
Beberapa waktu kemudian
Setelah Elia selesai dengan tangisan nya
Masih di Apartemen Utama Lexus
Laki-laki itu tampak duduk di atas kursi sofa menatap wajah Elia yang kembali terlelap tidur setelah perempuan itu melepaskan tangisan dan kekecewaan nya atas perlakuan Felix pada dirinya, setelah Elia melepas kan ketidakrelaan dan kesedihan nya Karena Lexus berkata akan meninggalkan dirinya.
"Aku bilang jangan pergi"
"Aku membutuhkan kamu, setelah aku mulai membuka hati ku, berani-beraninya kamu ingin meninggalkan aku"
Bisa dia lihat tangis perempuan itu pecah, Elia terus memeluk erat tubuh Lexus dibelakang nya.
Sejenak dia jelas membeku.
Benar kata Rossa, Perempuan akan marah ketika laki-laki mulai lelah menunggu mereka dan memutuskan untuk berhenti.
Dia tidak benar-benar berniat pergi, tapi karena untuk menyakinkan Elia soal semuanya terasa begitu sulit, dia fikir sebaiknya dia mencoba untuk menghindar sementara waktu.
Tapi siapa sangka Perempuan itu pada akhirnya akan berkata begitu, mulai marah saat dia memutuskan untuk pergi menjauh.
Lexus Secara perlahan menyentuh lembut wajah perempuan tersebut, dia mengelus wajah itu untuk beberapa waktu.
3 kali ingatan nya soal apa yang akan dilakukan Felix pada Elia.
__ADS_1
Laki-laki itu seolah-olah sengaja menghubungi Elia dan membuat Cooper semakin membenci perempuan tersebut.
Baru beberapa waktu yang lalu laki-laki itu mencoba menjebak Elia, untungnya Roy dan Rossa datang tepat waktu ketika Felix mencoba memberikan kembali pengaruh buruknya.
Laki-laki itu memberikan Elia obat yang menjadi candu Perempuan itu untuk melakukan hal yang menjijikkan.
Lexus jelas marah besar, mencoba mencari laki-laki itu tapi tidak mendapatkan nya.
Malam itu dia bersyukur laki-laki itu tidak meniduri Elia, jika tidak mungkin Lexus akan menjadi gila.
Tidak tahu bagaimana cara nya Felix bisa mempengaruhi Perempuan tersebut, laki-laki itu benar-benar nyaris membodohi Elia.
Awal nya mungkin benar Felix hanya mengubah ingatan nya Karena trauma, tapi siapa tahu niat felix kemudian berubah.
Dan dia yakin pembunuhan yang dilakukan Felix pada masa lalu ada hubungannya dengan perasaan laki-laki itu pada Elia dan kemarahan nya pada Cooper juga Chriss sendiri.
Seolah-olah Perempuan itu takut laki-laki itu akan pergi meninggalkan dirinya.
Elia seketika tersentak dari tidurnya.
"Kamu mau kemana?"
Tanya Perempuan itu cepat, bola mata Elia langsung menelusuri wajah Lexus, seketika ketakutan Menghantam dirinya.
"Aku akan tidur di atas kursi sofa hmmm"
__ADS_1
Bisik Lexus Pelan sambil menyentuh Lembut pipi Elia.
"Kamu sedang berusaha menghindari ku, apa kamu jijik sama tahu Felix mencoba untuk menyentuh ku?"
Tanya Elia dengan bola mata berkaca-kaca,.Dia Fikir apakah Lexus kini jijik menyentuh dirinya saat tahu Felix mencoba menyentuh diri nya.
Laki-laki itu buru-buru menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja aku tidak pernah berfikir seperti itu"
"Apa Felix sudah menyentuh aku?"
Seketika rasa curiga menghantam Diri nya.
"No..itu tidak akan pernah terjadi"
Lexus buru-buru menutup mulut Elia.
"Tidur lah, aku tidak akan pergi kemana-mana"
Pada akhirnya secara perlahan laki-laki itu mencoba berbaring disamping Elia, membiarkan tubuhnya memeluk erat tubuh Perempuan tersebut.
"Lupakan soal bajingan itu dan jangan lagi membicara soal dia"
Ucap Lexus lagi sambil membenamkan tubuh Elia kedalam pelukan nya.
__ADS_1
Alih-alih menjawab, perempuan itu mengencang kan pelukan nya secara perlahan.