
kembali ke rumah Sakit xxxxxxxx
Felix masih menikmati pelukan hangat Kanna, dia menenggelamkan dirinya kedalam tangan lembut gadis tersebut, memejamkan bola matanya sambil sesekali membiarkan tangan Kanna mengelus lembut wajah nya.
Mereka masih menunggu Helix sadar dari mimpi panjang nya, berharap jika laki-laki itu baik-baik saja.
"Akhir Minggu kita pergi ke satu tempat yang aku janjikan tempo hari"
Felix membuka perlahan bola matanya, dia bicara sambil menatap bayangan Kanna dari kaca jendela yang ada di hadapannya.
Mendengar ucapan Felix Kanna terlihat diam.
"Seharusnya kita pergi malam itu, tapi tidak menyangka Helix yang datang menjemput Kamu lebih dulu"
Lanjut Felix lagi.
Yah malam itu seharusnya perjanjian mereka bersama, Felix menyusun rencana untuk membawa Kanna ke satu tempat, tapi siapa sangka atas perintah ayah mereka, Helix dipaksa mengganti kan dirinya untuk menjemput Kanna.
tipuan yang diberikan Helix cukup membuat Kanna terkejut.
Gadis itu tidak menyangkal jika yang menjemput nya adalah laki-laki yang dia lihat di mobil yang berpapasan dengan mobil nya tepat di halaman depan mansion Felix.
"Tapi ...."
Tiba-tiba Felix membalikkan tubuhnya, dia mencoba menatap Kanna yang berdiri di hadapan nya kini.
Gadis itu berusaha mencari kursi lain, berniat duduk dihadapan Felix tapi sayang nya dia tidak menemukan kursi yang dia harapkan.
__ADS_1
Melihat gerakan Kanna laki-laki tersebut dengan cepat menarik tangan Kanna dan membiarkan gadis itu duduk dipaha nya.
"Felix Akhhh"
Kanna menjerit kecil Karena terkejut dengan gerakan refleks Felix yang meletakkan tubuh nya keatas paha laki-laki tersebut.
Alih-alih menjawab atau merespon keterkejutan Kanna, laki-laki itu membiarkan tangan Kanna melingkar di lehernya.
"Katakan pada ku, bukankah itu pertemuan pertama kamu dengan Helix?"
Laki-laki itu seketika menyadari soal sesuatu, dia mengerutkan dahi nya.
"Bagaimana kamu tahu jika laki-laki yang ada di hadapan mu bukan aku?"
Tanya nya cepat.
Felix jelas bertanya bingung,dia Fikir bagaimana bisa Kanna langsung bisa menebak satu hal diluar nalar semua orang.
Mendapatkan pertanyaan dari Felix seketika Kanna mengembangkan senyuman nya, posisi mereka duduk cukup estetik.
Kanna duduk tepat di atas paha Felix, mengalungkan kedua tangan nya sambil bola mata mereka saling bertemu antara satu dengan yang lainnya.
"Awalnya aku belum sadar, tapi dalam penyelidikan kak Cooper dan yang lainnya kami beberapa kali menemukan kejanggalan dalam rekaman CCTV"
Ucap kanna pelan.
"Lalu ketika terakhir kali aku berada di mansion kamu dan bertemu Papa kalian disana aku memasang kecurigaan"
__ADS_1
Lanjut gadis itu lagi.
"Dan begitu keluar dari tempat itu bola mataku tanpa sengaja menangkap sosok Helix yang bergerak masuk menuju kearah Mansion"
Gadis itu terus bercerita, mencoba untuk menjabarkan keadaan nya.
"Malam nya Helix menjemput ku, tapi aku sedikit curiga dengan aroma parfum dan cara bicaranya"
"Meksipun obrolan mengalir lancar tapi felling ku berkata ini tidak baik-baik saja, kalian benar-benar terlihat berbeda, saat itu aku fikir aku benar-benar bukan bicara dengan mu, hingga akhirnya aku minta dia memberikan tangan nya pada ku"
Pandangan mata Kanna seketika mengarah ke telapak tangan Felix, dia meraih telapak tangan laki-laki itu kemudian menyentuh nya dengan lembut.
"Seorang dokter bedah tidak memiliki telapak tangan yang halus dan lembut, mereka memiliki tangan yang cukup kasar dan biasanya terdapat beberapa luka bekas jahitan di sekitar telapak tangan mereka, meskipun luka itu sembuh tapi tetap tidak akan membuat tangan seorang dokter ahli bedah bisa sehalus telapak tangan orang biasa, aku menyentuh tangan nya dan langsung membuat kesimpulan besar, laki-laki didepan ku itu benar-benar bukan kamu"
Kanna membiarkan tangan nya mengelus lembut telapak tangan Felix.
Malam itu dia mencoba menyentuh tangan Helix secara perlahan, begitu dia menyentuh seluruh lapisan kulit tangan laki-laki di hadapannya itu, dia Baru Sadar jika dia benar-benar bukan berhadapan dengan Felix, tapi sosok yang mirip dengan Felix.
"Bahkan Aroma tubuh nya jelas berbeda dengan tubuh kamu, seorang dokter ahli bedah sedikit banyak meninggalkan aroma obat anestesi di tubuhnya, tiap kali bersama aku mencium aroma itu ditubuh kamu, tapi saat bersama nya aku kehilangan aroma khas Tersebut, aku mencium aroma parfum berbeda yang bahkan cukup membuat hidung ku menjadi tidak nyaman"
Mendengar penjelasan Kanna seketika membuat Felix diam sejenak, dia baru tahu jika gadis yang dia hadapi saat ini jelas pandai mengenali seseorang dan membaca situasi, bahkan Kanna memiliki type karakter yang juga bisa mengayun keadaan agar baik-baik saja.
"Maaf karena datang cukup terlambat"
Ucap Felix pelan sambil balik menyentuh lembut telapak tangan Kanna.
"Aku hampir membuat mu celaka"
__ADS_1
Alih-alih menjawab ucapan Felix, Kanna lebih memilih diam kemudian membiarkan tubuh nya masuk kedalam pelukan laki-laki tersebut.