Terjebak Hasrat Kakak Ipar

Terjebak Hasrat Kakak Ipar
Tidak membahas soal Perempuan lain


__ADS_3

Rihanna kembali memeluk Papa nya untuk beberapa waktu kemudian laki-laki tua itu mencium kembali kedua belah pipi putrinya.


Seolah-olah tidak Sudi melepaskan putri bungsu kesayangan nya tersebut, laki-laki itu terlihat menangis untuk beberapa waktu.


"Baik-baik lah bersama Cooper"


Bisik Papa nya pelan.


Rihanna hanya mampu mengangguk kan kepalanya dengan cepat.


Pada akhirnya sang Papa memberikan tangan nya kepada Cooper, tangan kiri laki-laki itu menggenggaman telapak tangan kanan Rihanna, sedangkan tangan kanannya merangkul tuan Pratama.


Bisikan yang di berikan laki-laki tua itu tidak banyak, cukup perlakuan putri nya dengan baik, jangan perlakukan putri nya dengan buruk.


"Jika satu hari kamu tidak mencintainya lagi, jangan menghina atau memukul dia, pintu rumah kami tetap terbuka untuk menerima kembali putri kami dengan jutaan Cinta"


Cooper terlihat diam sejenak, dia hanya mengangguk kan kepala nya untuk beberapa waktu kemudian berkata.


"aku tidak pernah berfikir untuk mengabaikan dan melepas kan Rihanna"


Meskipun tidak banyak yang di ucapkan laki-laki itu, setidaknya Papa Rihanna merasa lega mendengar ucapan laki-laki yang selalu bersikap dingin dan datar tersebut.


Pada akhirnya mereka berpisah di Di sana, Rihanna buru-buru.melambaikan tangan padaobil Papa nya yang mulai menjauh.


"Jangan katakan dulu pada Mama kalian Soal semua nya, dia sama sekali tidak tahu soal kesepakatan pernikahan antara Cooper dan Elia"


Pesan yang disampaikan oleh Papa nya cukup mengganggu perasaan Rihanna setelah penikahan nya tadi.

__ADS_1


Dia takut jika-jika Mama mereka salah paham, bukankah semakin lama diam akan semakin menyebabkan kesalahpahaman?!.


Tapi bicara dengan mamanya dan juga pada kakak perempuannya takut nya mereka malah akan menyakiti mereka, apalagi Papa nya berkata Kak Elia nya begitu mencintai Coopers selama ini.


Gadis itu terlihat mengehela pelan nafasnya selama Didalam mobil untuk beberapa waktu, dimana mereka kini menuju ke arah jalan pulang kerumah.


Sejenak Rihanna mengerut kan keningnya saat dia sadar sepertinya mereka tidak pergi menuju kearah jalan rumah orang tua nya.


"Kita mau kemana?"


Dia bertanya sambil menoleh kearah Cooper.


Laki-laki itu menyentuh lembut kepala Rihanna.


"Pulang ke rumah kita"


"Ya?'


Lagi Rihanna mengerutkan keningnya.


"Bukankah kita sudah membahas nya kemarin di rumah bersama Papa dan Mama Kamu? kita akan pindah ke kediaman ku"


Cooper bicara sambil mengingat kan.


Mereka sudah membicarakan nya kemarin, jadi dia fikir tidak ada yang perlu di permasalahkan, sore ini bisa langsung kembali ke mansion utama miliknya.


Rihanna terlihat diam, dia menundukkan kepalanya secara perlahan.

__ADS_1


Mungkin dia lupa, Cooper sudah membicarakan nya kemarin bersama Papa dan Mama nya.


Tapi sejujurnya ini sedikit tergesa-gesa untuk dirinya.


"Bagaimana dengan kak Elia?"


Tanya Rihanna pelan.


Dia takut menyinggung soal kakak nya, Tapi setidaknya yang orang-orang tahu Cooper bukan Menikah dengan dirinya tapi dengan kakak nya.


"Mari tidak membicarakan dia ketika kita bersama"


Tahu-tahu Cooper bicara sambil menoleh ke arah dirinya.


Laki-laki itu selalu merasa jika mereka membicarakan Elia, semua mood nya jadi hancur dan anjlok.


Dia hanya enggan membahas atau membicarakan Perempuan tersebut.


Ditengah pemikiran Cooper, tiba-tiba handphone nya berdering kencang.


Laki-laki itu Buru-buru mengangkat nya.


"Ada apa?"


Tanya Cooper kemudian.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba ekspresi wajah laki-laki tersebut berubah.

__ADS_1


Tidak terdengar jawaban dari Cooper, laki-laki itu terlihat begitu serius mendengarkan lawan nya bicara.


__ADS_2