Terjebak Hasrat Kakak Ipar

Terjebak Hasrat Kakak Ipar
Mengetahui soal kenyataan


__ADS_3

Mansion utama Felix


Ruang kerja


Bola mata Kanna sejak tadi terus mengawasi pergerakan Felix, bisa dia lihat laki-laki itu sejak tadi terus sibuk dengan beberapa berkas dihadapan nya.


Entahlah sudah berapa lama waktu berlalu sejak tadi dia tidak tahu, gadis itu menunggu laki-laki tersebut selesai dengan pekerjaan nya.


Sesekali bola matanya menatap gelas tinggi berisi minuman dingin yang berada di atas meja kerja Felix dimana lelehan es tersebut kini telah berubah menjadi lelehan air yang tidak diluar gelas kristal yang ada di hadapan felix, sejak tadi saking sibuknya laki-laki itu sama sekali belum menyentuh minuman nya.


Belakangan ini Kanna lebih sering berada di mansion laki-laki tersebut, alasan utama untuk melakukan pengobatan atas sakit nya menjadi topik dan juga satu alasan yang membuat Kanna bebas keluar masuk ke sana atas izin Felix.


Apalagi sejak awal laki-laki tersebut lah yang sebenarnya lebih dulu menawarkan insiatif pengobatan tersebut.


Jadi Kanna fikir ini menjadi kesempatan langkah yang harus dia terima, istilahnya setali tiga uang, dia mendapat kan pengobatan gratis, konsultasi terbaik dan bisa menyelidiki Felix lebih dalam Serta dia bisa memperoleh rekaman penuh yang seharusnya memang mereka inginkan dari laki-laki tersebut.


"Lelah kah?"


Felix tiba-tiba bertanya pada Kanna.


Cukup lucu, laki-laki itu yang bekerja tapi dia yang bertanya pada Kanna apakah gadis itu lelah.


Bagi Kanna Laki-laki itu memiliki karakter yang penuh dengan perhatian, Felix memiliki temperamental yang sama sekali berbanding terbalik dengan keterangan yang Lexus berikan.


Bisa dikatakan Felix sama sekali tidak memiliki sifat pemarah, lebih tenang dan sabar bahkan pola hidup laki-laki tersebut berjalan begitu teratur.


Tidak pernah sekalipun dia melihat Felix memperlakukan seseorang dengan cara yang mengerikan, bahkan selama bersama dirinya laki-laki itu sama sekali tidak pernah bersikap buruk atau tidak-tidak.


"Sedikit"


Kanna bicara sambil menyatukan jari telunjuk dan jempol nya, seolah-olah menggoda Felix dengan berkata dia lelah.


"Kamu mengabaikan ku sejak dua jam terakhir, bahkan minuman yang aku buat sama sekali tidak kamu Sentuh"


Gadis itu pura-pura merajuk, sedikit menggerutkan bibir dan wajah nya tanpa dia marah karena di abaikan.


Felix Tampak mengulum senyuman nya, dia menghentikan seluruh aktifitas nya kemudian memilih berdiri dari tempat semula nya.

__ADS_1


Laki-laki itu mengambil gelas kristal berisi jus lemon yang di buat oleh Kanna sejak tadi.


Minuman itu benar-benar tidak lagi menyisakan dingin nya, hanya tersisa lelehan air dingin di sepanjang luar gelas, hal tersebut menandakan betapa fokus dia bekerja dan betapa lama nya dia mengabaikan gadis tersebut.


"Maafkan aku"


Felix bicara sambil mulai meminum jus lemon 🍋 tersebut.


Bola mata Kanna menatap Felix yang mulai menghabiskan minuman nya, tegukan demi tegukan terus dilakukan oleh laki-laki tersebut hingga akhirnya minuman tersebut habis tak tersisa.


Setelah itu Felix meletakkan gelas tersebut kembali ke atas meja, dia berjalan perlahan mendekati Kanna lantas duduk tepat dihadapan gadis tersebut.


"Baiklah, aku maafkan kali ini"


Ucap Kanna sambil mengembang kan senyuman nya.


Mendengar ucapan Kanna seketika Felix mengembangkan senyuman nya, dia menyentuh lembut rambut gadis tersebut untuk beberapa waktu.


"Mau makan malam bersama nanti di luar?"


Kanna sejenak mengerutkan keningnya.


"Kemana?"


Tanya gadis itu pelan.


"Aku ingin memperkenalkan kamu dangan seseorang"


Mendengar kata seseorang lagi Kanna mengerut kan keningnya.


"Siapa?"


"Seseorang yang begitu aku hargai, hmmm seseorang yang bisa dikatakan sebagai pengganti Mama dan Papa Ku"


Saat Felix berkata begitu sejenak Kanna menatap bola mata laki-laki tersebut.


"Ya? maksud nya bagaimana?"

__ADS_1


Dia Fikir dia baru ingat, hingga sejauh ini Felix sama sekali tidak pernah menyungging soal orang tua nya.


"Apa aku belum bilang? aku tidak punya hubungan baik dengan orang tua ku karena satu alasan"


Dan ketika Felix berkata begitu bisa dia lihat bola mata laki-laki itu berkaca-kaca.


Kanna hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Ada beberapa hal yang membuat kami tidak pernah satu sepemahaman"


Kanna fikir apakah dia harus berusaha untuk memancing pembicaraan?!.


"Kenapa begitu?"


Tanya gadis itu pelan.


Felix terlihat diam, Menatap bola mata Kanna untuk beberapa waktu, kemudian dia menghela pelan nafasnya.


"Lupakan saja, aku fikir ini belum waktunya aku bercerita"


Ucap Laki-laki itu cepat sambil membenahi rambut Kanna di balik telinga kirinya.


"Aku akan memperkenalkan kamu pada satu-satunya orang yang telah menggantikan mereka sejak aku kecil nanti malam"


Lanjut Felix lagi.


Kanna fikir dia ingin mengorek informasi lebih lanjut tapi sepertinya dia melupakan soal sesuatu, dia meletakkan obat tidur di minuman laki-laki tersebut.


Bisa dia lihat Felix mulai memijat-mijat kepalanya untuk beberapa waktu, kemudian laki-laki itu berkata.


"Seperti nya aku sedikit mengantuk, bisakah aku beristirahat sejenak?"


Setelah berkata begitu laki-laki tersebut mulai membaringkan tubuhnya, membiarkan kepalanya berada di kedua paha Kanna.


Eh?!.


Tahu-tahu laki-laki itu menggenggam erat telapak tangan nya, membiarkan telapak tangan Kanna berada di pipi kanan nya dimana Felix mulai memejamkan bola matanya.

__ADS_1


__ADS_2