Terjebak Hasrat Kakak Ipar

Terjebak Hasrat Kakak Ipar
Meminta menceraikan nya


__ADS_3

"Bagaimana Papa.....?"


Tanya Cooper pelan sambil menatap wajah laki-laki dihadapan nya itu untuk beberapa waktu.


Cooper fikir pada akhirnya kekhawatiran nya benar-benar terjadi, jika Papa nya tahu soal kenyataan dia menikahi salah satu Putri Keluarga Pratama, maka apa yang akan Papa nya lakukan berikutnya?!.


"Aku bisa menjelaskan semuanya"


Cooper berusaha untuk menjelaskan apa yang seharusnya dia jelaskan.


"Aku yang memaksa untuk menikah..."


Belum selesai Cooper bicara Tiba-tiba Papa nya berkata.


"Papa berikan kamu waktu dua Minggu, ceraikan istri mu secepat nya"


Kata-kata laki-laki itu terdengar begitu penuh penekanan, seolah-olah tidak ada toleransi yang di berikan Papa nya untuk dirinya dan istrinya.


"No..."


Cooper jelas menolaknya.


"Aku tidak akan pernah menceraikan Rihanna"


Tegas Cooper kemudian.


Mendengar ucapan putra nya jelas membuat Tuan Anderson marah, laki-laki itu langsung menarik kerah baju putranya dan mendorong Cooper dengan kasar kearah dinding mansion.

__ADS_1


"Apa kau lupa bagaimana kematian Chriss beelaku? putri keluarga Pratama jelas adalah pembunuh nya, semua bukti-bukti banyak mengarah kepada putri tertua nya tapi kurang nya bukti membuat kita tidak bisa melanjutkan Kasus nya"


Papa Cooper bicara dengan penuh kemarahan, Mencoba mengingatkan Cooper atas Kematian Saudara laki-laki putranya tersebut.


"Kau Menikahi putri tertua nya dibelakang kami, dan kini kau juga menikahi putri bungsunya, apa kau sudah gila?"


Dia mendapat kan sebuah informasi luar biasa.


Entah apa yang difikirkan putra nya hingga bisa menikahi dua bersaudara sekaligus.


"Bahkan kau menjamin saham milik mu untuk melindungi perusahaan Pratama? kamu benar-benar ingin membuat Papa dan Mama marah"


Cooper berusaha menahan perasaan nya, cukup sulit untuk menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya.


"Ini kesalahpahaman Pa, semua tidak seperti yang kamu fikirkan"


Ucap Cooper berusaha untuk menyakinkan Papa nya.


Cooper tahu bagaimana perasaan Mama nya kala itu.


Tentu saja Cooper paham bagaimana kondisi Mama nya di tengah kehilangan Putra kesayangan nya bahkan Mamanya mengalami dampak psikologis yang cukup buruk.


Dan di antara semua dampak kala itu yang paling buruk adalah saat Mamanya kehilangan kesanggupan dirinya untuk bertahan hidup yang jauh dari kata positif.


Realitas nya Meskipun anak sudah dewasa dan tidak tinggal bersama orang tua, ketika anak pergi untuk selama-selamanya peran orang tua di masa depan seperti terampas.


Mama nya merasa gagal karena berpikir tidak dapat melindungi Chriss kala itu. Bahkan Melanjutkan hidup selepas meninggalnya anak jelas butuh kerja keras.

__ADS_1


Mama nya berkata...


"Saat anak dilahirkan, orang tua seperti berjanji kepada anak tentang kehidupan baru dan masa depannya."


"Oleh karena itu,butuh komitmen yang kuat bagi orang tua untuk melanjutkan hidup ketika mereka kehilangan buah hati mereka."


Dan Cooper ingat betul mereka butuh waktu bertahun-tahun untuk membuat Mama nya kembali menjadi baik-baik saja.


Bahkan ada banyak sekali waktu yang dikorbankan untuk membuat Mama nya kembali seperti semula.


Karena itu kemarin dia berniat untuk menghancurkan Elia atas kematian Chriss dan keadaan Mama nya.


Tapi siapa sangka dia malah Bergerak sejauh ini, benar-benar jatuh cinta pada Rihanna dan mendapati sebuah kenyataan lainnya seiring berjalannya waktu.


"Bisakah kau bayangkan bagaimana saat Mama mu tahu siapa Rihanna sebenarnya?"


Tanya Papa nya tiba-tiba.


Cooper secepat kilat menyentuh kedua tangan Papa nya yang masih menggenggam erat kerah baju nya.


"Papa harus tahu soal sebuah kenyataan, Elia sama sekali tidak membunuh Chriss"


Ucap Cooper dengan penuh keyakinan.


"Apa?"


Papa nya jelas bertanya sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Berikan aku waktu beberapa Minggu untuk membuktikan semua nya"


Lanjut Cooper lagi mencoba untuk menyakinkan Papanya.


__ADS_2