
Dan ditengah ciuman yang begitu dalam dan mulai memabukkan tiba-tiba Cooper melepaskan ciuman mereka.
Seketika Rihanna membuka bola matanya, dia menatap sang suami dengan tatapan yang begitu dalam.
"Mau coba di kamar mandi?"
Satu baris kalimat godaan namun berupa ajakan terdengar memenuhi gendang telinga Rihanna..
"Ya?"
Rihanna bertanya sedikit terkejut.
Kamar mandi?.
Rihanna baru akan bicara bukankah rasanya aneh jika di kamar mandi, tapi Cooper tahu-tahu langsung menyambar dan mengangkat tubuhnya.
"Akhhh kakkk?"
Seketika Rihanna langsung mengeratkan pelukannya pada tubuh suaminya itu.
"Tunggu dulu... aku..."
"Sensasi nya lebih menyenangkan ketika di kamar mandi hmm"
Bisik Cooper kemudian.
Mendengar ucapan Cooper seketika wajah Rihanna memerah.
"Aku jamin Bath tube akan jadi tempat favorit mu"
Laki-laki itu selalu begitu, pandai menggoda dan bicara seadanya.
Tidak tahu bagaimana perasaan Rihanna saat menerima dan mendengar kata-kata nya, laki-laki itu tetap bergerak membawa nya menuju ke arah kamar mandi tanpa melanjutkan kata-katanya.
Dan benar saja setelah itu disinilah tempat mereka, begitu mereka masuk ke dalam pintu kamar mandi, Laki-laki itu tahu-tahu meletakkan dia tepat di daun pintu kamar mandi.
"Kak...?"
__ADS_1
Rihanna jelas merasa begitu berdebar-debar, sedikit gelagapan saat Cooper langsung menyambar bibir nya, mengajak nya saling menikmati sensasi lembut ketika bibir menyatu bibir.
Sembari kedua tangan laki-laki itu menyentuh leher Rihanna, menahan nya dengan gerakan yang begitu lembut dan penuh cinta.
Bahkan laki-laki itu kini mengajak Rihanna untuk saling berbelit lidah dalam beberapa waktu.
Mereka menikmati sensasi indah bersama, di Antara gelap nya angin malam dan suara tetesan air yang terdengar mengalir lembut di kamar mandi.
Rasa dingin dari lantai kamar mandi bukan alasan untuk membuat Cooper berhenti, meskipun lelah karena aktifitas seharian yang menghantam dirinya, namun menikmati moment bersama untuk melepaskan rasa cinta mampu membuat tubuh Cooper mendapatkan tenaga terbaru nya.
Tangan kanan Laki-laki itu kini mulai menjelajah kebawa sana, Sembari bibir dan lidahnya masih bergerak sempurna di atas sana.
Rihanna seketika menggeliat dan merasakan satu sensasi luar biasa sangat jemari kokoh milik suaminya mulai bergerak kebawah sana dan dengan cekatan menjelajahi kedua pahanya.
Bahkan saat satu jari tersebut mulai berusaha menyentuh titik dibawah sana seketika Rihanna mengencang kan pegangan nya pada laki-laki tersebut.
"Akhhh kak...aku"
Perempuan itu fikir ini benar-benar luar biasa.
"Kak... please aku..."
Suara dan nafas Rihanna Terdengar tersengal-sengal, rasanya perempuan itu mulai kehilangan kendali atas Dirinya.
Hanya bisa pasrah sàat suami nya terus menjelajahi tiap inci tubuhnya.
Cooper memang selalu pandai memuaskan diri nya baik dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.
Bahkan laki-laki itu selalu memberikan pelayanan terbaiknya hingga membuat Rihanna mampu mendapat kan puncak pelepasan nya berkali-kali.
Cooper baru saja melepaskan ciuman nya, mencoba menjelajahi leher milik istri nya dan perlahan turun ke antara dua dada nya namun sayangnya ditengah keadaan yang begitu tanggung dan ketika hasrat kedua orang tersebut sedang berada di atas puncak segala-galanya tiba-tiba saja suara seseorang memecah seluruh konsentrasi mereka.
"Cooper apa kamu ada didalam?"
Sejenak Cooper menghentikan aksinya, laki-laki itu mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Rihanna langsung mendorong perlahan dada Cooper, ikut mengerut kan keningnya dan mencoba menatap wajah suaminya.
"Cooper?"
lagi terdengar suara di depan sana.
Oh shi..t.
"Itu Mama dan Papa"
Bisik Rihanna kemudian.
"Ini tanggung"
Rutuk Cooper saat dia sadar itu suara Mama dan Papanya.
"Bisa kita lakukan sekarang?"
Tanya Cooper dengan wajah diliputi oleh gai..rah.
"Mereka ada di kamar kita"
Rihanna terkekeh, mencoba menahan gerakan Cooper dengan cepat.
"Oh sayang..."
Cooper ikut terkekeh, dia memeluk Rihanna untuk beberapa waktu kemudian laki-laki itu mencium kening sang istri nya secara perlahan.
"Cooper?"
Oh god lagi suara Mama nya terdengar di luar sana.
Sejenak Cooper terdiam, dia fikir kenapa orang tua nya datang kemari di jam semalam ini?!.
Tidak tahu kenapa tiba-tiba kekhawatiran menghantam dirinya.
Ini tidak seperti biasanya.
__ADS_1