Terjebak Cinta Saudara

Terjebak Cinta Saudara
TCS 46


__ADS_3

Mike sedang ada di kamarnya, dia terus saja Memikirkan bagaimana caranya agar rencana Alice untuk pindah rumah menjadi gagal, karena Mike tidak akan pernah membiarkan Alice sampai keluar dari rumahnya. Apapun yang terjadi, apalagi Esme pasti tidak akan setuju dengan niat Alice. Tapi Mike harus merencanakan sesuatu supaya penolakan dirinya tidak mengundang kecurigaan dari Haris dan juga Esme.


"Aku pastikan kamu tidak akan pernah pergi dari rumah ini, alice," lirih Mike.


Pelayan memberi tahu kalau makan malam sudah siap, sehingga Mike memutuskan untuk segera turun ke bawah. Dia akan membahas mengenai rencana kepindahan Alice ke rumah barunya. Ide yang bagus sekali.


Semua orang sudah berkumpul, dan Mike mulai mencuri pandang ke arah Alice yang hanya fokus dengan makanan di piringnya. Dia harus membahasnya sekarang juga, agar Esme tahu niat putrinya itu.


"Hmmm … kau serius ingin pindah rumah. Alice?" tanya Mike memulai percakapan.


Haris dan Esme nampak terkejut, sementara Alice sudah menduga kalau Mike pasti akan membahas masalah ini dihadapan orang tuanya, Alice bersikap tenang dan dia hanya menganggukkan kepalanya.


"Kenapa harus pindah? Apakah kau merasa tidak nyaman tinggal disini?" tanya Haris, dia lupa jika sebelumnya Alice sudah mengatakan kalau dia akan mencari tempat tinggal makanya mengajukan cuti padanya langsung.


"Tidak, ayah. Aku hanya ingin hidup mandiri, bukankah aku sudah mengatakan saat aku mengajukan cuti kepada ayah beberapa hari lalu?" Alice mengingatkan Haris, karen sepertinya pria itu melupakan apa yang Alice katakan.


"Ah, iya. Ayah lupa, jika kau ingin belajar mandiri. Selama kau bahagia dan merasa nyaman, ayah dukung." Haris tersenyum menanggapi keinginan putrinya, Haris merasa tidak masalah karena hal itu sama sekali tidak buruk.

__ADS_1


Esme langsung bereaksi lain, jika Haris setuju saja. Tapi tidak dengannya. Bagaimana mungkin Alice punya pikiran sebodoh itu?


"Ibu tidak setuju, jangan bertindak bodoh dengan keluar dari rumah ini. Apa yang kurang dari rumah ini, semua keperluan tersedia. Bahkan untuk keamanan pun kau terjamin." Esme mengatakan pendapatnya, dan sudah tahu jika mengarah pada segala kemewahan yang ada di rumah ini.


Mike merasa mendapatkan peluang dengan penolakan dari Esme, wanita itu sudah pasti tidak akan mengijinkan putrinya meninggalkan rumah mewah ini. Dasar wanita matre, pikir Mike. Tapi Kali ini Mike seperti mendapat keberuntungan karena penolakan dari Esme.


"Ibumu benar, kau ini seorang wanita. Dan di luaran sana sangat tidak aman untuk seorang gadis sepertimu. Sebagai kakak, aku juga keberatan dengan keputusanmu pindah rumah, lagipula jika tinggal di sini, kita bisa berangkat dan pulang kerja bersama, jadi kau aman. Tapi jika kau tinggal di luar aku tidak bisa menjamin, dan akan merasa bersalah jika terjadi hal buruk menimpamu. Aku benar kan?" Mike bertindak seolah dia adalah seorang kakak lelaki yang baik, dengan meminta persetujuan pada Esme dengan mengatakan hal demikian.


"Tentu saja, yang Mike katakan itu benar. Dia kakak yang selalu akan menjaga Alice. Jadi lupakan tentang rencana kepindahanmu, Alice." Esme mendukung apa yang baru saja Mike katakan.     


Mike merasa menang, karena Alice tidak akan mungkin bisa melawan berdebat dengan ibunya. Tinggal lihat nanti saja, apakah Alice akan tetap memaksakan keinginannya. Atau justru menuruti permintaan ibunya.


"Tidak, Alice. Mengertilah, kamu bisa pindah dari rumah ini jika nanti sudah menikah, dan pria yang akan menjadi suamimu yang akan memboyong kamu ke rumahnya. Barulah kau bisa keluar dari rumah ini, tolonglah pahami kekhawatiran kita tentang keselamatanmu." Mike bicara dengan lemah lembut, seolah benar-benar menentang keinginan adiknya.


"Ibu juga tetap tidak mengizinkanmu keluar dari rumah ini, kau akan tetap tinggal di rumah ini, titik. Tidak ada bantahan lagi. Mengerti!" Esme memberi ultimatum, dia berkata dengan tegas. Tidak boleh dilawan.


Alice merasa kesal karena hanya Haris yang setuju dengan keinginannya, kemudian Alice berdiri dan pergi ke kamarnya. Dia muak dengan tingkah Mike yang seolah menunjukkan kepeduliannya, padahal alasan Alice keluar dari rumah itu karena Mike.

__ADS_1


"Aku izin ke kamar Alice, aku akan coba bicara dan membujuknya untuk memahami alasan kita tidak mengizinkannya." Mike pamit pada kedua orang tuanya.


Esme dan harus setuju dan meminta pada Mike supaya bisa membujuk Alice, karena mereka berdua tidak mengetahui tentang hubungan antara Mike dengan Alice.


Alice langsung menangis begitu sampai di kamar, dia merasa marah pada Mike yang bersikap baik. Padahal dia sedang bersandiwara di hadapan orang tuanya. Bahkan Haris dan Esme belum mengetahui jika tentang hubungannya dengan Mike, jadi sulit sekali bagi Alice mengatakan tentang alasan yang membuat dirinya bersikukuh ingin keluar dari rumah ini.


Mike pergi meninggalkan meja makan, dia mengikuti Alice yang sudah masuk ke kamarnya. Saat Mike sudah sampai di kamar Alice, betapa hatinya merasa sakit melihat Alice yang sedang menangis. 


"Alice, cobalah mengerti. Aku melarangmu karena aku takut jika sesuatu hal buruk terjadi sama kamu, begitu juga dengan Mama kamu. Dia pasti khawatir saat anaknya tinggal di luar, sementara di rumah ini saja semuanya tersedia." Mike berjalan masuk ke dalam kamar Alice.


Mike bicara dengan lemah lembut, karena dia benar-benar merasa cemas pada Alice. Terlebih lagi dengan perasaan Mike yang begitu dalam untuk Alice, sulit bagi Mike untuk menunjukkan sikap baiknya di hadapan Alice, karena kejadian beberapa waktu lalu membuat Mike merasa bersalah. Mike juga sedih melihat Alice yang sedang menangis.


"Hentikan semua omong kosongmu, Mike. Jangan lagi bersandiwara seolah-olah kau begitu peduli dan mencemaskanku, untuk apa lagi kau bersikap demikian padaku, sedangkan kejahatan yang kau lakukan adalah menghancurkan hidup dan masa depanku." Alice berteriak, dia benar-benar merasa muak dengan sikap Mike yang sok baik di hadapan orang tuanya, seolah dia tidak merasa bahwa semua kekacauan ini karena perbuatannya.


Keduanya berdebat hebat, Alice yang menuding Mike yang sedang bersandiwara. Sementara Mike meyakinkan Alice jika dia sangat peduli padanya.


"Aku sedang tidak bersandiwara, Alice. Aku memang mencemaskanmu, aku tulus Alice, aku tidak ingin jika kau pindah dari rumah ini." Mike masih bicara dengan lemah lembut, agar emosi Alice tidak meledak-ledak.

__ADS_1


"Pembohong." Alice bicara dengan nada ketus, dan tidak percaya dengan ketulusan Mike.


__ADS_2