Terjebak Cinta Saudara

Terjebak Cinta Saudara
TCS 76


__ADS_3

Mereka semua terlihat panik dan bingung, sebab mereka bingung apa yang harus dilakukan pada Alice. Sebab mereka semua sudah mengetahui jika Johan dan Esme sudah tertangkap polisi, jadi untuk keputusan tentang Alice. Mereka masih belum bisa menemukan cara serta ide.


"Kita gak mungkin tetap membiarkan wanita itu ada disini, yang ada nanti kita juga bisa kena imbasnya. Bahkan, polisi bisa melacak keberadaan kita. Dan akhirnya kita juga akan ditangkap. Dan aku tidak ingin jika hal itu terjadi, sekarang pikirkanlah. Bagaimana kita menangani wanita ini agar tidak terluka, tapi kita juga tetap aman tanpa berurusan dengan hukum." Pria itu semakin panik, sebab sudah kadung sampai ke gudang itu membawa Alice. Sementara dia tidak akan mungkin lagi menunggu perintah dari Johan, sebab Johan saja sudah tidak bisa lagi memberi perintah.


"Itu benar sekali, kalau bisa malam ini juga kita harus secepatnya pergi dari gudang ini, jika tidak. maka sudah bisa dipastikan, kita bernasib sama seperti si bos." Timpal yang lainnya.


Semakin bingunglah, orang-orang itu. Mereka tidak tahu harus membawa Alice kemana lagi. Atau menyerahkannya pada siapa, orang yang seharusnya bertanggung jawab justru sekarang berada di balik jeruji besi. Sehingga tak ada yang bisa diharapkan lagi dengan adanya Alice bersama mereka.

__ADS_1


"Kita belum mendapatkan bayaran yang setimpal dari si bos, dia keburu ditangkap polisi. Bagaimanapun juga, kita harus mendapatkan keuntungan dari wanita ini. Agar kita gak sia-sia sudah menghabiskan waktu dan tenaga." Pria itu bergumam sendiri, tapi bisa terdengar oleh yang lainnya termasuk oleh Alice.


Alice merasa takut, dia mulai berpikiran yang tidak-tidak. Bahkan dia tak ingin kalau sampai hidupnya berakhir mengenaskan di tangan para preman itu.


"Lalu, kita harus apa sekarang? Wanita ini harus secepatnya berpindah tangan. Kita juga gak bisa semalaman di gudang ini, sudah buang-buang waktu. Malah tidak dapat apa-apa. Selain kesia-siaan." Gerutu Pria yang berdiri di dekat Alice. Dia terlihat kesal karena ternyata Johan tertangkap dan dia juga yang lainnya seperti orang bodoh.


"Tidak bisa, karena dia pasti akan berontak dan berteriak minta tolong begitu kita sampai ke panti jompo tersebut. Lagipula kita belum dapat keuntungan atas pekerjaan kita ini. Bagaimana kalau kita menyerahkan wanita ini ke salah satu agen yang memang menangani jual organ dalam, sebagai bayaran untuk kerja keras kita malam ini? Karena kita belum mendapatkan bayaran yang setimpal dari si bos." Si pria itu memberikan usulan lain serta meminta pendapat teman-temannya untuk menyelesaikan permasalahan Alice  yang sekarang berada bersama dengan mereka.

__ADS_1


"Ide bagus itu, lagi pula si bos sudah masuk penjara. Dia tentu saja tidak akan membayar kita, jadi keputusannya adalah menyerahkan wanita ini ke agen yang biasa menjual organ-organ tubuh bagian dalam manusia. "Mereka akhirnya setuju dengan ide si pria, maka mereka segera bergegas menyiapkan segala keperluan untuk menyerahkan Alice  kepada agen tersebut.


Mendengar semua percakapan para preman itu dan juga Alice  mengetahui bahwa bos yang memerintahkan mereka untuk menculiknya telah tertangkap oleh polisi, Alice  tidak bisa membayangkan akan seperti apa dirinya jika berhasil diserahkan ke agen atau sindikat perdagangan manusia, Alice  seketika panik dan dia berusaha untuk kabur.


"Ya Tuhan, bagaimana ini? Akankah aku akan mati di tangan para preman itu? Mike tolong selamatkan aku, Tuhan berikan aku kekuatan dan juga jalan keluar agar bisa kabur dari para preman-preman ini. Karena aku masih ingin hidup." Alice  membatin, dia memejamkan matanya dengan kuat, agar tidak menangis karena merasa takut.


Kenapa jalan hidupnya harus seperti ini? Diculik oleh para preman dan akan diserahkan pada sindikat perdagangan manusia, Alice sudah mulai hidup nyaman di panti jompo setelah dengan susah melupakan semuanya tentang Mike.

__ADS_1


__ADS_2