
Waktunya jam makan siang, Johan yang sedang fokus ke layar laptopnya, langsung melihat arlojinya. "Akhirnya, waktunya makan," gumam Johan.
Johan langsung menutup layar laptopnya, ia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang. "Aku menunggumu di restoran tempat biasa kita makan," ujar Johan kepada seseorang di seberang sana, setelah mengatakan itu Johan langsung menutup sambungan teleponnya.
Ia berjalan keluar dari gedung perusahaan. Beberapa karyawan lainnya tampak keluar juga, mungkin mereka ingin mencari makanan untuk makan siang mereka.
Johan sendiri pergi ke restoran yang letaknya tidak jauh dari kantor tempatnya bekerja untuk makan siang bersama dengan Brandon temannya.
Cukup melelahkan hari ini karena pekerjaannya yang menumpuk, tapi yang menjadi beban pikirannya saat ini adalah sikap Mike terhadap Alice yang terlihat sangat berbeda, membuat Johan merasa curiga terhadap mereka berdua.
Johan semakin penasaran, apa yang sebenarnya terjadi antara mereka berdua. Melihat perubahan sikap Mike terhadap Alice yang sangat berubah drastis membuat Johan terus memikirkan mereka.
"Sebenarnya apa yang terjadi antara mereka berdua?" gumam Johan.
Johan cukup tahu bagaimana bencinya Mike terhadap Alice, dan bagaimana terpukulnya Mike saat ibunya meninggal, apalagi Mike beranggapan jika kematian ibunya bersangkutan dengan kedatangan Alice dan ibunya.
Lamunan Johan terburai saat seseorang menepuk bahunya.
"Sialan! Kau mengagetkanku, Brandon," kata Johan.
Brandon tertawa. "Maafkan aku," kata Brandon seraya duduk di hadapan Johan.
"Kau belum pesan sesuatu?" tanya Brandon yang melihat Johan hanya duduk di restoran itu, tanpa segelas air atau makanan. "Jangan bilang kau tidak punya uang, dan hanya menumpang duduk di restoran ini." Lanjut Brandon seraya terkekeh..
"Aku menunggumu, sialan!" ujar Johan yang sepertinya sedang tidak bisa diajak bercanda.
Tapi Brandon seolah tidak peduli, ia kembali tertawa, lalu ia segera memanggil seorang pelayan untuk memesan makanan. Setelah memesan makanan, Brandon kembali mengamati wajah Johan yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Brandon penasaran, karena sepertinya itu sangat membebani pikiran Johan.
Johan terdiam, ia menatap lekat wajah Brandon yang berada di hadapannya. Sampai akhirnya Johan bersuara. "Aku lihat sikap Mike terhadap Alice berbeda sekarang," kata Johan tiba-tiba membahas Mike dan Alice.
Brandon menyipitkan matanya karena Johan tiba-tiba membahas tentang Mike dan Alice, padahal mereka tidak pernah membahas Alice sebelumnya, karena mereka tahu Mike sangat membenci Alice. Apalagi Brandon tahu jika Johan adalah orang yang tidak suka mencampuri urusan orang lain.
"Kenapa kau tiba-tiba membahas Alice?" tanya Brandon heran, karena itu tidak terlihat seperti Johan.
__ADS_1
"Tidak, aku hanya penasaran saja, karena akhir-akhir ini sikap Mike sangat berbeda terhadap Alice."
"Berbeda seperti apa?" tanya Brandon lagi, ia juga merasa penasaran, karena Johan sampai-sampai membahasnya.
"Mike terlihat sangat ramah, bahkan sering menatap Alice dengan tatapan lembut. Padahal sebelumnya Mike selalu memberikan tatapan penuh kebencian terhadap Alice," jawab Johan.
Tidak hanya itu bahkan Mike sendiri yang mengatakan jika dirinya sangat membenci Alice dan ibunya. Tapi tadi pagi Mike terlihat tersenyum ke arah Alice, sepertinya ada sesuatu diantara mereka berdua.
"Kau tahu kan Mike sangat membenci Alice sebelumnya? Karena Alice adalah putri dari wanita yang sudah merusak kebahagiaan keluarganya." Lanjut Johan.
"Ya lalu?" tanya Brandon.
"Aku yakin ada sesuatu diantara mereka berdua," kata Johan mengatakan apa yang dia pikirkan.
Brandon terdiam, ia mengingat kejadian saat Mike marah-marah waktu itu di apartemen Johan.
-Flashback-
Hari itu Mike datang dengan wajah memerah ke apartemen Johan. Wajah Mike tidak bersahabat sama sekali, saat datang pun Mike langsung mengeluarkan sumpah serapahnya yang entah ia keluarkan untuk siapa.
"Kau kenapa, Mike?" tanya Brandon yang heran melihat Mike datang dengan sumpah serapahnya.
"Sialan! Dasar wanita murahan!" dengus Mike yang tidak mengindahkan pertanyaan dari Brandon. Setelah puas menyumpahi wanita itu dengan terus mondar-mandir di hadapan Johan dan Brandon membuat mereka berdua merasa penasaran, akhirnya Mike duduk di sebelah Brandon.
"Apa yang terjadi?" tanya Johan.
"Ternyata selama ini rumor yang mengatakan jika Papa berselingkuh benar adanya," kata Mike dengn wajah yang terlihat sangat kesal.
"Jangan termakan omongan orang lain, Mike, kau tidak tahu yang sebenarnya," kata Brandon.
"Tidak! Dia benar-benar berselingkuh dari Ibuku, bahkan dia memiliki seorang anak dari selingkuhnya itu," jawab Mike dengan berapi-api.
"Apa kau punya buktinya?" tanya Johan.
Mike langsung menatap kedua temannya secara bergantian. "Dia bahkan membawa wanita ****** itu ke rumah, dan tinggal bersama denganku dan Ibuku. Parahnya dia juga membawa seorang gadis yang dia bilang adalah adikku."
__ADS_1
Brandon dan Johan cukup terkejut mendengar itu. Mereka bingung harus mengatakan apa untuk menenangkan Mike, jika berada di posisi Mike, mereka juga akan merasakan hal yang serupa, mengutuk wanita itu.
"Sialan! Aku sangat membenci mereka," ujar Mike, ia mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"Aku tidak akan membiarkan wanita itu dan gadis itu bahagia di rumah Ibuku, Aku akan membuat mereka menyesal telah datang ke rumah Ibuku," kata Mike dengan penuh tekad.
Hari itu untuk pertama kalinya Johan dan Brandon tahu jika Mike memiliki adik tiri, dan ibu tiri yang tinggal satu atap dengannya. Mereka juga adalah saksi dimana Mike sangat membenci Alice dan ibunya karena sudah merebut kebahagiaan Mike.
-Flashback off-
"Memangnya seperti apa sikap Mike sekarang terhadap Alice?" tanya Brandon.
Johan memutar bola matanya kesal sendiri padahal tadi Johan sudah mengatakannya, tapi sepertinya temannya itu tidak mendengarkannya atau memang gagal fokus.
"Aku sudah mengatakannya tadi, Brandon!" ujar Johan.
Johan tersenyum, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Aku lupa, maafkan aku," kata Brandon.
"Intinya, Mike sekarang terlihat berbeda memperlakukan Alice, kau tahu sendiri bagaimana sikap Mike terhadap Alice, bahkan seisi kantor saja tahu Mike sering membully Alice, tapi kali ini Mike bahkan tersenyum saat bertemu dengan Alice."
"Dia terlihat lembut, dan-"
Brandon seketika tertawa mendengar perkataan Johan. "Kau terlalu berlebihan, Johan," ujar Brandon.
Johan yang mendengar itu langsung menyipitkan matanya.
"Bukannya itu bagus, berarti Mike bisa akur dengan adiknya sendiri." Lanjut Brandon.
"Kau tidak mengerti, Brandon!"
"Kau yang terlalu berlebihan, Johan. Alice adalah adik Mike, sangat wajar jika Mike memperlakukan Alice lebih baik dari sebelumnya. Karena sejak awal Alice tidak bersalah sama sekali, dan aku pikir Alice adalah wanita yang baik, ia pantas mendapatkan perlakuan baik dari Mike," ujar Brandon panjang lebar.
Johan yang tidak satu pikiran dengan Brandon terlihat kesal dengan respon Brandon. Johan malah curiga terhadap Brandon, ia menyipitkan matanya, menatap tajam ke arah Brandon.
"Jangan bilang jika kau menyukai wanita itu, Brandon!"
__ADS_1
Brandon yang mendengar itu seketika terdiam.