
"Jaga Alice untukku, karena saat ini kau adalah orang yang dia anggap sebagai penolong yang sudah menyelamatkannya dari bahaya, aku juga minta tolong padamu, Brandon. Agar kau membantuku untuk menjelaskan mengenai perasaanku yang sebenarnya pada Alice, kalau ada apa-apa segera hubungi aku."
"Tentu saja, aku pastikan Alice akan kembali padamu. Kalian berdua akan kembali bersama dan melanjutkan kisah cinta kalian tanpa ada lagi perasaan takut dan lain sebagainya." Brandon mengatakan hal tersebut sebagai ungkapan agar Mike percaya padanya, bahwa permasalahan Mike dengan Alice bisa diselesaikan dengan bantuan Brandon.
Mike memutuskan untuk pergi dari rumah sakit karena percuma saja dia ada di sana, sedangkan Alice tidak menginginkan keberadaannya.
Setelah memastikan Mike sudah pergi, Brandon lalu kembali masuk dan menemui Alice yang masih terdiam dengan wajah sedih. Brandon tahu jika kesalahpahaman ini menyakiti hati Alice, apalagi Alice sudah menyerahkan miliknya sebagai seorang wanita pada pria yang dicintainya, jadi saat ini hanya Brandon seorang yang mungkin bisa dipercaya juga didengar oleh Alice. Sebab pada Mike, Alice begitu histeris hingga mengusirnya. Dan Alice merasa kecewa pada Mike.
"Tenangkan dirimu, Alice. Jangan banyak pikiran, karena itu sangat berpengaruh pada kesehatanmu saat ini. Aku tidak akan bicara tentang Mike lagi, jika itu memang membuatmu marah dan sedih." Brandon duduk disamping ranjang pasien, menatap Alice yang diam saja. Alice hanya menatap kosong ke langit-langit kamar rumah sakit.
Alice sama sekali tidak ingin melihat wajah Mike, dia masih ingat bagaimana Mike sering bersikap kasar, meski pada akhirnya pria itu menyatakan cintanya pada Alice, dan Alice pun menerimanya. Sebab dia juga sangat mencintai Mike.
"Aku sakit hati mendengar perkataan Mike, dengan teganya dia menjadikanku sebagai taruhan, padahal aku sangat mencintainya dengan sepenuh hati. Bahkan dia telah mengambil satu-satunya harta yang aku miliki, aku juga tidak memperdulikan status kami sebagai saudara, sebab aku percaya jika Mike adalah pria baik. Tapi ternyata … Ya Tuhan," Alice menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia menangis sesegukan mengingat semua kebersamaannya dengan Mike.
__ADS_1
Brandon harus menunggu sampai Alice sedikit tenang, supaya dia bisa menjelaskan pada Alice tentang kesalahpahaman yang terjadi antara Mike dan juga Alice, jadi Brandon hanya diam sambil memastikan jika kondisi Alice sudah tenang.
"Sebenarnya yang kau dengar waktu itu adalah kesalahpahaman, Alice. Mike sangat tulus mencintaimu, meski awalnya salah. Aku tahu Mike pria yang seperti apa, aku bicara begini bukan karena Mike adalah sahabatku, tapi aku memang mengetahui semua tentang kalian berdua. Mike tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun, hanya denganmu dia merasa bahagia, cinta baginya hanya kemustahilan semata. Tapi cinta itu justru dia dapatkan darimu, Alice. satu-satunya wanita yang mampu meluluhkan keangkuhan juga keegoisan seorang Mike." Panjang lebar, Brandon menjelaskan pada Alice tentang Mike.
Alice diam menyimak, dia memang merasa bahwa cinta Mike nampak nyata dan tulus. Meskipun Alice juga tahu, Mike itu pria kasar dan arogan, itu dulu sebelum Mike jatuh cinta padanya. Semenjak keduanya memutuskan untuk menjalin hubungan. Perlahan sikap Mike berubah manis dan penuh perhatian, tapi apa yang Alice dengar malam itu seakan menghempaskan tubuh Alice dari ketinggian dan jatuh hingga dasar, hancur berantakan tanpa tersisa.
"Kai sama saja seperti Mike, tidak ada bedanya. Penjelasan apapun, aku tidak percaya. Sebab kalian berdua adalah makhluk yang sama, hanya bisa menyakiti hati wanita. Setelah tujuannya tercapai maka wanita itu dicampakan, seperti Mike mencampakkanku." Alice tersenyum kecut, dia tidak percaya dengan semua yang Brandon katakan.
Hati kecil Alice tidak menampik perhatian dan cinta Mike, tapi kenyataannya semuanya hanya untuk taruhan saja tidak lebih dari itu. Dan Alice muak dengan semua kebohongan Mike juga Brandon.
"Aku yang bodoh, sangat menyedihkan sekali. Bisa-bisanya aku menjalin hubungan dengan saudaraku sendiri, bahkan aku harus menyerahkan kegadisanku pada saudara lelakiku. Aku menjijikan dan sangat hina, aku benci pada diriku sendiri." Alice kembali menangis sambil memukuli wajahnya, dia mengamuk dan membodohi dirinya sendiri.
Melihat hal tersebut membuat Brandon panik, bukan hanya tubuh Alice saja yang terluka. Tapi hati dan juga psikis wanita itu pun ikut menjadi korban atas situasinya saat ini. Brandon menarik tangan Alice agar berhenti memukuli wajah dan juga tubuhnya sendiri, apalagi di tangan kanan Alice terpasang jarum infus sehingga membuat darah terlihat jelas pada selang infus tersebut.
__ADS_1
"Hentikan, Alice. Jangan seperti ini, kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri." Brandon masih berusaha untuk melunakan Alice agar berhenti mengamuk.
Sementara di tempat lain, Haris mendapatkan kabar dari Mike. Kalau Alice sudah ditemukan dan sekarang ada di rumah sakit, Brandon yang menyelamatkan Alice. Menemukan wanita itu berlari tanpa menggunakan alas kaki, hingga jatuh pingsan.
"Tolong aku, ayah. Alice masih salah paham dan menganggap jika aku hanya mempermainkannya saja, jelaskan pada Alice tentang statusnya denganku. Hanya ayah yang bisa membantuku saat ini." Mike sangat berharap banyak pada Haris, agar kesalahpahaman Alice padanya secepatnya bisa selesai.
"Ayah akan berusaha, tapi ayah tidak mau menekan atau memaksa Alice. Sebab kita tidak tahu apa saja kesulitan yang Alice lalui sebelum ditemukan oleh Brandon, kita beri waktu dulu pada Alice, semoga setelah dia tahu tentang status antara kalian berdua. Maka hatinya kembali terbuka dan bersedia menerima kau lagi." Haris menepuk pundak Mike, setelah itu Haris langsung pergi ke rumah sakit.
Haris sudah sampai di rumah sakit, dia sedang berjalan menuju ke ruang inap Alice. Disana sudah ada Brandon yang menemani Alice, jadi Haris sedikit tenang sebab ada orang yang menjaganya.
Haris sempat menghentikan kakinya saat mendengar obrolan Brandon dengan Alice, hingga akhirnya Alice mengamuk juga menyakiti dirinya sendiri, barulah Haris masuk ke dalam kamar inap Alice dan melihat kekacauan pada wanita itu.
"Kau salah, Alice. Kalian berdua sama sekali tidak salah dalam hal ini, bahkan cinta kalian juga tidak salah." Haris berjalan di menghampiri Alice yang sedang ditenangkan oleh Brandon.
__ADS_1
Kedatangan Haris membuat Brando sedikit lega, sebab ayahnya Mike pasti akan membantunya menjelaskan pada Alice tentang kesalahpahamannya. Brandon melepaskan tanganya pada tangan Alice.
"Terima kasih Brandon, karena kau sudah membantu menyelamatkan dan menjaga Alice. Biar om saja yang akan menjelaskannya pada Alice," ucap Haris pada Brandon, lalu Brandon mengangguk dan memilih untuk mundur, membiarkan Haris mendekat dan duduk di kursi yang ada di samping ranjang pasien. Sudah saatnya Haris turun tangan untuk membereskan kesalahpahaman antara Alice dengan Mike.