rumah, maka dari itulah mengirimkan banyak pesan untuknya. Serta mencoba menghubungi nomornya.
"Sebaiknya aku kembali mematikan ponselku, aku masih nyaman berada di panti. Dan aku masih butuh waktu untuk menenangkan diri untuk menerima kenyataan jika rasa cinta ini tidak bisa dilanjutkan," gumam Alice hendak mematikan kembali ponselnya.
Akan tetapi belum sempat tangannya menekan tombol non aktif, tiba-tiba ada panggilan masuk dan itu adalah nomornya Mike. Alice menjadi panik, dia tidak tahu harus berbuat apa. Karena satu pesan dari Mike belum satupun dia baca.
"Sial! Bagaimana ini, apa aku angkat saja?" Alice bingung menatap ponselnya yang berdering.
Mike menunggu Alice mengangkat teleponnya, karena sudah aktif dan terdengar nada sambung. Lama sekali Mike menunggu, dia mengulangi lagi panggilannya. Ada rasa senang karena ponsel Alice sudah aktif, karena dari semalam Mike mencoba menghubunginya tapi ternyata tidak aktif.
"Ayolah, Alice. Angkat teleponnya. Jangan membuatku semakin marah dengan mengabaikan telepon dariku. " Mike menggumam dengan perasaan kesal dan juga gemas karena Alice masih belum juga mengangkat telepon darinya.
Sementara Alice masih mengabaikan telepon dari Mike dan dia hanya menaruh ponsel miliknya di atas nakas yang berada di samping tempat tidurnya, layar ponsel itu masih memperlihatkan nama mic yang sekarang terus saja menghubunginya berulang-ulang.
"Haruskah aku mengangkat teleponnya? Tapi jika aku terus-terusan mengabaikannya, pasti Mike akan semakin marah dan melontarkan kata-kata pedasnya," ucap Alice pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Sekarang ia harus merutuki kebodohannya sendiri karena telah menghidupkan ponselnya. Dan sekarang dirinya benar-benar bingung apa dia harus mengangkat panggilan telepon Mike atau mengabaikannya saja.