
Kembali ke masa kini
Helix dan Kanna
Pertanyaan Helix jelas membuat Kanna mengerut kan keningnya, dia menatap laki-laki itu untuk beberapa waktu.
Oke Kanna tahu seorang psikopat jelas begitu mengerikan, menghadapi mereka tidak bisa dilawan dengan cara kekerasan atau mengajak mereka berdebat dan bertengkar.
Yang paling bijaksana Tunjukkan sikap bahwa lita tidak mau menanggapi jika ia mengintimidasi atau mengancam kita.
Jiwa seorang Psikopat selalu suka mengendalikan orang lain secara psikologis dan fisik. Untuk ini, ia menggunakan bujuk rayu, intimidasi, manipulasi, dan kekerasan untuk menunjukkan kekuasaan.
Jika sampai bertengkar, situasi akan lebih bermasalah. Selain itu, hal ini membuatnya merasa puas karena berhasil mengendalikan diri kita.
Kanna jelas harus melakukan interaksi dengan tenang dan sabar.
Jika didalam keadaan terpaksa berinteraksi dengan psikopat, dia jelas harus berusaha mengendalikan emosi.
Menampilkan Kemarahan menunjukkan bahwa seorang psikopat mampu mengendalikan kita.
Yang terbaik adalah tunjukkan respek saat berbicara dengannya dan kendalikan rasa kesal meskipun perilakunya sangat buruk.
Contohnya, jika ia berbuat salah lalu menyalahkan Anda, jangan menanggapinya sambil berteriak, "Bohong! Kamu yang salah!"
Dan katakan dengan tenang, "Aku paham maksudmu". Jika seorang psikopat merasa dia benar.
"Aku tidak paham maksud kamu Felix, suka Felix yang bagaimana?"
Kanna bertanya dengan menampilkan ekspresi wajah polos, dia mencoba menatap dalam wajah laki-laki dihadapan nya itu sambil menggenggam lembut telapak tangan nya.
__ADS_1
Helix terlihat diam untuk beberapa waktu.
"Maksud ku apa kamu suka aku yang sedikit kasar atau Lembut?"
Tanya laki-laki itu kemudian.
"Aku fikir kamu selalu berlaku lembut dan baik pada ku, aku cukup nyaman selama bersama kamu"
Kanna berusaha untuk tidak membuat pergerakan yang mencurigakan, berusaha bersikap dengan lembut dan bicara dengan nada yang begitu halus serta tertata.
Dia tahu menghadapi Helix ditempat seperti ini, menampilkan kecerobohan dan bertindak gegabah akan merugikan dirinya sendiri.
Sembari menunggu bantuan datang, yang bisa dia lakukan jelas hanya mengukur waktu secara perlahan.
Helix terlihat tidak bergeming, memilih diam sejenak untuk beberapa waktu.
Tiba-tiba laki-laki tersebut bergeser bukan sesuatu di kursi mobil belakang.
Kanna terlihat menaikkan ujung alisnya, menatap paper bag yang diberikan oleh Helix kemudian menetap wajah Helix secara bergantian.
"Apakah ini hadiah?"
Tanya Kanna pelan.
Alih-alih menjawab Helix lebih suka mengganggu kan kepalanya.
Kanna kembali diam, kedua tangan nya menggenggam erat paper bag tersebut.
Didalam hati nya jelas kekhawatiran menghantam, jantung nya terasa akan lepas dari tempat nya saking sebenarnya dia merasa takut dan khawatir.
__ADS_1
Tapi dia berusaha untuk terus menahan emosi naik turunnya dengan sebaik-baiknya.
Entahlah kapan bantuan akan datang, tapi firasat gadis tersebut berkata bantuan jelas tidak mungkin datang secepat yang dia harapkan.
Pertanyaan nya bagaimana lagi nanti cara dia mengulur waktu dan mengontrol emosi Helix?!.
Dia tidak takut mati sama sekali, tapi ketakutan nya jika Helix mulai bermain kasar atau bergerak mengerikan untuk memasukkan dia kedalam Belenggu permainan nya.
"Boleh aku buka sekarang?"
Tanya Kanna pelan.
"Boleh, tapi apakah kamu tidak haus?"
Tiba-tiba Helix memberikan pertanyaan yang sebenarnya mulai membuat dia khawatir.
"Aku membawa minuman segar, kamu bisa menikmati nya sembari melihat jutaan bintang di atas langit"
Ucap Helix sambil meraih minuman kaleng yang terletak di sisi pintu mobil di mana laki-laki tersebut duduk.
Begitu Helix menyerahkan sekaleng minuman ke arah Kanna, seketika gadis tersebut menatap khawatir kaleng minuman tersebut.
"Minumlah"
Ucap Helix cepat, nada bicaranya jelas adalah perintah, bola mata laki-laki itu menatap wajah Kanna sambil mengembang kan senyuman nya.
"Aku tidak suka di tolak, sayang"
Lanjut laki-laki itu kemudian.
__ADS_1
Dia kembali meraih minuman kaleng tersebut dari tangan Kanna, membuka nya dengan gerakan cepat lantas memberikan nya kembali kearah tangan gadis tersebut.
Dan seketika Kanna mulai menelan salivanya.