
Masih di masa lalu
Setelah selesai melewati sesi pemotretan Elia secepat kilat pergi dari gedung Tersebut, dengan langkah tergesa-gesa dia berusaha menuju ke arah parkiran mencari mobil miliknya.
Firasat nya berkata seolah-olah hal buruk terjadi pada Chriss, Fikiran yang tidak-tidak memenuhi kepalanya sejak tadi.
Entahlah Teriakan yang dia dengar dan suara hantaman yang keras membuat dia cukup khawatir.
Apalagi Chriss berkata bahwa dia menjebak nya.
Apa maksudnya?!.
Batin Elia.
Gadis itu mencoba menghubungi laki-laki tersebut beberapa kali tapi selalu gagal.
Dia menggigit bibir bawahnya sambil terus mengendarai mobil nya sejak tadi.
Ada apa sebenarnya?!.
Bola mata Elia masih terus fokus menatap ke arah jalanan, membàwa laju mobil nya ke arah gedung yang di maksud oleh laki-laki tersebut,sesekali dia berusaha terus menghubungi Chriss.
Cukup lama dia terus seperti itu hingga akhirnya dia berbelok ke arah sisi kirinya, masuk ke sebuah gedung yang menjulang tinggi.
Begitu dia menepi dan memarkirkan mobilnya, Elia langsung melesat turun dari mobil.
__ADS_1
Gadis itu berjalan melangkah dengan cepat, sejenak gadis itu menurutkan keningnya saat dia sadar tidak ada security di depan gedung tersebut.
biasanya ada security yang berjaga jika tidak dua itu berarti satu orang, tapi malam ini dia tak melihat satu security pun di sana.
tidak biasa biasanya batin Elia.
gadis itu secepat kilat mendekati pintu utama gedung, sebenarnya cukup ngeri dalam keadaan malam seperti ini tidak ada satupun penghuni gedung tersebut bahkan seorang security pun tidak ada.
seketika dia menjadi merinding dengan keadaan, tapi karena rasa pedulinya pada chriss dan rasa khawatir yang tinggi Elia pada akhirnya membuang rasa takut dan ngerinya.
Dia takut jika hal yang buruk terjadi pada laki-laki tersebut.
Elia mencoba menghubungi orang lain sejak tadi, dia fikir mungkin dia butuh bantuan teman baiknya itu.
Karena itu Elia mencoba untuk menghubungi seseorang yang lain dari balik handphone nya.
sambil tangannya mencoba menggeser pintu depan gedung tersebut, dia pikir apakah mungkin pintu gedung tersebut terkunci atau tidak.
Klekkkkk.
siapa saja begitu dia mendorong pintu tersebut langsung terbuka begitu saja, lagi Elia mengurutkan keningnya.
Dia fikir Chriss benar-benar datang ketempat ini dan naik ke atas.
di tengah pemikirannya tiba-tiba dia mendengar sebuah suara teriakan dari arah lantai atas.
__ADS_1
gadis itu sejenak membeku.
Alih-alih peduli dengan keadaan secepat kilat naik ke lantai atas melalui pintu elevator.
Dia berlarian menuju ke pintu Elevator, menekan tombol naik dan menekan lantai berapa yang harus dia tuju.
CHRISS?!.
Gadis itu jelas begitu panik, berusaha untuk menahan sejuta perasaan didalam hati nya, berusaha menekan kekawatiran nya dan berusaha berbaik sangka.
Tiba-tiba begitu dia sampai ke lantai atas dan untuk elevator terbuka tahu tahu panggilannya pada seseorang dibalik handphone miliknya terhubung.
"Kamu ada dimana? aku fikir aku butuh bantuan kamu"
Elia otomatis bicara dari balik handphonenya dia berlarian menuju ke arah depan mencari sebuah pintu ke satu tempat di atap gedung.
"Aku berada di gedung ....."
Elia batu saja akan melanjutkan perkataannya tapi begitu pintu didepan nya terbuka bola mata gadis tersebut membulat dengan sempurna.
-'
"Akhhhhhhh"
sebuah teriakan melengking terdengar dari bibir Elia, lalu tahu-tahu sesuatu menghantam leher belakang nya dan gadis itu seketika ambruk dari tempat nya dan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Begitu gadis itu jatuh ambruk dan pingsan, seorang laki-laki yang berdiri di balik pintu tepat dibelakang Elia terlihat bergerak maju sambil mengembangkan senyuman.