
Disisi lain
Di mana Kanna dan Helix berada
Setelah menyentuh telapak tangan laki-laki tersebut, Kanna Langsung menoleh kearah sekeliling nya.
Sejenak dia membeku saat sadar kemana laki-laki itu membawa nya.
"Kenapa kita ada di sini?"
Tanya Kanna pura-pura polos, dia bicara sambil menatap area sekeliling.
Dia fikir mereka masih berada di jalan Tol saat ini, entah kemana sebenarnya tujuan laki-laki itu membawa nya.
Kanna seketika berusaha menetralisir perasaan dan detak jantung nya, berharap laki-laki itu tidak mendapatkan temperamental terburuk nya atau ingin berbuat buruk kepada diri nya.
"Apa tujuan kita berubah?"
Tanya Kanna lagi kemudian.
Alih-alih menjawab Felix palsu terlihat menaikkan ujung bibirnya.
"Kamu tahu ? Aku suka tinggal di tempat yang cukup jauh dari keramaian, bagi ku tempat seperti ini membuat ku merasa tenang dan nyaman"
Ucap Felix palsu tiba-tiba.
Mendengar pernyataan laki-laki itu seketika membuat Kanna diam sejenak.
"Katakan pada ku, lebih nyaman mana antara mansion dan rumah di Tengah perkebunan?"
Tanya Kanna tiba-tiba.
"Rumah ditengah perkebunan jelas lebih nyaman dan jauh dari kebisingan, aku sering menepi ditempat seperti itu untuk mencari ketenangan, sedangkan mansion menjadi tempat yang cukup aku hindari karena terlalu banyak pelayan atau bahkan orang yang mondar-mandir didalam nya"
__ADS_1
Laki-laki itu menjawab dengan nada yang begitu mantap.
Dia Melirik kearah Kanna dengan pandangan penuh kebahagiaan.
"Bagaimana soal tetangga? apakah tidak masalah jika tidak bertetangga dengan orang lain karena tinggal di perkebunan?"
Lagi Kanna mencoba bertanya.
"Maksud ku terkadang kita butuh teman untuk bicara, kadang tetangga bisa menjadi teman terbaik kita untuk bercerita"
Lanjut Kanna lagi.
"Aku tidak peduli"
Jawab laki-laki itu tiba-tiba.
"Kenapa?!"
"Itu tidak penting didalam hidup ku, bagaimana mengatakan nya? aku tidak peduli, hanya tidak peduli"
"Lupakan saja, aku juga tidak begitu peduli dengan tetangga, terkadang aku aku dan para tetangga juga tidak melakukan komunikasi sama sekali untuk waktu yang begitu lama"
Ucap gadis itu cepat.
"Benarkah?"
Felix palsu bertanya sambil menaikkan ujung alisnya, menatap dalam wajah Kanna.
"Ya tentu saja"
Mendapatkan jawaban dari Kanna Seketika Rona bahagia tercetak begitu jelas di balik wajah laki-laki tersebut.
Jawaban yang diberikan Felix palsu atas pertanyaan yang dilontarkannya oleh Kanna benar-benar luar biasa.
Bagi Kanna yang dihadapi oleh nya saat ini benar-benar Seorang psikopat sejati.
__ADS_1
Psikopati adalah penyakit kejiwaan yang dicirikan oleh tindakan yang bersifat egosentris dan antisosial. Psikopati berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai psikopat atau sosiopat, karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.
Psikopati tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Pengidapnya seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan.
Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, memesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan.
Dan laki-laki dihadapan nya itu jelas sempurna, memiliki segala sifat yang Begitu Luar biasa.
Dan pertanyaan yang dilontarkan oleh Kanna jelas pertanyaan jebakan untuk menggiring seorang psikopat soal sifat asli nya.
Dan Sebenarnya pertanyaan yang dilontarkan Kanna adalah sebuah pertanyaan jebakan yang dilontarkan seorang psikolog untuk si psikopat sendiri.
Realita nya seorang psikopat jarang terlihat keluar rumah dan bersosialisasi dengan orang lain, dia tidak begitu peduli pada siapapun yang ada di sekitar nya.
Dan Jawaban seperti yang diberikan oleh Kembaran Felix jelas mewakili jawaban dari dirinya sendiri tentang apa yang dirasakan dan siapa dirinya yang sebenarnya.
"Tidakkah kamu lapar?"
Tanya Kanna tiba-tiba.
"Aku fikir aku cukup lapar"
Dia tidak yakin apakah bisa menggiring laki-laki itu untuk keluar dari tempat itu, tapi dia berharap dia berada di tengah keramaian, bisa melarikan Diri dengan cepat karena sesungguhnya dia begitu takut menghadapi laki-laki di samping nya tersebut.
"Kenapa? apakah kamu sedang berusaha menghindari ku?"
Laki-laki itu tiba-tiba bertanya dengan nada yang begitu aneh.
"Katakan pada ku kamu suka Felix yang mana?"
Tiba-tiba pertanyaan laki-laki itu Seketika membuat Kanna tercekat.
Dia langsung membulat kan bola matanya.
"Ya?'
__ADS_1
Sebuah senyuman sinis mengembang dari balik bibir laki-laki tersebut.