
Setelah berkata begitu Papa Cooper terlihat terdiam.
"Kenapa kau begitu yakin putri Pratama tidak terlibat pada skandal kematian Chriss?"
Laki-laki itu bertanya sambil menatap tajam bola mata Putra nya itu.
"Aku punya beberapa bukti yang membuat aku yakin dia tidak terlibat, tapi aku belum bisa meng konfirmasi soal semua nya sekarang sebab masih ada beberapa bukti yang harus kami miliki".
Cooper bicara dengan sungguh-sungguh, berharap Papa nya paham dengan maksud perkataan nya.
"Aku fikir otak mu telah dipengaruhi oleh seseorang, apa kamu lupa bagaimana semua bukti-bukti mengarah kepada anak itu dulu?"
Laki-laki tua itu jelas mengeluarkan protesan nya.
"Awalnya aku juga berfikir begitu, hingga akhirnya aku sadar ada sesuatu yang salah Pa"
Cooper tetap bersih keras berkata dugaan mereka di masa lalu salah.
"Kau fikir pihak berwajib bodoh? mendapatkan bukti salah yang tidak kompeten?"
Nada suara Papa nya sedikit meninggi.
"No...bukan begitu maksud ku, jika benar putri pertama Pratama pelakunya, seharusnya Perempuan itu sejak awal tidak bisa di bebaskan, bukti itu memang setengah nya telah di manipulasi Pa"
Mendengar ucapan Cooper seketika membuat tuan Anderson menarik kasar kerah bajunya, dia berusaha melonggar kan leher pakaian nya.
__ADS_1
"Kau sudah gila karena cinta"
Ucap laki-laki itu dengan perasaan kesal.
"Tidak Pa, kamu salah soal itu. mungkin benar aku mencintai Rihanna, tapi cinta tidak mungkin membutakan aku soal kenyataan"
"Papa tidak peduli, ceraikan dia secepat nya"
"Pa..."
Cooper berusaha memejamkan sejenak bola mata nya.
"Atau jika tidak Papa yang akan bicara pada istri mu malam ini juga untuk keluar dari sini dan kembali ke..."
"Pa..."
Cooper langsung menyentuh lengan Papa nya.
"Aku mohon jangan lakukan itu, bersikaplah biasa Pa, jangan buat khawatir Mama dan Rihanna, istri ku bahkan tidak tahu apa-apa soal Semua perihal yang melibatkan kematian Chriss dan Kakak nya Elia"
Dia langsung menggenggam erat telapak tangan Papanya, berharap laki-laki itu tidak bertindak gegabah.
Dia tidak ingin perihal kematian Chriss dan keterlibatan Elia membuat semua orang saling membenci.
Dia mulai yakin ada kebohongan yang terjadi pada kematian Chriss di masa lalu.
__ADS_1
Papa nya terlihat diam.
"Kondisi kesehatan Mama baik-baik saja, jangan buat dia bersedih kembali karena mengingat perihal yang telah berlalu"
"Please berikan aku waktu dalam beberapa Minggu untuk membuktikan jika putri keluarga Pratama tidak terlibat"
Mendengar ucapan putra nya sejenak membuat Tuan Anderson diam, hingga pada akhirnya satu suara mengejutkan mereka.
"Kenapa kalian ada di luar? bukankah udaranya begitu dingin?"
Mama Cooper bertanya setelah membuka pintu kaca tersebut.
Wanita tua itu terlihat bingung melihat raut wajah serius yang ditampilkan putra nya dan suaminya.
"Apa ada sesuatu yang buruk terjadi?"
Tanya wanita itu lagi sambil mengerutkan keningnya.
Rihanna terlihat berada di belakang Mama mertua nya, menatap bingung kearah suaminya dan Papa mertua nya.
Wajah lugu dan polos itu menatap bergantian kedua wajah laki-laki yang ada di hadapannya itu.
Cooper masih menggenggam erat tangan Papa nya, seolah-olah berkata agar Papa nya tidak bertindak gegabah.
Please!!.
__ADS_1