
Mansion utama Roy
Cooper terlihat mengetuk jari-jari nya keatas meja kaca yang ada dihadapan nya tersebut Tanpa mengeluarkan suara nya sejak tadi, kini tahu-tahu dia menatap semua orang dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu.
"Katakan rencananya"
Laki-laki itu bicara cepat kearah semua orang.
Bola matanya secara bergantian menatap satu persatu orang-orang dihadapan nya itu.
Roy terlihat menggeser sebuah map ke hadapan Cooper, sedangkan Rossa terlihat melipat kedua tangannya sambil bersandar ke arah dinding kursi sofa, memperhatikan Cooper dan Roy secara bergantian.
"Siapa orang yang akan kamu gunakan untuk masuk kesana?"
tanya Cooper sambil mengerutkan keningnya.
Roy tidak langsung menjawab,dia melirik kearah Rossa untuk beberapa waktu.
"Kau tidak ingin menjelaskan nya?"
Tanya Roy pada Rossa.
Gadis itu terlihat menaikkan kedua bahunya untuk beberapa waktu, dia kemudian melepaskan lipatan tangan nya dan mulai berdiri dari posisi duduknya.
"Aku fikir ini cukup berisiko besar, Sangat sulit masuk untuk mendekati Felix hingga sejauh ini, jadi kita butuh seseorang yang cukup kompeten untuk mengorek seluruh informasi dari dia"
Ucap Rossa sambil berhenti tepat dihadapan Cooper.
Laki-laki itu menaikkan ujung alisnya.
__ADS_1
"Kita butuh rekaman asli malam itu dan menyatukan satu persatu kejadian nya hingga kita bisa menyambung benang yang terputus satu persatu dan mendapatkan siapa pelaku sebenarnya yang membunuh Chriss"
Lanjut Rossa lagi.
"Pasti ada yang bergerak dibelakang Felix, aku yakin itu"
Roy bicara sambil meraih rokok miliknya di atas meja, meletakkan satu batang rokok ke bibir nya kemudian secara perlahan laki-laki itu menyalakan pamatik yang ada di tangan nya.
"Lebih tepatnya kita akan memancing di air yang keruh"
Seseorang bicara di sudut ruangan tersebut, itu adalah Lexus, laki-laki itu terlihat mulai ikut berdiri dan beranjak dari posisi duduknya.
Mendengar ucapan semua orang, Cooper Tampak diam tidak menjawab.
Laki-laki itu seolah masih berfikir.
Itu jelas cukup Sulit.
Sebenarnya masih menjadi tanda tanya besar siapa pelaku utama atas kematian adik nya tersebut, hingga hari ini kasus itu tidak berhasil naik ke permukaan.
Dimasa lalu siapa saja yang pernah dekat atau pernah tersinggung oleh ucapan Chriss?!.
Seingatnya adik laki-laki nya bukan lah type orang yang memiliki banyak musuh, dia tidak sepenuhnya menguasai Anderson company, sejak awal semua keluarga tahu dia lebih memilih menetap di luar negeri dan mengejar mimpinya.
Chriss berkutat dengan perusahaan dan di gadang akan menjadi penerus berikut nya.
Tapi semua mulai berubah ketika laki-laki itu jatuh cinta pada Elia, Chriss mulai kehilangan fokus pada perusahaan orang tua nya.
Elia mendekati Chriss karena ingin mendapat kan semua informasi soal dirinya, masuk ke keluarga Anderson demi bisa mendekati dirinya.
__ADS_1
Tapi siapa sangka keadaan menjadi begitu kacau balau, semua hancur berantakan tanpa sisa.
Bahkan kematian adiknya tersebut menyisakan trauma mendalam bagi Mama dan Papa nya.
Karena itu Mama dan Papa nya begitu benci dengan Elia, karena kebungkaman perempuan tersebut membuat persepsi semua orang menjadi buruk.
"Jadi siapa yang akan kalian gunakan untuk melakukan hal tersebut?"
Cooper langsung menaikkan ujung alisnya, dia bertanya sambil bergantian menatap semua orang yang ada di ruangan tersebut.
Alih-alih ada yang menjawab, Rossa tiba-tiba bergerak menuju ke salah satu lemari besar yang ada di sisi belakang ruangan tersebut.
Tiba-tiba gadis tersebut menekan satu tombol yang ada di pinggiran lemari dan..m
Kletakkkkk
Ssrttttttttt
Seketika lemari tersebut bergeser dengan sendirinya, tahu-tahu seseorang keluar dari sana.
Cooper jelas langsung membulatkan bola matanya tidak menyangkal di balik Lemari tersebut terdapat sebuah ruangan khusus yang bisa menembus ke satu ruangan lainnya.
Dan yang lebih mengejutkan ketika dari ruangan tersebut muncul seseorang dari dalam sana.
Mungkin jika sosok tersebut orang asing Cooper tidak akan terbelalak kaget, tapi ini benar-benar membuat dia terkejut, seseorang tersebut begitu dia kenal didalam hidup nya.
"Kau... bagaimana bisa?"
Ucap Cooper sedikit tercekat.
__ADS_1