
Mansion Utama Cooper
Lewat tengah malam
Dikala Rihanna telah terlelap didalam tidurnya, Cooper Tampak berdiri menghadap ke arah langit malam yang ditemani jutaan bintang di langit.
Satu panggilan tadi cukup mengganggu dirinya, dia fikir ingin mengabaikan nya, tapi saat pemanggil berkata ini soal Chriss dan Elia buru-buru dia mengurungkan niatnya.
"Katakan saja"
"Aku akan memberikan kamu satu rekaman yang bisa jadi membuat kamu tertarik untuk bertemu dengan ku setelah ini"
Dikala suara diseberang sana berkata begitu, bisa dia Rasakan sebuah pesan masuk didalam handphone nya.
Itu pesan email yang ter'akses langsung ke handphone dan laptop milik nya.
"Aku tidak berkata bukan Elia pelaku pembunuhan Chriss dimalam itu, tapi didalam rekaman yang aku kirim bisa kamu lihat bagaimana Vidio itu akan memutar semua pemikiran kamu soal dirinya"
"Kau bicara apa?!"
Cooper bertanya sambil mengerutkan keningnya.
Dia masih sibuk mengendarai mobil nya, sembari tangan kirinya masih mengelus lembut wajah Rihanna yang ada disampingnya.
Dia lebih memilih menggunakan headset bluetooth nya untuk bicara ketimbang menggenggam handphone nya dan membuat Sulit pergerakan nya.
Ada cukup banyak kejutan yang terjadi diantara pembicaraan mereka hingga berakhir tanpa Cooper sadari.
Lalu begitu tiba di mansion nya, Laki-laki itu buru-buru ingin melihat isi rekaman nya.
Awalnya dia tidak begitu tertarik, hanya sekedar ingin tahu, tapi hal diluar pemikiran nya terlihat di dalam rekaman tersebut.
"Kau pasti terkejut melihat nya"
Yahhh dia cukup terkejut melihat nya.
Beberapa rekaman terlihat memenuhi isi kepalanya, dari potongan kejadian malam itu hingga beberapa kejadian beberapa waktu kemarin.
Cooper fikir dari mana laki-laki itu bisa Mendapat kan rekaman tersebut.
__ADS_1
Cooper terlihat mengeratkan rahangnya, dia menggenggam erat telapak tangan nya untuk beberapa waktu.
Dan kini disinilah tempatnya, berdiri dengan jutaan pemikiran yang menghantam kepalanya.
Bagaimana mungkin?!.
Dia fikir apakah dia salah menuduh seseorang?!.
Lalu kenapa Elia memilih bungkam soal semua nya?!.
Perempuan itu setiap kali bicara dengan nya hanya menampilkan ekspresi membingungkan, kadang hanya terlihat tangan dan tubuh nya gemetaran, di detik berikutnya Perempuan itu hanya bisa menangis, dan beberapa waktu kemudian selalu Elia akan melesat pergi seolah-olah mencari tempat untuk menyendiri.
Cooper menarik pelan nafasnya sambil dia menghisap kembali rokok yang ada di tangan nya, laki-laki itu lebih memilih untuk melebarkan kedua tangan nya di antara pembatas besi di teras kamar nya tersebut.
Cukup lama hingga akhirnya dia hampir menghabiskan beberapa batang rokok, lalu bola mata laki-laki itu kini menoleh ke arah kamar nya.
Bisa dia lihat wajah tenang terlelap di atas kasur milik nya tersebut.
Laki-laki itu menghisap sisa terakhir rokok yang ada di tangan nya, meletakkan puntung rokok tersebut ke sebuah asbak, menekan nya dan membiarkan sisa warna merah api nya pada.
Cooper pada akhirnya memilih untuk masuk kedalam, menutup pintu kaca besar tersebut lantas beranjak menuju ke arah kasur milik nya dimana Rihanna terlihat terlelap didalam tidurnya.
Karena itu dia enggan menunda waktu pernikahan mereka, dia ingin perempuan itu terus berada di sisi nya, mencari obat candu didalam kegelisahan nya.
Laki-laki itu berhenti di sisi kiri Rihanna tidur, dia menatap wajah lelap itu untuk beberapa waktu.
Secara perlahan Cooper menyentuh lembut pipi Rihanna sambil mengembangkan senyuman nya untuk beberapa waktu.
...(Bayangkan visualnya wajah mereka Mak yah, sulit cari visual yang samağŸ¤)...
Seolah-olah Perempuan itu benar-benar obat kekacauan dalam pemikiran nya saat ini.
Cooper kembali mengelus lembut wajah Rihanna untuk beberapa waktu, hingga akhirnya tanpa sengaja dia membangun kan perempuan tersebut.
"Ngggg..."
Perempuan itu menggeliat pelan, mencoba untuk membuka bola mata nya secara perlahan.
__ADS_1
Sedikit terkejut saat laki-laki itu tahu-tahu ada dihadapan nya, menatap dirinya dengan begitu intens sambil mengembangkan senyuman nya.
Bukankah senyuman nya begitu indah? seolah-olah menjadi kesenangan tersendiri saat Rihanna melihat nya.
"Kak??"
Suara serak bangun tidur perempuan itu terdengar begitu menggoda.
"Tidurlah lagi"
Bisik Cooper kemudian.
Alih-alih menjawab, Rihanna malah menggelengkan kepalanya.
"Begitu terbangun itu akan menyulitkan aku untuk tidur kembali"
Ucap perempuan itu pelan.
"Kakak tidurlah"
Dia berniat untuk duduk, tapi tiba-tiba Cooper berkata.
"Kalau begitu, jika aku meminta nya tanpa memaksa malam ini, boleh?!"
Kalimat ajakan laki-laki yang belum 1*24 jam menjadi suaminya tersebut terdengar begitu manis dan sopan.
Setidaknya Cooper meminta bukan lagi memaksa.
Rihanna terlihat diam untuk beberapa waktu.
"Jika belum siap bukan masalah"
Ucap Cooper lagi sambil menyentuh lembut pipinya, laki-laki itu mencium lembut kening Rihanna untuk beberapa waktu.
Saat laki-laki itu akan beranjak secepat kilat Rihanna menahan tangan Cooper, dengan wajah sedikit memerah dia berkata.
"Kakak bisa melakukan nya"
Bisik Rihanna sambil mengembangkan senyuman nya.
__ADS_1
Mendengar ucapan sang istri jelas saja membuat Cooper terkejut sekaligus bahagia.