
Alice segera keluar dari kamarnya, ketika dia mendengar dengan cukup keras suara pecahan kaca. Ternyata itu berasal dari kamar mendiang Raina, mamanya Mike. Alice semakin merasa ketakutan, dia melihat dan menyaksikan kemarahan Mike, sehingga keluar sumpah serapah dari mulutnya yang membuat Haris diam tak berkutik.
"Ya Tuhan, keributan apalagi yang akan terjadi pagi ini? Kenapa aku harus berada diantara mereka semua." Tubuh Alice gemetar, saat dia mendengar jelas bagaimana suara kencang Mike menggema di rumah itu.
Jam masih menunjukkan pukul empat pagi, dan Alice bisa menebak seperti apa kemarahan Mike pada Haris dan juga Esme. Seolah ada pertengkaran besar antara ayah dan anak itu, Alice tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya diam mematung, mendengar suara Mike yang menggelegar. Meluapkan semua amarahnya.
"Haris, bicaralah. Berbuat lah sesuatu untuk menghentikan kemarahan Mike, kamu Papanya dan kamu punya kuasa atas dia." Esme berbisik di telinga Haris, saat posisi Mike membelakangi keduanya.
Esme memperingatkan Haris, agar lelaki itu menghentikan amukan putranya yang sekarang tengah membanting semua barang-barang milik Esme, kemudian Haris masuk ke kamar dan berusaha menghentikan kemarahan Mike. Yang Esme katakan benar, jika dirinya harus bisa bersikap tegas dan menunjukkan kekuasaannya di rumah ini, agar Mike tak bersikap kurang ajar pada Haris.
"Berhentilah, Mike. Papa mohon, jangan berbuat seperti ini. Dengan menghancurkan semua barang Esme, tidak akan mengembalikan Mama kamu ke kamar ini." Haris meraih tangan Mike yang hendak melempar botol parfum milik Esme.
"Apakah Papa sadar dengan yang baru saja Papa katakan? Secepat itukah Papa melupakan Mama, hanya karena alasan perempuan murahan itu. Aku tak sudi memanggilnya dengan sebutan itu." Mike tak mengindahkan peringatan Haris, dia melanjutkan menghancurkan semua barang milik Esme agar tidak lagi menempati kamar Raina.
__ADS_1
Mike menepis kasar tangan Haris, dia menatap tajam ke arah Haris. Dengan penuh kebencian, Mike sudah muak dengan semua sikap Haris yang seolah tak menghargai sedikitpun perasaannya, bahkan tanpa rasa bersalah, Haris menempati kamar mendiang Raina bersama dengan Esme.
"Harusnya papa punya sedikit saja rasa empati, menghargai Mama yang bahkan kuburannya saja belum kering. Dengan tanpa rasa malu, papa membawa perempuan murahan ini masuk ke rumah tanpa memikirkan perasaan Mama dan sekarang setelah Mama sudah tiada Papa mengizinkan ukar itu menempati kamar Mama, aku tidak terima semua barang Mama digantikan oleh barang milik orang lain. Tidak pantas perempuan ****** seperti dia masuk ke dalam keluarga terhormat, dia lebih pantas menjadi pelacur, melayani lelaki hidung belang." Mike menatap tajam ke arah Esme, seketika mata perempuan itu membalas ke dalam mata Mike.
"Jaga ucapanmu, Mike. Esme adalah Mamamu, jadi hormati dia." Haris membela perempuan yang sangat dibenci oleh Mike.
Mike tertawa terbahak-bahak, seolah yang baru saja dikatakan oleh Haris adalah sebuah lelucon. Mike menatap sinis dan mendengus kesal, dia menunjukkan ketidaksukaannya juga kebencian pada perempuan yang menjadi penyebab kematian Raina, sehingga sampai kapanpun Mike tidak akan bisa menerima kehadiran perempuan lain yang menggantikan posisi Raina.
"Sebagai seorang perempuan, seharusnya dia tahu harus bersikap seperti apa. Bukan malah merasa tidak bersalah dengan masuk ke dalam kehidupan seorang lelaki yang sudah beristri." Mike mencemooh Esme, sejak kedatangan Esme kerumahnya. Maka sejak itu pula Mike sangat membenci dia perempuan itu.
Esme terlihat marah, dia tidak terima disebut perempuan ****** dan murahan. Apalagi sekarang dia sudah resmi menjadi istrinya Haris, yang artinya dia menjadi salah satu bagian dari keluarga besar Praja, dan Esme harus mendesak Haris supaya Mike menyadari hal itu.
"Aku peringatkan sama kalian berdua, jangan pernah ada yang berani memasuki kamar mamaku, apalagi sampai menghilangkan barang-barang miliknya. Kalian tidak punya hak atas rumah ini, aku yang berkuasa di rumah ini." Mike berteriak di depan Haris. Dan Mike ingin melihat seperti apa reaksi Haris, ketika mendengar kebenaran Yang baru saja dia katakan.
__ADS_1
Sementara Haris hanya tertawa mendengar kesombongan putranya, bagaimana bisa Mike berkata demikian. Bahkan Haris yang notabenenya adalah kepala keluarga di rumah itu, tak pernah merasa demikian. Mike melihat reaksi Haris saat dirinya menyatakan tentang kekuasaannya.
"Berhenti membual, Mike. Terima kenyataan jika Mama kamu sudah meninggal dan Esme yang sekarang menjadi istriku, artinya dia adalah Mama kamu juga." Sambung Haris, dia terlihat tenang karena berpikir kalau Mike hanya sedang meluapkan kemarahannya saja, sehingga berkata yang tidak-tidak.
"Dan ingat. Aku yang paling berkuasa, karena semua aset dan saham perusahaan milik Mama, telah dialihkan kepemilikan sebanyak 70% sudah beralih atas namaku. Jadi, jika kalian masih ingin tetap tinggal di rumah ini, harus tahu diri. Jika sampai melakukan kesalahan seperti ini lagi, maka aku tak akan segan-segan menendang kalian ke jalanan." Mike merasa puas sudah mengungkapkan kebenaran di hadapan dua Manusia tidak tahu diri itu.
Mike tidak akan pernah menerima kehadiran Esme dan Alice di rumah ini, karena semua adalah milik mendiang ibunya. Untuk itulah, Mike menunjukan kekuasaannya pada Haris, agar lelaki itu tahu diri dan tidak berani berbuat seenaknya.
Haris diam mematung, dia kehilangan kekuatan untuk melawan Mike. Bukan karena dia takut dan marah, akan tetapi dia merasa sedih sebab tanpa sepengetahuan dirinya, rupanya Raina sudah membencinya sedalam ini, sehingga dia memindahkan aset harta mereka atas nama Mike.
"Sedalam itukah kau membenciku, Raina? Bahkan sebelum kau meninggal, tak mengatakan apapun padaku Mengenai semua ini." Haris kembali teringat dengan mendiang istrinya, dia tak mengatakan apapun di hadapan Mike. Dia hanya diam dan bergumam dalam hati, kemudian pergi menuju ke ruang kerjanya.
Haris bungkam tanpa mengatakan apapun pada Esme, ketika Haris mengetahui tentang apa yang baru saja Mike katakan. Sementara Mike merasa puas melihat Haris yang langsung terdiam, lelaki itu berhasil Mike bungkam dan tak lagi bicara apapun padanya, ini yang Mike inginkan. Agar Haris sadar jika posisinya di rumah ini tak bisa berkuasa lagi.
__ADS_1
Harus masuk ke ruang kerjanya, duduk terdiam. Ingatannya melayang saat Raina masih ada, tak pernah terbayangkan jika kekuasaan Haris sudah berakhir, dan sudah berpindah pada Mike. Semuanya sudah direncanakan juga di siapkan oleh Raina, bahkan Haris tidak sampai berpikir ke arah sana dan sekarang dia tidak bisa berbuat apa-apa.