
Ponsel itu masih berdering, dan Alice tidaklah mungkin membiarkannya begitu saja. Mike akan semakin marah jika tak segera diangkat teleponnya. Sehingga dengan tangan bergetar dan juga jantung berdegup kencang, Alice meraih ponselnya, menggeser tombol hijau dan menaruhnya di telinga.
"Iya halo, Mike," sapa Alice saat telepon tersambung.
"Kenapa lama sekali, dari mana saja? Sekarang kau ada di mana?" Bentak Mike dengan suara menggelegar, sampai-sampai Alice menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Aku, aku-" Alice terdiam sejenak.
"Cepat katakan di mana kau?" tanya Mike semakin membentak Alice.
"Aku ada di panti asuhan, Mike," jawab Alice akhirnya dengan suara pelan.
Terdengar nafas kasar dari seberang telepon, Alice tahu kalau Mike sedang marah sekarang ini. Tapi Alice justru tak merasakan ketakutan. Dia malah merasa jika Mike sangat mencemaskan dan mengkhawatirkan dirinya saat ini, jadi Alice menjawab tentang keberadaannya. Ditambah lagi banyak sekali pesan dan panggilan tak terjawab, jadi Alice menyimpulkan jika Mike benar-benar karena dirinya gak pulang semalam.
"Kirimkan alamatnya lewat pesan singkat, aku akan menjemputmu sekarang juga." Mike menurunkan volume suaranya, dia tidak lagi berteriak seperti sebelumnya. Lalu Mike menutup sambungan teleponnya sepihak.
Setelah sambungan teleponnya terputus, Alice langsung mengirimkan alamat panti asuhan kepada Mike. Alice kembali ke ruang makan, dimana semua penghuni panti sedang sarapan bersama.
"Sarapan dulu, Nak. Ibu temani," ujar Bu panti, menyendok nasi ke piring kemudian diberikan pada Alice.
"Terima kasih, Bu." Alice menerima piring tersebut dan mengambil beberapa lauk yang tersedia di atas meja makan.
Keduanya sarapan dengan penuh kehangatan, sementara anak-anak panti lainnya sedang mengerjakan kegiatan yang memang selalu menjadi rutinitas harian mereka jika hari libur.
__ADS_1
Alice mencuci piring bekas semua orang sarapan, setelah selesai dia menuju ke luar. Melihat anak-anak yang sedang membersihkan halaman panti. Juga menyiram tanaman.
Sementara Mike langsung membelokan mobilnya menuju ke alamat yang tadi disebutkan oleh Alice, lama menunggu kabar tentang keberadaan wanita itu. Ternyata dia ada di sebuah panti asuhan, dan Mike sama sekali tidak kepikiran kesana.
"Tunggu aku disana Alice, sejak semalam kau sudah membuatku tidak bisa tidur. Karena mengkhawatirkan dan mencemaskanmu," gumam Mike, tetap fokus mengemudikan mobilnya.
Alice terlihat bahagia berada di panti asuhan itu, dia merasa menjadi manusia yang begitu dihargai dan diterima. Karena selama ini nasib seperti enggan membiarkannya bahagia, jadi bagi Alice hanya di tempat inilah dia bisa bebas menjadi dirinya sendiri, tanpa ada tekanan apapun.
Mike sudah sampai di depan sebuah bangunan sederhana, setelah satu jam perjalanan. Mike melihat bangunan tersebut, dan segera turun dari mobilnya. Mengedarkan pandangan ke sekitar lokasi, hanya ada satu dua kendaraan roda dua yang terlihat melewati tempat itu.
"Alamatnya benar disini, nama panti asuhannya juga sama seperti yang tadi Alice kirimkan. Mungkin dia ada di dalam, sebaiknya aku turun dan melihatnya langsung." Mike turun dari mobilnya, dia melihat ada beberapa anak yang sedang membersihkan halaman panti.
Mike berjalan menghampiri beberapa anak yang tadi dia melihat sedang membersihkan halaman panti, kemudian menanyakan tentang Alice. Apakah wanita itu ada di panti atau tidak.
"Kak Alice, ada di dalam. Tuan, sedang bantu yang lainnya beres-beres panti," jawab anak yang dihampiri oleh Mike.
Mike melihat ketulusan Alice yang sedang membantu anak-anak panti membersihkan bagian dalam tempat itu, tidak terasa senyum tersungging dari bibi Mike. Dia senang, karena wanita dihadapannya begitu baik dan bisa berbaur dengan mereka semua.
Tapi detik berikutnya, senyuman itu lenyap. Berganti dengan rasa benci saat Mike menyadari jika tidak seharusnya dia merasa kagum pada Alice, sehingga dia kembali pada niat awalnya datang ke panti ini untuk apa.
"Maaf, Tuan mencari siapa?" Bu panti menghampiri Mike yang sedang berdiri diambang pintu, melihat Alice dengan anak-anak.
"Saya mencari Alice, dan mau menjemputnya," jawab Mike tanpa ekspresi.
__ADS_1
Bu panti mengangguk, dan berjalan ke arah Alice yang tidak menyadari jika ada seorang pria yang datang mencarinya. Lalu Bu panti berbisik di telinga Alice, kemudian menunjuk ke arah Mike yang masih berdiri di tempatnya semula.
"Aku kesana dulu ya, Bu. Dia itu atasan di tempat kerja, mungkin ada yang ingin dibicarakan makanya tadi dia meminta alamat panti." Alice mengatakan itu agar Bu panti tidak merasa khawatir padanya, sebab wajah Mike terlihat tidak bersahabat.
"Ya sudah, temui dia dulu. Ibu lihat orangnya seperti galak sekali, wajahnya kaku begitu." Bu panti kembali berbisik di telinga Alice, setelah itu dia mengajak anak-anak untuk keluar.
Tinggalah Mike dan Alice yang ada di dalam, Alice mempersilahkan Mike untuk duduk dulu. Alice bersikap tenang di hadapan Mike, meski sebenarnya dia juga merasa jika pria itu tidak sedang baik moodnya.
"Aku tidak butuh duduk, aku hanya ingin menjemputmu untuk pergi dari sini. Aku tidak akan membicarakan apapun di tempat ini, jadi aku tunggu kau secepatnya di mobil." Mike pergi keluar setelah mengatakan itu pada Alice.
Tanpa menunggu persetujuan Alice, Mike tak peduli. Dia hanya ingin wanita itu menuruti perintahnya, tidak ada penolakan. Tanpa berkata apapun, Mike kembali masuk ke mobilnya melewati semua orang yang ada di halaman panti.
"Kalian lanjutkan bersih-bersihnya, ibu mau ke dalam dulu." Bu panti bergegas menuju ke kamar tamu, dimana Alice berada.
Alice sedang memasukan ponsel ke dalam tasnya, dia harus segera menemui Mike dan ikut dengan pria itu. Sebelum sesuatu hal buruk terjadi dan dilihat oleh ibu panti juga anak-anak.
"Bu, aku minta maaf. Karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, atas aku datang menjemput dan sekarang dia sedang menunggu aku diluar. Terima kasih banyak karena sudah mengijinkan aku menginap disini. Nanti aku mampir lagi." Alice memeluk ibu panti dan segera pergi, masuk ke dalam mobil Mike.
Mike segera tancap gas meninggalkan panti, dia pergi menuju hotel terdekat, bukan ke hotel miliknya. Dia harus melampiaskan kemarahannya pada Alice. Karena wanita itu sudah membuatnya khawatir semalaman.
"Kenapa kita kesini?" tanya Alice saat Mike memasuki parkiran sebuah hotel yang lokasinya tidak jauh dari panti asuhan.
"Tidak perlu banyak bicara, nanti juga kamu tahu. Keluar sekarang juga." Mike membuka pintu mobil dan menutupnya dengan kasar.
__ADS_1
Alice segera keluar dari mobil, dan melihat Mike yang sudah berdiri dengan penuh kemarahan, kemudian dengan sekali hentakan tangannya meraih tangan Alice. Mike menarik tangan Alice dengan kasar, tanpa dia sadari jika Johan melihat kejadian itu.
Mike tidak memperdulikan jika Alice merasa kesakitan akibat cengkraman tangannya begitu kuat di pergelangan tangan Alice.