
Kembali ke masa lalu
Malam kejadian kematian Chriss
Ditengah nyaris selesai nya sesi pemotretan dirinya, Elia bergerak untuk menepi di salah satu kursi di sisi kanan nya.
Dia sebenarnya sudah cukup lelah untuk kembali melanjutkan pekerjaannya, tapi demi ke profesional'an nya mau tidak mau Elia bergerak untuk menyelesaikan semuanya.
Padahal bisa dibilang tubuhnya benar-benar terasa remuk dan lelah saat ini, sudah cukup tidak mampu untuk melakukan hal apapun lagi tapi kembali lagi karena pekerjaan yang memaksa dia untuk melakukan semua ini.
Sejak awal dia sudah berjanji akan mencintai pekerjaan nya sepenuh hati, tidak peduli bagaimana sulit dan lelah nya dia akan terus tersenyum dan melewati seluruh pekerjaan nya.
Ditengah rasa Lelah yang menghantam, Elia berusaha untuk memejamkan bola matanya sejenak, dia fikir tidak ada salahnya dia memejamkan bola matanya beberapa waktu saja mungkin sekitar 5 menit tidak lebih sebelum nanti para kru meminta dirinya kembali ber pose di depan kamera 📷.
Namun ditengah keinginan nya memejamkan Sejenak bola mata milik nya itu tiba-tiba Elia terlihat mengerutkan keningnya saat handphone nya tiba-tiba mengeluarkan suara dan menandakan jika ada pesan yang masuk ke aplikasi WhatsApp nya.
Dengan perasaan enggan dia meraih handphone nya sambil dengan terburu-buru dia membuka bila mata nya, melirik siapa pengirim pesan tersebut di jam malam begini.
CHRISS?!.
Kali ini mata yang tidak benar-benar ingin terbuka itu langsung membulat sempurna.
Dia fikir kenapa Chriss mengirimkan dia pesan di jam malam begini?!.
Gadis itu sejenak menggeser layar handphone nya dan melihat apa yang dikirim oleh laki-laki tersebut.
Bisa temui aku di atap gedung saat ini juga?!.
Untuk yang terakhir kalinya, please!.
Dua baris pesan tersebut dikirim kan laki-laki itu dengan cara penulisan yang tidak biasanya.
__ADS_1
Beberapa tahun bersama dia tahu betul bagaimana ciri khas Chriss mengirimkan dirinya pesan, kebiasaan seseorang akan menjadi ciri khasnya tersendiri.
Tapi agak aneh karena tiba-tiba gaya penulisan laki-laki itu tiba-tiba berubah fikir Elia.
Dia mencoba mengabaikan pesan tersebut untuk beberapa waktu.
Elia fikir sebaiknya dia tidak menuruti permintaan Chriss, sejak beberapa hari yang lalu bukankah mereka sudah sepakat untuk saling mengabaikan?!.
Realita nya Chriss tahu jika Elia mencintai kakak laki-laki nya, Cooper.
Elia mendekati Chriss, berteman dengan laki-laki itu karena gadis itu Fikir bisa lebih dekat dengan kakak laki-laki nya.
Tapi siapa tahu Chriss benar-benar jatuh cinta pada nya.
"Aku hanya menganggap mu teman Chriss, aku fikir ada kesalahpahaman disini"
Itulah yang di ucapkan Elia kala itu.
Tidak peduli sekecewa apa Chriss mendengar nya, tapi dia berharap laki-laki itu paham jika dia tidak mencintai nya.
Elia menatap layar handphone nya untuk beberapa waktu.
Dia kembali menggerutkan kening.
CHRISS CALLING.
kenapa?!.
Ditengah kebingungan nya, Elia mencoba menjawab panggilan tersebut dengan ragu-ragu.
"Ada apa ini? apa kau menjebak ku... Elia.....akhhhhhh"
__ADS_1
Bisa dia dengar suara Chriss yang mencoba bicara di seberang sana, suara terbata-bata dan sebuah kalimat di akhir kata-kata nya.
"Chriss?"
Elia tercekat.
Brakkkkkkk
Seketika gadis itu membeku saat dia mendengar suara hantaman keras dibalik handphone nya.
"Chriss?!.. Chriss..?"
Gadis itu seketika panik.
"Dua kali take lagi, apakah itu tidak masalah?"
Suara seseorang seketika mengejutkan Elia.
Seolah-olah baru saja melihat hantu, ekspresi yang diperlihatkan Elia membuat laki-laki yang bicara tadi menyatukan kedua alisnya karena kerutan di keningnya terjadi tiba-tiba.
"Apa kamu sakit?"
Tanya nya cepat kepada Elia.
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja, mari lanjutkan pekerjaan kita"
Dan itu yang orang-orang disana sukai dari Elia.
Gadis itu selalu bekerja secara profesional, meskipun tidak tahu apakah kondisi tubuh nya baik-baik saja.
Elia mencoba bangun dari posisi nya, berusaha untuk melangkah dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
__ADS_1
Dua take?.
Dia fikir dia harus pergi dari sini dan menemui Chriss secepatnya, dia takut hal yang buruk terjadi pada laki-laki itu.